Kemiskinan (http://3.bp.blogspot.com)
Dream - Keuangan Mikro syariah yang berdasarkan pembagian keuntungan dan tidak mengenal bunga diyakini berperan penting dalam mengurangi kemiskinan. Bahkan program ini dipastikan mampu mengubah orang miskin menjadi pengusaha sukses.
" Nobel Laureate Mohammed Yunus memperkenalkan tipe baru pembiayaan mikro melalui Gramen Bank-nya. Inisiatif ini bertujuan untuk mengubah pengemis menjadi pedagang. Ia memberikan mainan dan aneka baranang seharga US$ 5-10 untuk dijual," ujar Spesialis Pengembangan Masyarakat Islamic Development Bank (IDB), Mamoon Al Azami, mengutip Arabnews, Minggu, 31 Mei 2014.
" Ini bakal menuai kesuksesan" tegasnya dalam seminar Indian Forum for Interest-Free Banking (IFIB).
Ketika Grameen meluncurkan proyek pinjaman untuk orang miskin, Yunus memperkirakan sekitar 1.000 pengemis bisa berpartisipasi. Ternyata, dalam 2 tahun, ada sekitar 100 ribu pengemis bergabung dalam proyek ini.
Hasilnya, lebih dari 25 ribu orang telah sepenuhnya berhenti menjadi seorang pengemis dan beralih menjadi salesman dari pintu ke pintu.
" Proyek ini tidak hanya membantu meningkatkan derajat manusia, tetapi membuat mereka bisa mengandalkan diri mereka sendiri untuk hidup," jelas Mamoon.
Dia mengimbau para pemimpin masyarakat untuk menjalin kerjasama dalam memperbaiki kondisi masyarakat untuk tidak bergantung pada orang lain. Bahkan bergantung pada pemerintah dan politisi. Keuangan Islam justru bisa tampil dalam memperkuat ekonomi di sektor riil.
" Islam telah mendorong pinjaman tanpa bunga yang mampu meningkatkan kerjasama sosial, kohesi, dan harmoni," ujar Sekretaris Jenderal IFIB, VK Abdul Aziz.
Aziz mengatakan, proyek ini menawarkan layanan keuangan kepada orang-orang yang sulit mendapatkan akses ke pasar keuangan, serta mampu memberdayakan manusia untuk berusaha dengan tenaganya sendiri.
" Proyek ini menyediakan jasa keuangan bagi mereka yang non-bankable, terutama mereka yang tidak memiliki jaminan terhadap risiko kerugian," tambahnya.
Menurut Azis, semangat Islam tidak sekadar mencari keuntungan. Sistem keuangan syariah juga memiliki misi memberikan manfaat sosial.
" Keuangan mikro merupakan alat yang sangat fleksibel tetapi tetap harus disesuaikan dengan karekateristik sosio-ekonomi serta budaya setempat," paparnya.
Peran keuangan syariah meningkatkan taraf hidup masyarakat setidaknya dialami pekerja sosial, S. Mammu. Dia menceritakan, proyek peternakan kambing IFIB di Kerala telah memecahkan masalah keuangan petani miskin dan memberikan keuntungan bagi para investor.
Dalam program ini, 50 keluarga masing-masing diberikan kambing 5 ekor dengan total investasi 1,2 juta rupee. Penerima manfaat akan mengembalikan 3 kambing dan anaknya kepada fasilitator yang akan menjualnya dengan harga pasar. Keuntungan penjualan akan diberikan 33 persen untuk fasilitator, 33 persen untuk petani, 23 persen untuk manajemen, dan 11 persen untuk komite pemantauan. (Ism)