PHK di Awal Tahun, Alasan Amazon Pecat 18.000 Karyawan

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 23 Januari 2023 20:11
PHK di Awal Tahun, Alasan Amazon Pecat 18.000 Karyawan
Mereka seperti tak percaya.

Dream – Januari 2023 bukan tahun yang baik bagi seorang pria setengah baya dari India. Beberapa bulan sebelumnya, dia kehilangan ayahnya setelah dirawat selama tiga bulan di ruang gawat darurat atau ICU rumah sakit. Kini, pada 11 Januari 2023,  dia menerima vonis pahit: dipecat!

Pria itu adalah seorang insinyur perangkat lunak berbasis di Gurugram, India, bernama Omprakash Sharma. Ia  telah bekerja untuk Amazon selama lima tahun, sebelum dipecat pada 11 Januari 2023.

Omprakash Sharma menggunakan LinkedIn untuk berbagi pengalamannya bekerja untuk Amazon dan meminta orang untuk membantunya menemukan pekerjaan  baru. Sedihnya, dia kehilangan pekerjaannya hanya beberapa bulan setelah dia kehilangan ayahnya.

" Tahun 2022 telah menjadi tahun yang paling berat dalam hidup saya. Pertama saya kehilangan ayah saya, setelah dia berjuang 2 sampai 3 bulan di ICU, karena itu saya tidak bekerja selama hampir 4 bulan. Sekarang pada 11 Januari, saya terkena dampak PHK baru-baru ini yang dilakukan oleh Amazon," tulisnya di LinkedIn.

Namun, dia juga menulis bahwa 5 tahun bertugas di Amazon adalah saat terindah dalam kehidupan pekerjaannya. ''Saya menikmati setiap bagiannya bekerja dengan beberapa orang terpintar di industri ini, dan belajar banyak pelajaran dari kehidupan perusahaan. Saya mendapat kesempatan untuk mengerjakan masalah desain skala besar, menghadapi pelanggan, kompleks, dan inovatif. Saya berterima kasih kepada semua orang yang mendukung saya selama ini,'' tambahnya.

Omprakash Sharma , karyawan Amazon yang dipecat© NDTV

(Omprakash Sharma , karyawan Amazon yang dipecat/NDTV)

Sharma juga mencoba memotivasi orang lain yang mengalami situasi yang sama dan mendesak mereka untuk tetap positif. Dia juga meminta orang menghubunginya jika ada peluang potensial.

" Untuk orang-orang yang berada di perahu yang sama, saat ini adalah masa sulit, tetaplah positif, tetaplah termotivasi. Gangguan kecil dalam hidup ini tidak akan berhenti untuk bergerak maju, melawan, dan kembali dengan lebih kuat. Saya butuh sedikit bantuan dari Anda, tolong sebarkan agar saya mendapatkan kesempatan yang tepat,'' tulis postingan tersebut lebih lanjut seperti dikutip NDTV.

Amazon memiliki 10.000 karyawan di India dan keputusan PHK massal tersebut akan berdampak pada 1 persen atau 1.000 staf yang akan dibehentikan  di negara tersebut.

Amazon pada hari Rabu 4 Januari 2023, memang mengumumkan rencananya untuk memberhentikan lebih dari 18.000 pekerjaan di tengah dorongan untuk memotong biaya.

Amazon terpaksa memberhentikan 18.000 karyawan, kata raksasa teknologi itu, mewakili satu-satunya jumlah pengurangan pekerjaan terbesar di sebuah perusahaan teknologi sejak industri mulai melakukan perampingan secara agresif tahun lalu.

Dalam sebuah posting blog, Chief Executive Officer atau CEO Amazon Andy Jassy menulis bahwa pengurangan staf dipicu oleh ekonomi yang tidak pasti dan perekrutan cepat perusahaan selama beberapa tahun terakhir.

Pemotongan tersebut terutama akan berdampak pada tenaga kerja korporat perusahaan dan tidak akan memengaruhi pekerja gudang yang dibayar per jam.

Sebelumnya pada bulan Novembe 2022r, Amazon dilaporkan telah merencanakan untuk memberhentikan sekitar 10.000 karyawan tetapi pada 4 Januari 2023, Jassy mematok jumlah pekerjaan yang akan diberhentikan oleh perusahaan lebih tinggi dari itu, seperti yang dia katakan, " lebih dari 18.000."

