Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia langsung ambruk di pembukaan awal pekan. Kejatuhan bursa saham global menyeret sejumlah indeks saham ke zona merah.
Kekhawatiran pelaku pasar dunia akan perlambatan ekonomi Tiongkok telah memicu aksi jual investor. Kecemasan terlihat dari jatuhnya indeks Dow Jones akhir pekan lalu dan menyeret bursa Asia.
Pada prapembukaan perdagangaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 24 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) langsung anjlok 3,156 poin (2,29%) ke level 134,864
Sebanyak 63 juta saham syariah telah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai Rp 14,74 miliar.
ISSI kembali jatuh 3,586 poin (2,60%) ke level 134,434 di sesi pembukaan. Hingga 14 menit waktu perdagangan, ISSI terus bergerak dalam tren turun.
Aksi jual mendorong 129 emiten syariah jatuh ke teritori negatif. Cuma 9 emiten yang masih jadi incaran investor.
Kejatuhan lebih dalam dialami indeks bluechips syariah. Terkapar setelah anjlok 18,094 poin (3,16%), Jakarta Islamic Index (JII) memulai sesi praperdagangan di level 553,912
Di sesi pembukaan, JII jatuh semakin dalam. Kali ini, indeks JII turun 20,070 poin (3,51%) ke level 551,936.
Seluruh penghuni JII hingga 16 menit waktu perdagangan telah jatuh ke zona merah.
Kecemasan investor global memang membuat bursa saham Indonesi tak berdaya. Tanpa ada satupun emiten yang menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 94,646 (2,18%) ke level 4.41,307 di sesi prapembukaan.
Kondisi semakin buruk di sesi pembukaan. IHSG sudah terpangkas 105,708 poin (2,44%) ke level 4.230,245.
Kepanikan investor telah membuat bursa saham ramai oleh aksi jual beli. Sebanyak 5,56 miliar saham telah ditransaksikan dengan dana Rp 573 miliar.
Investor asing pagi ini sudah menarik dananya dari pasar modal Indonesia senilai Rp 41,55 miliar.
Dari kawasan regional, indeks Shanghai Composite saat ini telah terjun bebas hingga 6,57 persen. Begitu pula indeks Hang Seng yang jatuh 3,84 persen. Tak ada satupun indeks saham utama Asia yang mampu bergerak menguat.
Di pasar keuangan, rupiah semakin tak berdaya. Turun 122 poin (0,88%), rupiah akhirnya menembus level 14.038 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya