Pilot Lion Air yang Tampar Staf Hotel, Ditahan Polisi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 10 Mei 2019 10:16
Pilot Lion Air yang Tampar Staf Hotel, Ditahan Polisi
Pria ini menampar pegawai karena tak terima bajunya tidak rapi.

Dream – Pilot Lion Air, Arden Gabriel Sudarto, dilaporkan ke polisi. Arden dilaporkanatas dugaan menganiaya pegawai hotel. Pria berusia 29 tahun ini tak terima bajunya tidak rapi setelah dicuci oleh pihak hotel.

Akhirnya, pilot maskapai berlogo singa terbang ini ditahan di rutan Polrestabes Surabaya sejak Rabu 8 Mei 2019.

Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 10 Mei 2019, Arden ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka di Polrestabes Surabaya.

" Sudah dilakukan penahanan di Rutan Polrestabes Surabaya tadi malam," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

1 dari 5 halaman

Sita Beberapa Barang Bukti

Dalam kasus ini, polisi telah menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, 1 unit flashdisk rekaman CCTV, hasil visum et repertum dan rekam medis dari rumah sakit.

Sebelumnya kasus ini berawal dari viralnya video yang menampilkan seseorang tengah menampar seorang petugas hotel.

Setelah dilakukan penyelidikan, orang yang melakukan penamparan diketahui adalah seorang pilot dari maskapai penerbangan Lion Air.

Pilot tersebut menampar seorang petugas hotel La Lisa Surabaya, diduga lantaran baju yang dilaundri tidak tersetrika rapi. Atas kejadian ini, korban pun melaporkannya ke polisi. 

2 dari 5 halaman

Lion Air Grounded Pilot yang Pukuli Karyawan Hotel

Dream – Lion Air sedang menangani kasus pemukulan yang diduga dilakukan salah satu pilotnya. Dalam video yang viral di sosial media, pria berseragam pilot terlihat memukuli salah satu pegawai hotel di Surabaya, Jawa Timur. Karyawan yang berinisial AG ini mendapatkan sanksi dari perusahaan.

 Lion Air

“ Atas hal itu, Lion Air sudah melaksanakan aturan perusahaannya dengan tidak menugaskan AG sesuai dengan profesinya atau tidak memberikan izin tugas terbang (grounded),” kata Corporate Communications Strategics of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 3 Mei 2019.

Danang mengatakan, Lion Air masih mengumpulkan data, informasi, dan keterangan lain yang dibutuhkan untuk kepentingan investigasi atau penyelidikan lebih lanjut.

Kalau ternyata pilot AG terbukti bersalah setelah keputusan penyelidikan selesai, dia mengatakan Lion Air akan memberikan sanksi yang tegas. Lion Air tak segan memberhentikan yang bersangkutan dari perusahaan.

“ Lion Air sangat patuh menerapkan dan mengutamakan budaya kedisiplinan di semua lini, termasuk perilaku ataupun etika karyawan. Kebijakan ini dalam rangka mengedepankan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first),” kata Danang.

4 dari 5 halaman

Viral Penumpang Balita Disuruh Bawa Bagasi Sendiri, Ini Kata Lion Air

Dream – Maskapai Lion Air membantah kabar viral tentang petugasnya yang telah meminta penumpang cilik membawa barang bawaannya sendiri. Informasi yang beredar menyebutkan kejadian itu berlangsung dalam penerbangan nomor JT-911 rute Bandung-Sumatera Utara. 

Dikutip dari akun Facebook Lion Air, Senin 29 April 2019, kejadian ini berlangsung dalam penerbangan pada 23 April 2019 lalu. Kala itu, petugas handlle menemukan seorang penumpang membawa sembilan barang bawaan.

Maskapai menyebut penumpang melaporkan tiga bagasi tercatat dengan bobot 30 kg dan 4 bagasi kabin. Petugas layanan darat memberikan tanda label kuning pada keempat barang bawaan itu.

“ Berdasarkan kondisi ini, petugas sudah mengawali dengan menyampaikan permohonan maaf kemudian menginformasikan barang bawaan berjumlah sembilan koli melebihi batas yang sudah ditentukan untuk dibawa ke dalam kabin,” tulis maskapai.

