Minim Sentimen Lokal, Indeks Syariah Tak Bergairah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 29 Januari 2019 16:41
Minim Sentimen Lokal, Indeks Syariah Tak Bergairah
Penguatan saham infrastruktur dan industri aneka tak cukup kuat menahan pelemahan perdagangan.

Dream - Indeks syariah masih belum pulih di pekan terakhir Januari 2018. Bergerak tanpa dukungan sentimen positif yang datang, tiga indeks acuan saham syariah malah didera kabar kurang sedap dari pasar keuangan.

kurs rupiah yang bertekuk lutut pada dollar AS semakin mendorong investor menjauh dari lantai bursa. Sentimen global dari pertumbuhan ekonomi China ikut mendera pemodal. 

Pada penutupan perdagangan harian, (BEI), Jakarta,  Selasa 29 Januari 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hanya bergerak bertahan di zona hujan selama 45 menit usai pembukaan perdagangan. Dibuka menguat di level 192,716, ISSI mengakhiri sesi perdagangan dengn koreksi 0,622 poin (0,32%) ke level 191,527.

ISSI sempat menguat di posisi tertingginya di 192,716 di menit ke-25 usai bel tanda perdagangan saham dibuka.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut merosot 2,769 poin (0,38%) ke level 716,119. Sedangkan Indeks JII70, melorot 0,955 poin (0,39%) ke level 239,955.

Tanpa sentimen positif yang menyapa pelaku pasar, lantai bursa otomatis minim transaksi beli investor. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 22,232 poin (0,34%) ke level 6.436,480.

1 dari 1 halaman

Sektor Perdagangan Paling Terkoreksi

Minimnya sentimen positif membuat investor melepas sahamnya, terutama di sektor perdagangan, properti, dan pertanian. Ketiga indeks ini terjun 1,25 persen, 0,98 persen, dan 0,88 persen.

Hanya ada dua indeks yang menguat, yaitu infrastruktur sebesar 0,63 persen dan industri aneka 0,18 persen.

Investor lebih suka bermain saham JECC sehingga harganya melesat Rp1.050 dan menjadi top gainer emiten syariah. Penguatan saham ini diikuti oleh BYAN sebesar Rp700, INAF Rp215, SHID Rp200, dan TGKA Rp200.

Harga saham UNTR turun Rp650, CPIN Rp400, ITMG Rp275, LPPF Rp275, dan INPP Rp235.

Dari pasar uang, rupiah melemah tipis. Pada pukul 16.02, kurs dolar AS terangkat 67 poin (0,47%) ke level Rp14.138 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar
Dari Jakarta Hingga Bekasi, Ini Situasi Pemukiman yang Terkena Dampak Banjir