Ridwan Kamil dan Pegadaian Gagas Tukar Sampah Jadi Tabungan Haji

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 15 Juli 2019 14:12
Ridwan Kamil dan Pegadaian Gagas Tukar Sampah Jadi Tabungan Haji
Daerah Cikembulan, Pangandaran, Jawa Barat, dipilih sebagai lokasi inisiasi program. Di sana, sampah wisata akan disulap menjadi tabungan emas.

Dream – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan PT Pegadaian (Persero) merintis program tukar sampah menjadi emas di Pangandaran, Jawa Barat. Pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini menyebut tabungan emas ini bisa digunakan untuk tabungan haji.

“ Kerja sama ini dilaksanakan antara Pemprov Jabar bersama PT Pegadaian,” tulis Ridwan Kamil di akun Instagramnya, @ridwankamil, Senin 15 Juli 2019.

Mantan wali kota Bandung ini mengatakan warga Jawa Barat bisa menukar sampah menjadi emas. “ Jika tabungannya sudah 3,5 gram, bisa ada pilihannya didaftarkan untuk berhaji,” tulis dia.

Daerah Cikembulan, Pangandaran, Jawa Barat, dipilih sebagai lokasi inisiasi program. Di sana, sampah wisata akan disulap menjadi tabungan emas.

 

 Masyarakat Pangandaran bisa memilah sampah, lalu menukarnya menjadi tabungan emas.

1 dari 6 halaman

Ini Harga Sampahnya

Masyarakat bisa memilah sampah dan menukarnya ke bank sampah untuk mendapatkan tabungan emas. Harga sampahnya bervariasi berdasarkan jenisnya.

Berikut ini adalah daftar harga sampah yang berlaku di " Bank Sampah Sahate" yang bekerja sama dengan The Gade Cleand and Gold Pegadaian.

1. Kardus: Rp1.300
2. Marga: Rp400
3. Kertas koran: Rp800-1.000.
4. Kertas buram: Rp500
5. Botol bodong: Rp3.500
6. Botol bodong warna: Rp2.300
7. Botol bodong campur: Rp2.300
8. Bodong gelas: Rp5.500
9. Tutup botol: Rp3 ribu. 
10. Plastik campur: Rp1.800
11. Alumunium: Rp13 ribu
12. Besi: Rp2.500
13. Kantong (sak) semen: Rp1.800
14. Botol (sejenis fresh): Rp500
15. Galon (per buah): Rp5 ribu
16. Botol marjan: Rp100
17. Kaleng: Rp1.000
18. Kipas: Rp5 ribu
19. Magic Com: Rp5 ribu
20. Paku: Rp2 ribu.

" Hayu warga Jabar jadikan lingkungan bersih sambil menabung dan beribadah #JabarJuara," tulis Ridwan Kamil.

2 dari 6 halaman

Penjelasan Pegadaian

Kepala Humas Pegadaian, Basuki Tri Andayani, mengatakam program The Gade Clean and Gold ini sudah berlangsung sejak 2018. Melalui program memilah sampah menabung emas, masyarakat bisa menukar sampah yang telah dipilah menjadi tabungan emas.

" Ini merupakan program peduli lingkungan yang bertajuk 'Pegadaian Bersih-Bersih (Bersih lingkungan, bersih hati, bersih administrasi)," kata Basuki ketika dihubungi Dream.

Basuki mengatakan, program memilah sampah menabung emas belum berlaku di semua outlet Pegadaian. Saat ini, baru ada 53 bank sampah di seluruh Indonesia.

" Menunggu jadwal diresmikan di lima lokasi," kata dia.

Basuki mengatakan perusahaan pelat merah ini memiliki produk pembiayaan haji, yaitu Arrum Haji. Dia mengatakan masyarakat bisa mendaftarkan porsi haji dengan menggadaikan emas minimal seberat 3,5 gram.

" Tabungan emas tadi dapat digadaikan dengan produk gadai tabungan emas. Prinsipnya selama punya tabungan emas minimal 3,5 gram, bisa dijadikan jaminan Arrum Haji," kata dia.

3 dari 6 halaman

Ridwan Kamil Beralih Naik Motor Listrik untuk Kendaraan Dinas

Dream – Kendaraan listrik makin gencar dipromosikan. Usai Gesits dan Lincah, ada lagi motor listrik produksi lokal yang diperkenalkan kepada masyarakat.

Motor listrik itu diproduksi oleh PT Arindo Pratama, perusahaan asal Bandung yang mengembangkan motor listrik.

Kuda besi berbahan bakar listrik ini sempat dipromosikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

 

 

Dikutip dari akun Instagramnya, @ridwankamil, Kamis 4 Juli 2019, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini menyebut motor listrik itu akan digunakan untuk menunjang kegiatan sehari-harinya sebagai gubernur.

“ Resmi menggunakan motor listrik untuk kegiatan harian gubernur,” tulis Ridwan Kamil.

4 dari 6 halaman

Nggak Berisik

Saat menguji coba motor tersebut untuk berangkat kerja, Ridwan Kamil menjelaskan jika roda duanya itu tak meninggalkan suara berisik karena tidak memasang knalpot.

Untuk menempuh jarak 80 kilometer, Kang Emil mengisi ulang baterai motor itu selama satu jam. 

Diungkapkan Kang Emil, motor listrik itu sudah mulai diproduksi secara massal di pabrik lokal Arindo. Rencananya, sepeda motor ini akan dihibahkan oleh perusahaan ke sejumlah masjid.

Diharapkan motor listrik itu bisa menjadi alat usaha Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dengan sistem bagi hasil.

“#JabarJuara dengan inovasi. Geng OJOL pada mau nggak, pakai motor tanpa beli bensin lagi?” tulis dia.

Ridwan Kamil mengatakan tahun ini motor listrik masih difokuskan untuk masjid-masjid dan desa-desa. Tahun depan, ada kemungkinan roda dua itu sudah bisa dibeli untuk umum.

      View this post on Instagram

‪Resmi menggunakan motor listrik utk kegiatan harian gubernur. Karya inovasi dan produksi lokal warga jawa barat yang membanggakan. Gak ada bunyi sama sekali karena gak ada lagi knalpot. Charging 1 jam cukup utk 80 km. Sudah mulai diproduksi massal di pabrik lokal ARINDO. Bulan depan akan dihibahkan oleh perusahaan tersebut ke masjid2 sbg alat usaha DKM dgn sistem bagi hasil. #JabarJuara‬ dengan inovasi. Geng OJOL pada mau gak, pake motor tanpa beli bensin lagi? SELAMAT DATANG MASA DEPAN.

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on 

5 dari 6 halaman

Warganet Penasaran

Unggahan ini membuat warganet bertanya-tanya tentang motor listrik itu. Ada yang bertanya tentang baterai listrik sampai tempat pengisian daya baterai motor.

“ Tempat charging di tempat umum sudah disediakan belum Pak Gubernur? Jangan lupa give away-nya Pak Gubernur,” tulis @rizalnurfazri_.

“ Servicenya kalau rusak ke mana, Pak,” tulis @luckydeka.

 

 

Ada juga yang was-was dengan suara motor yang lembut. Dikhawatirkan pengendara di depan tak tahu bahwa ada kendaraan lain di belakangnya.

“ Jika tak ada bunyi, kadang-kadang bisa membuat was-was, Pak. Pengendara yang di depan tidak tahu kalau ada kendaraan di belakangnya. Terkadang bunyi jadi indikator jika ada kendaraan di sekelilingnya,” tulis @agus_ramelan.

6 dari 6 halaman

Bos Pegadaian: Kami Ibarat Gadis Cantik

Dream - PT Pegadaian (Persero) menyebut banyak yang berminat dengan perusahaan ini. Alasannya, kinerja keuangan perusahaan terbilang stabil.

 Bos Pegadaian: Kami Ibarat Gadis Cantik

" Pegadaian itu (ibarat) gadis cantik," kata Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto, di Jakarta, Rabu 25 April 2019.

Dia mengatakan, fintech juga melirik Pegadaian. Perusahaan pelat merah ini memiliki potensi yang menggiurkan. Misalnya, aset sebesar Rp52,8 triliun pada 2018, lebih besar dari 2017 yang hanya Rp48,7 triliun.

Jumlah konsumennya mencapai 10,6juta orang pada 2018, naik 1,4 juta dari 2017. " Kami memiliki data base yang luar biasa," kata dia.

Belum lagi, tambah Kuswiyoto, Pegadaian mengantongi laba bersih Rp2,8 triliun pada 2018. Jika dibandingkan dengan 2017 yang sebesar Rp2,5 triliun, labanya naik Rp300 miliar.

" (Keuangan kami) stabil. Ada produk-produk baru yang siap di-launching," kata dia.

Beri Komentar
Lebih Dekat dengan Tiffani Afifa, Dokter Cantik Juara Kpop World Festival