© MEN
Dream - Industri teknologi di dunia benar-benar menghadapi ujian sejak akhir tahun 2022 hingga awal 2023 ini. Setelah melanda sejumlah startup, kini raksasa mesin pencarian Google turut merasakan imbasnya.
Alphabet Inc, perusahaan induk Google telah mengumumkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada enam persen karyawannya atas setara dengan 12.000 pekerja.
Chief executive officer (CEO) Google Sundar Pichai mengatakan PHK merupakan bagian dari upaya tegas perusahaan merespons pertumbuhan yang melambat.
" Jika Anda tidak bertindak dengan jelas dan tegas dan dini, kami dapat memperparah masalah dan membuatnya jauh lebih buruk," kata Pichai dilansir dari Fortune, Jumat, 27 Januari 2023.
“ Ini adalah keputusan yang perlu saya buat,” sambungnya.
Keputusan sang CEO membuat para karyawannya terkejut, meskipun spekulasi tentang PHK telah berputar-putar selama berbulan-bulan.
Meski memastikan terjadinya PHK, Pichai menekankan bahwa keputusan pemangkasan jumlah karyawan telah melalui pertimbangan yang sangat cermat. " Prosesnya jauh dari acak," katanya.
Chief People Officer Google Fiona Cicconi dalam pertemuan dengan karyawan mengatakan jumlah tenaga kerja Google memaksa para eksekutif untuk mempertahankan lingkaran pembuat keputusan yang relatif kecil.
“ Di dunia yang ideal, kami akan memberikan peringatan kepada para manajer, tetapi kami memiliki lebih dari 30.000 manajer di Google,” kata Cicconi.
“ Kami ingin memberikan kepastian lebih cepat,” imbuh Fiona.
Eksekutif lain mengatakan paket pesangon telah disusun untuk memberi penghargaan kepada pekerja dengan masa kerja yang lama di perusahaan.
Chief Financial Officer Alphabet Ruth Porat menekankan dalam pertemuan tersebut bahwa pemotongan itu dimaksudkan untuk membebaskan perusahaan untuk terus berinvestasi dalam prioritas utama.
“ Bertindak lebih awal, dan Anda kemudian menciptakan kapasitas untuk berinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang,” kata Porat. " Sesulit ini, itu adalah takeaways."
Sumber: Liputan6.com