CEO Amazon Andy Jassy© Fortune

(CEO Amazon Andy Jassy/Fortune)

Jassy mencoba memberikan catatan optimis dalam posting blog hari Rabu yang mengumumkan pengurangan staf besar-besaran, menulis: " Amazon telah melewati ekonomi yang tidak pasti dan sulit di masa lalu, dan kami akan terus melakukannya."

Meskipun 18.000 adalah jumlah pekerjaan yang besar, itu hanya lebih dari 1 % dari 1,5 juta pekerja karyawan Amazon di gudang dan kantor perusahaan.

Tahun lalu, Amazon adalah perusahaan teknologi terbaru yang menyaksikan pertumbuhan permintaan pasar di tengah semakin terkendalinya Covid-19, sama seperti inflasi yang mencapai penjualan berkerut tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Ini adalah akhir dari masa booming di bidang teknologi, karena PHK terus meningkat,

Bagi Amazon, pandemi merupakan keuntungan besar bagi perusahaan, dengan penjualan online meroket karena orang menghindari belanja di dalam toko dan kebutuhan penyimpanan cloud atau komputasi awan meledak dengan lebih banyak bisnis dan pemerintah yang memindahkan operasi secara online. Dan itu, pada gilirannya, membuat Amazon melakukan perekrutan besar-besaran, menambahkan ratusan ribu pekerjaan selama beberapa tahun terakhir.

Tapi itu menjadi masalah di kemudian hari ketika permintaan melambat. PHK di Amazon bulan Januari 2023  pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal.

CEO Andy Jassy, dalam posting blognya tak lama setelah laporan Wall Street Journal keluar, mengakui bahwa meskipun perekrutan perusahaan berjalan terlalu jauh, perusahaan bermaksud membantu meredam pukulan bagi pekerja yang di-PHK.

" Kami berupaya mendukung mereka yang terkena dampak dan menyediakan paket yang mencakup pembayaran pisah, tunjangan asuransi kesehatan transisi, dan dukungan penempatan kerja eksternal," kata Jassy.

CEO Amazon Andy Jassy mengatakan kepemimpinan perusahaan " sangat menyadari bahwa penghapusan peran ini sulit bagi orang-orang, dan kami tidak menganggap enteng keputusan ini."

***

Saat Amazon memulai putaran terakhir PHK massal, orang-orang berbagi pengalaman saat bekerja di perusahaan Amazon.

Sebuah posting baru-baru ini oleh aplikasi komunitas anonim untuk para profesional India, Grapevine, telah beredar di internet. Postingan tersebut dibuat oleh seorang karyawan dengan nama pengguna 'Batman1'.

Postingan tersebut dengan jelas menjelaskan situasi karyawan Amazon yang dipecat oleh organisasi atau melihat rekan mereka mogok setelah mendapat kabar pemecatan.

Dalam postingannya dia mengatakan 75 persen dari timnya telah dpecat. Alih-alih santai dengan fakta dirinya dipertahankan oleh perusahaan, karyawan dengan nama samaran 'Batman' itu mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak lagi memiliki motivasi untuk bekerja di perusahaan tersebut.

“ 75 % dari tim saya dipecat. Meskipun saya berada di 25 % sisanya, saya tidak merasa termotivasi untuk bekerja lagi," tulis karyawan Amazon di India tersebut dalam postingan Grapevine-nya. " Mereka memecat orang di ruang personalia. Orang-orang menangis di kantor."

Lebih lanjut, dia menyebutkan bagaimana dia menghadapi situasi tempat kerjanya dengan cara minum minuman keras di malam hari. Di akhir postingan, dia berkata " Dulu pip-azon, sekarang lain lagi" .

Tak hanya di India, PHK 18.000 karyawan juga meresahkan pekerja Amazon di kantor pusatnya di Amerika Serikat.

Karyawan Amazon dipecat di awal tahun 2023© NBC News

(Karyawan Amazon dipecat di awal tahun 2023/NBC News)

Menurut CNBC, beberapa karyawan Amazon.com Inc. memposting secara publik bahwa mereka #OpenToWork di LinkedIn mereka saat masih bekerja di Amazon. Semuanya ada di luar sana untuk dilihat semua orang, termasuk bos mereka dan bos bos mereka.

