Berinvestasi Sekaligus Beramal Lewat Wakaf Saham

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 15 November 2019 10:24
Berinvestasi Sekaligus Beramal Lewat Wakaf Saham
PPPA Daarul Quran merilis produk keuangan untuk memfasilitasi umat berinvestasi sekaligus beramal.

Dream - Kedermawanan menjadi bagian tak terpisahkan dalam Islam. Hal ini diwujudkan dalam sejumlah amalan bernilai ibadah seperti zakat, infak dan sedekah.

Amalan tersebut terdapat dalam Islam sebagai pengingat bagi mereka yang mampu terhadap saudaranya yang membutuhkan. Sehingga, keimanan dapat semakin kuat. 

Saat ini, amalan wakaf tengah digalakkan di tengah umat Islam Indonesia. Sayangnya, banyak umat ragu untuk memilih antara wakaf dengan investasi. 

Menjembatani hal itu, PPPA Daarul Quran meluncurkan produk keuangan syariah yang mencakup wakaf sekaligus investasi. Produk tersebut adalah Wakaf Saham. 

Direktur Utama Daarul Quran, Abdul Ghofur, mengatakan Wakaf Saham menjadi salah satu instrumen PPPA Daarul Quran untuk memberikan manfaat bagi umat.

“ Agar manfaat wakaf bisa dirasakan oleh banyak orang, khususnya bagi mereka yang membutuhkan,” kata Ghofur melalui keterangan tertulis yang diterima Dream.

Dalam pengelolaan Wakaf Saham, Daarul Quran menggandeng Paytren Aset Manajemen dan Samuel Sekuritas. Hasil penghimpunan wakaf saham ini digunakan untuk membangun lembaga pendidikan setara perguruan tinggi, Institut Daarul Quran (Idaqu).

Lembaga pendidikan ini ditujukan kepada para penghapal Alquran dan masyarakat umum, terutama generasi dhuafa.

“ Jadikan wakaf sebagai investasi abadi di akhirat kelak. Sejatinya, harta dunia takkan berguna sedikit pun bagi kehidupan akhirat, kecuali harta digunakan di jalan Allah,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Mengapa Wakaf Saham?

Ghofur mengatakan wakaf saham dipilih karena instrumen keuangan syariah ini memberikan pahala amal yang mengalir. Bahkan, pahalanya terus mengucur meskipun wakif sudah meninggal dunia.

Lagipula, potensinya juga besar. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI), nilai potensi wakaf tanah mencapai Rp2 triliun dengan luas lahan sekitar 420 ribu hektare.

Untuk wakaf uang, nilai potensinya mencapai Rp188 triliun per tahun.

2 dari 4 halaman

Apartemen Model Wakaf Saham, Tiap Bagi Dividen Jadi Sedekah

Dream – Pengelolaan wakaf kini semakin berkembang. Tak hanya dalam bentuk uang tunai, wakaf kita bisa dioptimalkan dalam bentuk wakaf saham. Terobosan baru inilah yang dilakukan Global Wakaf Corporation (GWC) bersama PT Cipta Pilar Persada.

Sebagai holding company yang mengelola aset wakaf produktif, GWC selama ini memfokuskan pada pengelolaan wakaf tunai dan saham. Yang terbaru, perusahaan mengoptimalkan aset wakaf saham dalam bentuk properti berupa apartemen Cordova Edupark.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 16 Mei 2018, pembangunan apartemen telah mulai dilakukan sejak Sabtu, 12 Mei 2018. Pelaksana proyek ini adalah PT Cipta Pilar Persada yang mewakafkan 40 persen sahamnya kepada GWC. 

Presiden Direktur Cipta Pilar Persada, J. E. Robbyantono, menjelaskan, para pemegang saham termasuk GWC nanti akan mendapatkan pembagian deviden setiap tahunnya. 

 Cordoba Ecopark

 

3 dari 4 halaman

Dana Hasil Dividen untuk Para Maukuf Alaih dari Aksi Cepat Tanggap

Dana hasil dividen inilah yang nantinya akan disalurkan untuk para maukuf alaih atau para penerima wakaf. Kali ini para penerima manfaat adalah maukuf alaih dari program-program kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT). 

“ Kalau sekarang, proporsional dengan sekian lembar saham yang pernah kita wakafkan waktu itu, tentu devidennya akan diberikan ke Global Wakaf Corporation dan Global Wakaf Foundation untuk disalurkan ke maukuf alaih,” kata Robbyantono di Semarang, Jawa Tengah.

Imam T Saptono, Presiden Global Wakaf Corporation optimistis profit akan diperoleh tak lama setelah pembangunannya selesai. Dengan begitu, dividen dari saham proyek yang bisa diwakafkan, bisa dikelola dan disalurkan kepada maukuf alaih.

4 dari 4 halaman

Buktikan Korporasi Wakaf Bersifat Visible untuk Dilakukan Secara Finansial

Imam juga berharap proyek ini juga membuktikan korporasi wakaf yang bersifat visible untuk dilakukan secara finansial.

“ Kami juga berharap portofolio wakaf saham ini bisa mendorong pengusaha lainnya untuk mulai mewakafkan usahanya,” kata dia.

 

 

Untuk diketahui, apartemen ini dibangun di lahan seluas 4.697 meter persegi di kawasan Semarang. Investasinya diprediksi mencapai Rp250 miliar. Hingga awal Mei 2018, penjualan unit apartemen ini sudah mencapai 30 persen.

“ Setelah peletakan batu pertama dan proses pembangunan dilanjutkan, diharapkan pasar akan memberikan apresiasi untuk segera berinvestasi apartemen,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie