Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Perbankan Syariah Harus Menjaga Momentum Pertumbuhannya Tahun Ini.
Dream - Direktur Eksekutif Islamic Economuc Forum for Indonesian Development (ISEFID), Ali Sakti mengingatkan pelaku industri perbankan syariah untuk menjaga omentum pertumbuhan dan pangsa pasar yang telah terjadi pada 2016.
Akhir tahun lalu, pertumbuhan perbankan syariah mencapai 19,67 persen. Sementara pangsa pasarnya naik menjadi 5,12 persen, tertinggi sepanjang keberadaan perbankan syariah di Indonesia. Capaian ini tidak lepas dari peran konversi Bank Aceh.
" Tentu kita berharap, momentum ini terus melanjut mengingat masih ada BPD yang sedang berproses menjadi BPD syariah dan beberapa BPD yang berpotensi untuk melakukan konversi menjadi BPD syariah," kata dia di Jakarta, dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 18 Januari 2017.
Ali mengatakan potensi yang didapat dari konversi BPD tersebut diperkirakan bisa mencapai Rp9 triliun-10 triliun. " Angka tersebut tentu akan semakin memperbesar pangsa pasar bank syariah secara nasional," kata dia.
Ali optimistis perkembangan perbankan syariah akan semakin membaik pada tahun ini. Ada kecenderungan peningkatan portofolio pembiayaan berbasis bagi hasil yang mendekati angka 40 persen, sedangkan pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) juga semakin rendah, di bawah 4 persen.
Ke depannya, kata Ali, perbankan syariah harus mau melakukan linkage dengan lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) yang memiliki fleksibilitas dan local knowledge dalam memperkuat pembiayaan UMKM.
" Kami berharap perbankan syariah bisa memainkan peran yang signifikan bagi perekonomian nasional, terutama dalam mendorong pertumbuhan sektor riil," kata dia.
Ali mengatakan, pada tahun ini, perbankan syariah harus terus berbenah dan memperbaiki kualitas layanan dan jaringan. Sebab, masih ada ketimpangan yang lebar dalam perbankan syariah, mulai dari sebaran aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga (DPK).
Sebaran aset perbankan syariah masih terkonsentrasi di Pulau Jawa (77,06 persen), khususnya di Jakarta (53,6 persen). Sebaran pembiayaan juga masih terkonsentrasi di Pulau Jawa (71,19 persen) khususnya Jakarta (40,19 persen), sebaran DPK juga masih didominasi di Pulau Jawa (74,70 persen) khususnya Jakarta (47,53 persen). Dari data tersebut menunjukkan bahwa sebaran perbankan syariah belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
" Perbankan syariah punya peluang untuk menjadi mitra utama pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah," kata dia.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang