Ilustrasi
Dream - Rontoknya bursa saham regional membenamkan indeks saham syariah di zona merah. Tak ada satupun indeks sektor saham yang mampu bergerak menguat di awal pekan ini.
Jatuhnya bursa saham nasional diikuti laju kurs rupiah yang akhirnya menembus level 14.000 per dollar AS.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 24 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok 5,982 poin (4,33%) ke level 132,038.
ISSI terseret arus pelemahan harga saham dari 178 emiten syariah. Kenaikan harga saham yang dicetak 21 emiten syariah seolah tak berarti apa-apa.
Sepanjang perdagangan hari ini ISSI benar-benar terbenam di zona merah. ISSI hanya mampu menyentuh level tertinggi di 134,896 dan sempat ambruk ke level terendah 129,845.
Transaksi jual beli saham syariah oleh para investor relatif ramai dengan nilai Rp 3,39 triliun. Sebanyak 40,36 miliar saham menjadi objek transaksi pasar.
Meski turun lebih tajam dibandingkan ISSI, posisi penutupan indeks bluechips syariah sedikit lebih baik. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) bisa mengungkit 3 emitennya ke zona hijau.
Di awal sesi, seluruh penghuni indeks saham bluechips syariah terjun ke zona merah.
Terpangkas 27,615 poin (4,83%), indeks JII menutup perdagangan awal pekan di level 544,391.
Sebanyak 25 emiten unggulan syariah jatuh ke zona merah dan 2 lainnya bertahan stagnan.
Saham-saham bluechips syariah favorit investor kali ini menderita cukup parah. Top losser JII dihuni UNVR yang turun Rp 1600, disusul UNTR Rp 1.500, AALI Rp 1.300, INTP Rp 1.075, dan SILO Rp 975 per saham.
Tiga saham JII yang sukses menguat kala bursa saham berguncang adalah ICBP yang menguat Rp 200, AKRA Rp 100, dan MPPA Rp 35 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 172,224 poin (3,97%) ke level 4.163,729. IHSG menukik tajam di sesi penutupan perdagangan.
Lantai bursa awal pekan ini mengukir transaksi Rp 5,52 triliun. Namun Rp 734 miliar diantaranya merupakan dana asing yang ditarik keluar dari pasar modal Indonesia.
Kondisi lebih parah terjadi di bursa regional. Indeks Shanghai Composite rontok 8,49 persen, Hang Seng 5,17 persen, dan Nikkei Jepang 4,61 persen.