Perang Dagang AS-China Memanas (Lagi), Indeks Syariah Melemas

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 2 September 2019 16:53
Perang Dagang AS-China Memanas (Lagi), Indeks Syariah Melemas
Bagaimana dengan rupiah?

Dream - Bursa saham Indonesia tak sempat merasakan sentimen penguatan Wall Street pada akhir pekan kemarin. Aksi beli investor di perdagangan pekan I September 2019 justru dihadang oleh isu perang dagang AS-China yang semakin memanas. 

Trump dan Xi Jin Ping kembali membuat ekonomi global dilanda kecemasan karena aksi saling menaikkan tarif impor tambahan. Sentimen tersebut langsung menyurutkan minta investor melantai di bursa saham. 

Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah mendengar sentimen perang dua negara besar tersebut.

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,761 poin (0,39%) ke level 192,101. ISSI sempat dibuka menguat ke level 193,111 di sesi prapembukaan. ISSI sempat kembali menguat ke level 193,214 saat bel perdagangan dibunyikan.

Namun laju menanjak itu hanya berjalan sesaat. ISSI langsung terjun ke teritori negatif saat perdagangan baru berjalan 5 menit. ISSI yang sempat jatuh ke level terendah 191,937, mendekam di zona merah hingga sesi penutupan berakhir.

Kondisi serupa dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang tiarap di teritori merah. Indeks berisi 30 emiten syariah ini turun 3,848 poin (0,55%) ke level 698,742.

Indeks JII70 merosot 0,859 poin (0,36%) ke level 237,190.

Sentimen negatif dari isu perang dagang -ChinaAS yang kembali menghadang membuat IHSG tak bisa berbuat banyak. IHSG melorot 37,924 poin (0,60%) ke level 6.290,546.

1 dari 5 halaman

Investor Jadi Malas Beli Saham

Memanasnya situasi perdagangan membuat investor enggan melantai di bursa. Para penanam modal cenderung menjual sahamnya, terutama di sektor industri aneka, properti, dan manufaktur. Ketiga indeks ini turun masing-masing 1,41 persen, 1,10 persen, dan 1,07 persen.

Hanya ada dua indeks yang menguat sektor industri dan perdagangan masing-masing sebesar 0,38 persen dan perdagangan 0,26 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLU yang harga sahamnya naik Rp500, INCO Rp440, SILO Rp300, EMTK Rp250, dan KEEN Rp194.

Sebaliknya, emiten pencetak top loser hari ini yaitu UNVR yang harganya melemah Rp900, ITMG Rp550, INTP Rp325, UNTR Rp325, dan MKPI Rp250.

Pada 16.08, kurs dolar AS terhadap rupiah cenderung melemah. Dolar AS terkoreksi 46 poin (0,32%) ke level Rp14.151 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Perkasa Seharian, Saham Sektor Manufaktur Melesat

Dream - Menutup perdagangan akhir pekan, indeks syariah kompak bergerak menguat. Pergerakan ini sesuai prediksi sejumlah analis yang mencatat laju indeks di bursa saham Indonesia sedang berada dalam tren menguat jangka pendek.

Indeks saham sektor manufaktur jadi penggerak utama perdagangan di pasar modal Indonesia.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 30 Agustus 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 2,326 poin (1,22%) ke level 192,862. ISSI bertahan di zona hijau setelah dibuka di 190,536 di sesi pra-pembukaan.

Laju ISSI sudah menguat sejak bel tanda perdagangan di mulai. ISSI kembali tancap gas dengan melaju ke level 190,426. Aksi beli investor membuat indeks ini sempat menembus level tertinggi di 192,862.

Aksi beli investor juga turut mendorong indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) naik signifikan. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini melonjak 11,161 poin (1,61%) ke level 702,590.

Indeks JII70 juga turut naik 3,136 poin (1,33%) ke level 238,049.

Kenaikan di atas 1 persen sayangnya tak bisa diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan sektor barang konsumsi yang tertekan cukup besar, IHSG hanya bisa naik 39,351 poin (0,63%) ke level 6.328,470.

3 dari 5 halaman

Sektor Manufaktur Diidamkan Investor

Investor gencar membeli saham, terutama di sektor manufaktur. Hal ini membuat indeks sektor manufaktur meroket 3,36 persen.

Penguatan indeks ini diikuti oleh properti sebesar 1,59 persen, perdagangan 0,92 persen, dan keuangan 0,83 persen.

Hanya ada satu indeks sektoral yang terkoreksi, yaitu barang konsumsi sebesar 0,82 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp1.000, POLL Rp805, TCID Rp525, PICO Rp520, dan ITMG Rp350.

Sebaliknya, harga saham SHID terkoreksi Rp210, AMFG Rp100, ITMA Rp95, MDKA Rp75, dan SSTM Rp56.

Pada 16.14, rupiah menguat terhadap dolar AS. Dolar AS melemah 24 poin (0,17%) ke level Rp14.186 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Ekonomi Dunia Belum Kondusif, Indeks Syariah Naik Terbatas

Dream - Indeks syariah kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis, 29 Agustus 2019. Namun laju penguatan ini masih relatif tipis mengingat sentimen kondisi ekonomi global yang dianggap belum kondusif.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,278 poin (0,15%) ke level 190,536 saat sesi perdagangan berakhir. ISSI menguat seharian usai dibuka di level 190,402 saat sesi prapembukaan perdagangan.

Memasuki sesi perdagangan, ISSI kembali menanjak ke level 190,575 dan bergerak terbatas di zona positif. ISSI mampu menyentuh level tertingginya di 191,284.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga naik 2,407 poin (0,35%) ke level 691,429. Sedangkan Indeks JII70 bertambah 0,626 poin (0,27%) ke level 234,913.

Meski masih ada aksi beli, kecemasan investor dengan kondisi ekonomi global seperti belum sepenuhnya hilang. Ini terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik tipis 7,473 poin (0,12%) ke level 6.289,119.

5 dari 5 halaman

Masih Tahan Diri?

Investor masih menahan diri melantai di bursa. Mereka cenderung membeli saham industri dasar, pertambangan, keuangan, dan infrastruktur. Kelima indeks sektoral ini masing-masing menguat 1,23 persen, 0,72 persen, 0,44 persen, dan 0,24 persen.

Sebaliknya, indeks sektor pertanian melemah 1,11 persen, barang konsumsi 0,77 persen, properti 0,52 persen, industri aneka 0,25 persen, dan manufaktur 0,13 persen.

Harga saham FISH naik Rp600, INTP Rp525, PICO Rp490, ITMG Rp425, dan ICBP Rp175.

Emiten syariah top loser kali ini adalah MKPI yang harga sahamnya melemah Rp900, BUKK Rp435, OMRE Rp355, ACST Rp290, dan TCID Rp225.

Dari pasar keuangan, laju rupiah pada perdagangan pukul 16.19 WIB menguat pelan. Dolar AS sore ini melemah 38 poin (0,27%) ke level Rp14.221.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik