Dream - Banyak yang menilai, baik masyarakat awam maupun ekonom, industri tekstil dan produk tekstil merupakan perusahaan dengan tingkat risiko kegagalan paling tinggi. Tetapi, perusahaan tekstil ini justru mampu menghapus anggapan tersebut.
PT Sri Rejeki Isman (Tbk) (SRIL) yang telah berdiri sejak 49 tahun silam, mencatatkan perusahaannya sebagai perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara. Meski sudah melewati berbagai krisis ekonomi, perusahaan yang berulang tahun pada 16 Agustus 2015 lalu ini memiliki kinerja yang semakin kuat.
Pada tahun 2014, misalnya, laba bersih perusahaan naik 50% dibandingkan laba bersih tahun 2013, yaitu sebesar US$ 45 juta atau sekitar Rp 540 miliar. Sementara untuk kuartal pertama tahun ini, perusahaan sudah mencetak laba sebesar US$ 14 juta atau sekitar Rp 182 miliar.
" Strategi yang dijalankan manajemen yang meliputi ekspansi kapasitas produksi, peningkatan efisiensi, dan kualitas produksi, pengembangan diversivikasi produk, perluasan jaringan pelanggan, serta penghematan byata merupakan strategi yang jitu dalam menghadapi persaingan global maupun situasi yang penuh tantangan," tulis keterangan pers, Senin, 24 Agustus 2015.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 29 Juni 2015, perusahaan telah menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 100 miliar sebagai wujud komitmen perusahaan kepada pemegang saham atas pencapaian kinerja yang baik di tahun 2014.
" Jumlah dividen tunai tersebut hampir 3 kali lipat dari dividen tunai tahun sebelumnya," tulis keterangan pers itu.
Bahkan, pada 17 Agustus 2015, perusahaan ini mencanangkan program penciptaan 10.000 investor baru yang diikuti lebih 10.000 karyawan SRITEX.
" Hal ini mendapat apresiasi dari Pasar Modal dan juga tercatat sebagai rekor penciptaan investor saham terbanyak dalam satu perusahaan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).