Lirik Repo Syariah, Bank Muamalat Buat Tonggak Sejarah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 27 Juli 2016 15:13
Lirik Repo Syariah, Bank Muamalat Buat Tonggak Sejarah
Transaksi repo syariah Bank Muamalat dan Bank Bukopin menjadi tonggak sejarah bank syariah bertransaksi dengan bank konvensional.

Dream - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan PT Bank Bukopin Tbk meneken kerja sama transaksi repo syariah. Nilai transaksinya mencapai Rp100 miliar.

" Transaksi ini sebagai tonggak sejarah bank syariah bisa bertransaksi dengan bank konvensional," kata Direktur Bisnis Korporasi, Indra Sugiarto, dalam acara penanandatanganan nota kesepahaman repurchase agreement (Repo) syariah di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu 27 Juli 2016.

Indra mengatakan pada tahun 2015, Bank Indonesia telah menerbitkan aturan tentang transaksi repo syariah. Namun, pada tahun 2016, belum ada satu pun bank yang melakukan transaksi ini.

" Kami merasa terpanggil untuk menggairahkan pasar uang syariah," kata dia.

Lingkup kerja sama ini meliputi dibukanya line transakso repo antara Bank Muamalat dengan Bank Bukopin, menggerakkan volume dan frekuensi perdagangan sukuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di pasar sekunder, dan mendorong pendalaman pasar keuangan.

Selain itu, kerja sama ini juga mengantisipasi kebutuhan likuiditas di industri perbankan syariah dan alternatif liquidity contingency plan yang tidak bergantung kepada limit.

Transaksi repo syariah adalah transaksi penjualan surat berharga syariah oleh peserta pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah (PUAS) kepada peserta PUAS lain yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah dengan janji pembelian kembali untuk jangka waktu sampai dengan setahun.

" Semoga kerja sama bisa me-leverage serta bisa menggerakkan pasar keuangan sekunder. Insya Allah bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," kata dia.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin, Eko R. Gindo, mengapresiasi kerja sama ini. Menurut dia, kerja sama repo syariah ini bisa membantu perbankan syariah untuk mengatasi masalah likuiditas.

" Sekarang, (dengan transaksi ini), pasar keuanga bisa diperluas dan diperdalam," kata dia.

Beri Komentar