Lion Air menyebut setiap penumpang, kecuali bayi, boleh membawa satu bagasi kabin maksimal seberat 7 kg dan satu barang pribadi seperti tas laptop/perlengkapan bayi/bahan bacaan/kamera dan tas jinjing.

Dimensi bagasi kabin tak boleh lebih dari 40 cmx30 cmx20 cm. Untuk kategori anak, ada juga jatah dan diperbolehkan membawa bagasi kabin menurut ukuranstandar.

5 dari 5 halaman

Tindakan yang Ditawarkan Lion Air

Lion Air membantah telah meminta anak-anak membawa bagasinya.

“ Dalam hal ini, barang bawaan yang menjadi hak anak bisa dibawa/diwakilkan oleh pendamping atau jika anak bepergian tanpa pendamping, dapat dibantu bawakan oleh petugas. Petugas Lion Air tidak meminta/menyuruh penumpang kategori anak membawa bagasi sendiri,” tulis maskapai.

Petugas maskapai menyarankan barang bawaan lainnya didaftarkan sebagai bagasi ke dalam kompartemen baasi pesawat. Tapi, penumpang menolak.

“ Situasi ini terjadi di ruang tunggu keberangkatan (waiting room), berlangsung cukup lama dan ketika waktu penumpang terakhir memasuki pesawat (final boarding),” tulis maskapai.

Berikut ini adalah tulisan lengkap pernyataan Lion Air.

“ Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group memberikan informasi resmi mengenai penerbangan nomor JT-911 pada Selasa (23/ 4) yang melayani penerbangan dari Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat (BDO) tujuan Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO) yang memiliki jadwal keberangkatan (schedule time departure) pukul 10.15 WIB, bahwa operasional dijalankan sesuai standar prosedur (SOP).

Klarifikasi Lion Air terkait penanganan enam penumpang dan barang bawaan yang tidak dapat melanjutkan penerbangan JT-911. Saat proses check-in, penumpang melaporkan tiga bagasi tercatat total 30 kg dan empat bagasi kabin. Petugas layanan darat (ground handling) memberikan tanda label kuning (baggage tag) pada keempat barang bawaan tersebut.

Ketika petugas layanan darat menjalankan penanganan (handle) berdasarkan hasil pengamatan (sweeping and profiling) terhadap barang bawaan/ bagasi yang dibawa penumpang, petugas menemukan (actual) sembilan barang bawaan oleh penumpang dimaksud. Berdasarkan kondisi ini, petugas sudah mengawali dengan menyampaikan permohonan maaf kemudian menginformasikan barang bawaan berjumlah sembilan koli melebihi batas yang sudah ditentukan untuk dibawa ke dalam kabin.

Setiap penumpang (kecuali bayi) diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage)maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop/ perlengkapan bayi/ bahan bacaan / kamera/ tas jinjing wanita (hand luggage) ke dalam kabin (hand carry), yang mengikuti aturan berlaku menurut maksimum dimensi bagasi kabin tidak lebih dari 40 cm x 30 cm x 20 cm. Kategori anak (child)usia 2-12 tahun juga mempunyai jatah dan diperbolehkan membawa bagasi kabin menurut ukuran standar. Dalam hal ini, barang bawaan yang menjadi hak anak bisa dibawa/ diwakilkan oleh pendamping atau jika anak bepergian tanpa pendamping dapat dibantu bawakan oleh petugas. Petugas Lion Air tidak meminta/ menyuruh penumpang kategori anak membawa bagasi sendiri.

Oleh karena itu petugas menyarankan barang bawaan lainnya agar didaftarkan sebagai bagasi tercatat (dibagasikan) ke dalam kompartemen bagasi pesawat, namun penumpang menolak atas informasi yang disampaikan petugas. Situasi ini terjadi di ruang tunggu keberangkatan (waiting room), berlangsung cukup lama dan ketika waktu penumpang terakhir memasuki pesawat (final boarding).

Petugas darat lainnya menginformasikan kepada kru pesawat, masih ada penumpang di ruang tunggu yang sedang menyelesaikan kapasitas barang bawaan. Dikarenakan waktu keberangkatan sudah sesuai, penumpang dimaksud tidak segera masuk ke pesawat dan pertimbangan upaya Lion Air menjaga kinerja ketepatan waktu (on time performance), maka pilot sebagai person in command (PIC) memutuskan pesawat pada penerbangan JT-911 tutup pintu (door close) serta bersiap lepas landas.”

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik