Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Ilustrasi
Dream - Program induksi atau orientasi merupakan kesempatan bagi karyawan baru untuk memperlihatkan kinerja, dedikasi, dan kemajuan dalam sebuah perusahaan.
Induksi adalah proses memperkenalkan aspek operasional perusahaan kepada karyawan baru. Terutama yang menyangkut tentang situasi kerja dan kebijakan perusahaan, yang meliputi nilai-nilai, etika atau budaya.
Seperti dikutip dari Entrepreneur, Senin, 23 November 2015, masalah umum yang mengganggu program induksi meliputi pengurusan administrasi yang berlebihan, kegiatan induksi tersisihkan oleh kesibukan manajer, bagian HR yang seharusnya menangani program induksi terputus dari 'bisnis induksi', dan kegiatan induksi tidak relevan atau tidak menarik.
Jadi bagaimana pengusaha bisa memanfaatkan antusiasme dan energi karyawan baru agar menciptakan pengalaman induksi yang mengesankan dan berharga?
Mengelola administrasi yang berlebihan
Dalam beberapa hari pertama, Anda lebih suka karyawan baru menghabiskan waktu menyerahkan dokumen persyaratan kerja dan mengisi formulir? Jelas tidak, tapi itulah yang banyak dialami oleh karyawan baru. Persyaratan administrasi berlebihan mungkin dianggap berat oleh pekerja ekspatriat karena mereka sulit mendapat tempat atau mengawali kerja.
Teknologi dan sedikit perencanaan mungkin bisa mencegah administrasi yang berlebihan. Saat ini banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk mengurus administrasi karyawan baru sebelum hari pertama. Mulai dari mengkompilasi data dan dokumentasi yang dibutuhkan untuk menerbitkan kartu akses karyawan, asuransi, data tunjangan dan sebagainya.
Membina rasa memiliki
Agar karyawan baru memiliki rasa memiliki sejak hari pertama bekerja, karyawan lama bisa membantu dengan mengingatkan tentang kebijakan dan kebiasaan di perusahaan. Karyawan lama juga bisa menjadi contoh model bagi karyawan baru.
Menurut penelitian ditemukan rata-rata 12 persen karyawan baru berhenti kerja dalam tiga bulan pertama. Tetapi dengan membina komunitas yang kuat dan menunjang bagi karyawan baru, perusahaan mampu mengurangi risiko gesekan prematur dan hal-hal yang melemahkan semangat pengusaha dan karyawan.
Hal yang paling penting bagi para karyawan baru adalah hubungan mereka dengan manajer dan tim mereka. Beberapa manajer memperkenalkan karyawan barunya secara menyeluruh kepada kelompok kerja, memberikan kesempatan untuk bersosialisasi dan menghabiskan waktu melakukan pembinaan terhadap mereka.
Pemimpin adalah kunci untuk menjaga rasa memiliki bagi karyawan baru. Dan umumnya, induksi dilakukan melalui peraturan dan prosedur. Tapi jika seorang pemimpin menyempatkan waktu untuk melakukan pembinaan tentang rasa memiliki, maka dedikasi dan loyalitas akan selalu diberikan karyawan baru tersebut.
Melakukan penilaian dari hari pertama
Induksi adalah waktu yang tepat bagi karyawan baru untuk memahami strategi, kebijakan dan kelangsungan perusahaan - dan bagi perusahaan, waktu untuk mulai melakukan penilaian kepada karyawan. Karyawan baru akan belajar melalui presentasi yang tak terhitung jumlahnya, tumpukan dokumen dan jam pelatihan online. Namun, induksi lebih dari itu semua.
Perusahaan yang ingin mengetahui nilai karyawan baru dari hari pertama harus menyediakan lingkungan belajar dan kinerja yang efektif melalui berbagai kegiatan yang direncanakan. Misalnya, alih-alih hanya menciptakan lingkungan yang berjalan apa adanya, karyawan baru dapat dibuatkan sebuah tantangan yang harus diperbaikinya.
Mereka diberi akses ke rekan kerja, pelanggan, pemimpin dan manajer mulai dari awal. Dan yang paling penting, karyawan baru diberikan sebuah platform untuk menunjukkan keahlian mereka dan membangun diri mereka sendiri.
Namun perusahaan harus berhati-hati saat menempatkan karyawan baru untuk melakukan pekerjaan yang memiliki dampak pada perusahaan selama induksi.
Mulai bekerja sesungguhnya
Waktu selama menjalani induksi akan menciptakan ritme kerja sehari-hari. Dan ini adalah saatnya perusahaan menilai apakah yang disajikan selama induksi telah sesuai dengan kenyataan.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A