Dengan pemutusan hubungan kerja yang meningkat di industri teknologi, keuangan, dan lainnya, mengapa menunggu untuk dipecat ketika Anda dapat melompat langsung untuk dipekerjakan di tempat lain?

Langkah tersebut, yang disebut " bantalan karir" , melibatkan menyusun rencana B saat masih bekerja penuh, terutama saat pemutusan hubungan kerja sudah dekat. Ini biasanya dilakukan secara diam-diam — mungkin panggilan jaringan dilakukan saat makan siang, atau meluangkan waktu untuk terhubung dengan rekan lama.

Beberapa karyawan Amazon.com Inc. mengambil satu langkah lebih jauh, memposting secara publik bahwa mereka #OpenToWork di LinkedIn saat masih dipekerjakan oleh perusahaan.

Salah satu orang Amazon tersebut adalah Kayla Look, seorang koordinator perekrutan. Dalam sebuah wawancara, Look mengatakan kecemasannya memuncak ketika PHK diumumkan pada bulan November 2022: Liburan akan segera tiba, dia baru saja lulus dari perguruan tinggi tahun sebelumnya dan sedang merencanakan pernikahan. Pengeluaran dan ketidakpastian meningkat.

Kegelisahan dimulai ketika perusahaan yang berbasis di Seattle. Amerika Serikat itu membekukan perekrutan karyawan beberapa minggu sebelumnya. Dia pikir dia bisa santai ketika dia selamat dari putaran pertama pemutusan hubungan kerja, tetapi ketika perusahaan menyebut akan memangkas 18.000 pekerjaan -bukan hanya 10.000 pekerjaan dari rencana awal- perasaan leganya menguap.

Dia tahu sudah waktunya untuk bersikap proaktif. “ Sudah dua setengah bulan sejak kekhawatiran di-PHK pertama kali dimulai,” katanya. " Saya lelah merasa cemas."

Kayla Look, karyawan Amazon yang cemas dipecat© Linkedin

( Kayla Look, karyawan Amazon yang cemas dipecat/Linkedin)

Saat salah satu manajer di tim Look memposting bahwa dia juga #OpenToWork di LinkedIn minggu lalu. Itu seperti lampu hijau. “ Dia adalah salah satu pemimpin saya – saya harus mengikutinya jika dia tampak tidak percaya diri dengan peluang kita,” katanya.

“ Karena saya masih baru di dunia kerja, saya merasa jika saya melakukan ini, saya tidak menunjukkan kesetiaan dan karena itu saya akan dipecat. Tapi tidak - itu memberi saya jaminan bahwa tidak apa-apa untuk menjaga diri sendiri,” kata Look.

Look, diperkenalkan LinkedIn pada tahun 2020 setelah Covid-19 melanda. Meskipun pada akhirnya dia ingin tetap di Amazon, Look telah mengirimkan resume.

Di Amazon, yang memiliki 1,5 juta karyawan, pekerjaan perekrut sangat menantang. Perekrut memiliki banyak peran untuk diisi —banyak di antaranya sangat teknis dan melibatkan sumber yang mendalam dan wawancara yang ketat.

Look adalah salah satu dari lebih dari setengah lusin postingan #OpenToWork dari karyawan Amazon saat ini yang dilihat oleh Bloomberg. Karyawan lain,  menulis pesan serupa bulan lalu.

Kabar PHK massal di Amazon pertama kali dibocorkan harian The New York Times pada bulan November 2022. Harian itu melaporkan Amazon tengah bersiap memecat 10.000 karyawan.

Mengutip beberapa sumber orang dalam, dalam laporan itu harian ini menyebutkan bahwa Amazon akan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK kepada sekitar 10.000 karyawannya. PHK itu adalah pemecatan terbesar sepanjang sejarah Amazon yang dirintis oleh Jeff Bezos tersebut.

Jumlah itu sekitar 3 persen karyawan Amazon, atau sekitar 1 persen dari total karyawan Amazon secara global, termasuk pekerja sampingan, yakni sebesar 1,5 juta karyawan yang tercatat sampai November 2022.

Karyawan Amazon sedang membungkus paket© NYT

(Karyawan Amazon sedang membungkus paket/New York Times)

Menurut laporan New York Times, PHK besar-besaran yang dilakukan Amazon ini diklaim bakal berpusat di divisi yang mengurus perangkat  macam Alexa, hingga divisi ritel dan human resource department (HRD).

