Pria Tampan Ternyata Sulit Dapat Pekerjaan Ini

Reporter : Ramdania
Sabtu, 19 Desember 2015 16:30
Pria Tampan Ternyata Sulit Dapat Pekerjaan Ini
Penampilan menarik biasanya memudahkan seseorang dalam mendapatkan apapun, termasuk pekerjaan di bidang apapun. Namun, penelitian berbicara lain.

Dream - Sudah bukan rahasia umum jika penampilan yang menarik dapat meningkatkan peluang seseorang dalam segala hal.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penampilan yang menarik memiliki pengaruh terhadap perekrutan dan promosi.

Namun, penelitian terbaru dari UCL School of Management, London, Inggris bertentangan dengan temuan itu. Menurut penelitian mereka, penampilan yang menarik justru dapat menghambat peluang Anda meraih pekerjaan yang menonjolkan kompetisi atau persaingan.

Disebutkan dalam penelitian itu bahwa pria tampan mungkin ditolak untuk pekerjaan yang mengutamakan persaingan tetapi mereka lebih disukai untuk peran yang membutuhkan kerja sama.

Penulis penelitan Sun Young Lee menemukan bahwa pria tampan dilihat sebagai lebih kompeten. Sehingga manajer di tempat kerja yang menonjolkan kerja sama seperti di departemen R & D mempekerjakan kandidat pria tampan.

Demikian pula, di tempat kerja dengan kinerja tim, manajer lebih memilih karyawan pria tampan, karena mereka bisa mempercepat kesuksesan mereka sendiri.

Lain ceritanya jika peran kompetitif dibutuhkan seperti di departemen penjualan. Logika di balik alasan ini adalah bahwa ketampanan memberi sinyal kompetensi sehingga membuat pria tampan terlihat menjadi ancaman bagi rekan-rekan di masa depan.

" Jika pembuat keputusan berharap untuk bersaing, mereka lebih suka mendiskriminasi mereka," kata penulis studi tersebut seperti dikutip dari Emirates 247, Sabtu, 19 Desember 2015.

Lee bersama dengan rekan-rekan penulis dari University of Maryland, London Business School, dan Insead, tidak menemukan efek yang sama bagi perempuan cantik.

" Perempuan yang atraktif tidak dikaitkan dengan kompetensi. Itu karena stereotip fisik berinteraksi dengan stereotip gender.

" Manajer dipengaruhi oleh stereotip dan membuat keputusan perekrutan untuk melayani kepentingan diri mereka sendiri sehingga perusahaan mungkin tidak mendapatkan calon yang paling kompeten," kata Lee.

" Semakin banyaknya perusahaan yang melibatkan karyawan dalam proses perekrutan, poin penting ini perlu perhatian. Kesadaran bahwa perekrutan dipengaruhi oleh hubungan kerja potensial dan kecenderungan stereotip dapat membantu perusahaan meningkatkan proses perekrutan mereka.

" Misalnya, melibatkan perwakilan eksternal yang dapat meningkatkan hasil seleksi karena orang luar cenderung memberikan masukan yang lebih adil. Juga, jika perusahaan bisa membuat manajer lebih akuntabel dalam membuat keputusan, mereka akan kurang termotivasi untuk mengejar kepentingan pribadi dengan mengorbankan perusahaan."

Beri Komentar