Adapun PHK massal ini, dilakukan lantaran Amazon mencatat penurunan pertumbuhan bisnis dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, bisa dibilang terendah dalam dua dekade Amazon.

Hal ini konon disebabkan oleh investasi berlebihan yang dilakukan Amazon pada awal pandemi, serta perubahan minat masyarakat terhadap belanja online setelah Covid-19 terkendali yang turut mengurangi bisnis penjualan dan pengiriman Amazon.

Adapun proses pemecatan akan dilakukan secara bertahap, dan angka 10.000 karyawan tadi bisa saja berubah seiring berjalannya waktu. Amazon sendiri saat itu belum mengonfirmasi rumor terkait PHK karyawan ini.

Dan sekarang jumlahnya malah membengkak jadi 18.000 orang!

***

Amazon tak bisa dilepaskan dari sosok Jeff Bezos, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Eksekutif Amazon.

Mulai didirikan di garasi 27 tahun lalu, pada tanggal 1 Februari 2018, Amazon melaporkan laba tertingginya dengan pendapatan triwulanan sebesar U$ 2 miliar atau Rp 30 triliun.

Pada 27 Juli 2017, Bezos sesaat menjadi orang terkaya di dunia mengalahkan salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, ketika perkiraan kekayaan bersihnya meningkat menjadi lebih dari U$ 90 miliar atau Rp 1.357 triliun.

Kekayaannya melampaui U$ 100 miliar untuk pertama kalinya pada 24 November 2017. Dan dia secara resmi ditetapkan sebagai orang terkaya di dunia oleh majalah Forbes pada 6 Maret 2018, dengan kekayaan bersih sebesar U$ 112 miliar atau Rp 1.689 triliun.

Posisi orang terkaya dunia dia bisa pertahankan sampai Januari 2021. Tapi tahun ini, tahun 2023, posisinya kini berada di keempat orang terkaya dunia dengan kekayaan sebesar U$ 109,3 miliar atau Rp 1,648 triliun.

Ia berada di belakang orang terkaya di dunia Bernard Arnault yang kekayaan bersihnya U$ 186,2 miliar atau Rp 2.808 triliun. Juga di belakang peringkat kedua Elon Musk dengan kekayaan bersih sebesar U$ 181,3  miliar atau Rp 2.734 triliun dan orang terkaya di dunia ketiga dari India Gautam Adani dengan kekayaan bersih U$ 134,4 miliar atau Rp 2.027 triliun,

Ini terjadi karena tahun ini bukan tahun yang baik bagi Amazon dan Jeff Bezos.

Wawancara CNN dengan Jeff Bezos© CNN

(Jeef Bezos saat diwawancara CNN dengan pacar barunya/CNN)

Menurut Bloomberg, Jeff Bezos yang mendirikan Amazon.com Inc., telah mencapai tonggak yang tidak menyenangkan sebagai perusahaan publik pertama yang kehilangan satu triliun dolar dalam valuasi pasar.

Kebetulan, Amazon adalah salah satu dari sedikit perusahaan pertama yang melampaui valuasi U$ 1 triliun atau Rp 15.084 triliun. Penurunan valuasi itu baru-baru ini adalah tanda kegugupan di pasar tentang perlambatan ekonomi global.

Pandemi COVID-19 mengirim banyak pengguna ke e-commerce, dan pengecer online seperti Amazon melihat ledakan besar dalam lalu lintas pendapatan. Saat pandemi mereda, lonjakan melambat, dan pendapatan turun.

Dengan Federal Reserve AS yang ingin menjinakkan inflasi yang melonjak, suku bunga telah dinaikkan, dan penjualan semakin melambat. Penghasilan kuartal ketiga Amazon mengecewakan investor bulan lalu, tetapi yang semakin merusak kepercayaan investor adalah prediksi perusahaan tentang pertumbuhan tahun-ke-tahun kurang dari delapan persen untuk kuartal terakhir tahun 2022.

Meskipun ini mungkin tidak terdengar buruk bagi perusahaan lain, Amazon telah menjadi mesin pertumbuhan tanpa henti, dan pertumbuhan di bawah delapan persen dipandang bermasalah bagi investor.

Saham Amazon telah turun 50 persen dalam enam bulan terakhir, dan valuasi perusahaan, yang tadinya U$ 1,8 triliun atau Rp 27.151 triliun pada Juni 2021, kini telah turun menjadi U$ 879 miliar atau Rp 13.258 triliun.

Kekayaan pendiri Amazon Jeff Bezos juga turun U$ 7,2 miliar atau Rp 108 triliun setelah raksasa e-commerce memperkirakan bahwa penjualan liburannya akan turun di bawah ekspektasi analis.

Saham Amazon jatuh 6,8 % pada penutupan pasar setelah hasil pendapatan kuartal ketiga perusahaan dirilis Kamis malam.

Setelah kekayaannya jatuh, Bezos kehilangan posisinya sebagai orang terkaya ketiga di dunia karena raja infrastruktur dan energi India, Gautam Adani mengambil alih kedudukannya. Bezos sekarang berada di urutan ke-4 di pelacak Real Time Billionaires Forbes, dengan kekayaan sebesar U$ 109,3 miliar atau Rp 1,648 triliun.

Sebagian besar kekayaan Bezos berasal dari sekitar 10 % sahamnya di Amazon. Sejak awal tahun 2022, menurut Forbes, kekayaannya telah turun sebesar U$ 66 miliar atau Rp 995 triliun.

Bezos, yang mendirikan Amazon pada tahun 1994, mengundurkan diri sebagai CEO perusahaan pada Juli 2021 tetapi terus menjabat sebagai ketua eksekutif Amazon.

Saham Amazon mencapai harga puncaknya U$ 186,57 atau Rp 2,8 juta per saham pada 8 Juli 2021. Saham tersebut telah turun hampir 50 % sejak saat itu. Kini harganya tinggal U$ 96,05 atau Rp 1,4 juta

***

Anjloknya valuasi Amazon sampai U$ 1 triliun dan semakin terpapasnya harta Bezos akibat turunnya harga saham Amazon, membuat Amazon.com Inc pada Rabu, 16 November 2022, resmi melakukan PHK pada sejumlah pegawai.

Rencana Amazon untuk memecat pegawainya diumumkan pada Senin, 14 November 2022. Hal ini menandai adanya perubahan dramatis di tubuh Amazon yang sebelumnya dikenal kerap membuka lapangan kerja.

Kantor Amazon© CNBC

(Kantor Amazon/CNBC)

Amazon.com merupakan pengecer online, produsen pembaca buku elektronik, dan penyedia layanan Web, komputasi awan, yang menjadi contoh ikonik perdagangan elektronik. Kantor pusat perusahaan ini berada di Seattle, Washington.

Selain itu, Amazon.com juga adalah perusahaan besar berbasis Internet yang menjual buku, musik, film, peralatan rumah tangga, elektronik, mainan, dan banyak barang lainnya, baik secara langsung atau sebagai perantara antara pengecer lain dan jutaan pelanggan Amazon.com.

***

Jeff Bezos lahir dengan nama Jeffrey Preston Jorgensen dari pasangan Jacklyn dan Ted Jorgensen pada 12 Januari 1964, di Albuquerque, New Mexico. Orang tuanya bercerai ketika dia masih balita, dan ibunya menikah dengan Miguel Bezos. Miguel mengadopsi bocah itu, yang kemudian memberi nama keluarga Bezos.

Jeff dibesarkan di Houston dan sangat tertarik pada sains. Ketika dia akan masuk sekolah menengah, keluarganya pindah ke Miami. Dia adalah siswa yang sangat baik dan berprestasi.

Dia jatuh cinta dengan ilmu komputer saat di Universitas Princeton dan lulus dengan gelar B.S. dalam bidang teknik elektro dan ilmu komputer pada tahun 1986.

Setelah lulus, dia memilih banyak peluang, tetapi dia memilih untuk bekerja di Fitel, sebuah perusahaan teknologi keuangan. Dia bermigrasi ke perbankan dan mendapat pekerjaan di hedge fund D.E. Shaw & Co. Pada saat dia meninggalkan perusahaan itu empat tahun kemudian, dia telah naik ke posisi wakil presiden senior.

Di D.E. Shaw & Co. juga Bezos bertemu calon istrinya, MacKenzie Scott, dan mendapat ide untuk beralih menggunakan world wide web untuk usaha bisnis berikutnya - toko buku online yang dia beri nama Amazon.

Jeef Bezos dan MacKenzie Scott, saat masih menjadi suami istri© Vanity Fair

(Jeef Bezos dan MacKenzie Scott, saat masih menjadi suami istri/Vanity Fair)

Pada 16 Juli 1995, Amazon yang berbasis di Seattle membuka pintu virtualnya dan mulai menjual buku secara online. Bezos sendiri membantu mengemas pesanan dan mengirimkan kotak-kotak itu ke kantor pos untuk pengiriman.

Setelah tumbuh dari awalnya sebagai penjual buku, Amazon berkembang untuk menawarkan banyak produk dan layanan kepada pelanggan di seluruh dunia, yang membantunya melampaui penjualan tahunan U$ 100 miliar dalam waktu singkat. Sehingga, perusahaan itu sempat memiliki valuasi pasar sekitar U$ 1,6 triliun.

Saat saham Amazon naik, begitu pula kekayaan bersih Bezos. Bezos saat ini memiliki  49,9 juta saham Amazon, yang mewakili sekitar 10% dari saham yang beredar. Dia memberi mantan istrinya 19,8 juta saham sebagai bagian dari penyelesaian perceraian mereka. Selain itu, dia telah mencairkan ratusan ribu saham selama sekitar setahun terakhir.

Pada akhirnya, Bezos mengumpulkan kekayaan yang luar biasa — dan kontroversi yang signifikan mengenai berapa banyak dia membayar pekerja dan menyumbang untuk amal — sambil menggunakan Amazon untuk mengganggu hampir setiap industri konsumen.

Bezos meluncurkan proyek berikutnya, Blue Origin, sebuah bisnis yang diarahkan pada penerbangan luar angkasa manusia, pada tahun 2000.

Pada 2013, Bezos menjadi salah satu pemain terbesar di industri berita setelah dia membeli harian The Washington Post seharga U$ 250 juta atau Rp 3,9 triliun.

Pada Maret 2017, Bezos membeli peritel online yang berbasis di Dubai Souq.com seharga U$ 580 juta. Itu memberinya kesempatan untuk memperluas Amazon ke pasar Timur Tengah.

Pada 2017, Bezos juga membeli toko grosir Whole Foods seharga U$ 13,7 miliar, yang membuka jalan bagi Amazon untuk merevitalisasi layanan pengiriman makanannya, Amazon Fresh.

Bezos juga memiliki investasi besar di perusahaan selain miliknya sendiri. Dia memegang setidaknya $1 miliar saham di perusahaan induk Google Alphabet - dia adalah investor pra-IPO. Dia juga berinvestasi di sejumlah perusahaan, termasuk Arrived Homes, Airbnb, Twitter, dan Uber, melalui firma modal ventura pribadinya Ekspedisi Bezos.

Jeff Bezos mengundurkan diri sebagai CEO Amazon pada 5 Juli 2021. Dia memilih hari itu karena alasan sentimental. Bagaimanapun, itu adalah peringatan 27 tahun perusahaan didirikan pada tahun 1994.

Sejak pensiun sebagai CEO Amazon, Jeff Bezos telah menghabiskan lebih banyak waktu mengirim roket ke luar angkasa, termasuk kapal yang tidak hanya menampung miliarder ikonik itu sendiri tetapi juga selebritas. Perusahaannya, Blue Origin, sebelumnya mengirim William Shatner, pemeran Kapten Kirk yang legendaris, serta pembawa acara " Good Morning America" Michael Strahan, ke orbit.

Kini, harta Jeff Bezos dan valuasi Amazon merosot tajam. Masa kejayaan sebagai orang terkaya dunia kini tinggal kenangan. Amazon sebagai e-commerce nomer satu dunia juga mulai goyah. Akhirnya pemecatan jadi jurus pamungkas. Tak hanya 10.000 karyawan dari rencana awal, tapi sudah mencapai 18.000 karyawan. Ini memang jalan yang mudah dan murah. Walau tak menyelesaikan akar masalah sebenarnya. Amazon kini menjadi raksasa Goliat yang sedikit lebih kecil pada tahun 2023. (eha)

Sumber: NDTV, CNBC, New York Times, Bloomberg, Forbes, Fortune, TechCruch, Washington Post, New York Post

Beri Komentar