Sambut Hari Cuci Tangan Sedunia 2022, Yuk Ajak Anak Jadi #JuaraCuciTangan di 5 Momen Penting Ini

Reporter : Iwan Tantomi
Kamis, 17 November 2022 16:41
Sambut Hari Cuci Tangan Sedunia 2022, Yuk Ajak Anak Jadi #JuaraCuciTangan di 5 Momen Penting Ini
Penasaran seperti apa keseruannya? Yuk, cari tahu informasi selengkapnya berikut ini!

Menerapkan hidup bersih memang perlu dibiasakan sejak dini kepada anak-anak. Salah satunya dengan mengajak buah hati terbiasa mencuci tangan pakai sabun. Sebab, lewat kebiasaan sederhana tersebut, ia dapat senantiasa menjaga kebersihan tangannya dari kuman penyakit, terutama setelah beraktivitas, sehingga kesehatannya pun turut terjaga.

Bicara soal mencuci tangan pakai sabun, baru-baru ini Lifebuoy meluncurkan kampanye #JuaraCuciTangan untuk menggalakkan edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di 5 Momen Penting. Kampanye tersebut diluncurkan untuk menyambut Hari Cuci Tangan Sedunia 2022 sekaligus Piala Dunia FIFA 2022.

Menariknya, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui medium yang digemari oleh jutaan anak Indonesia, yaitu olah raga sepak bola. Penasaran seperti apa keseruannya? Yuk, cari tahu informasi selengkapnya berikut ini!

1 dari 4 halaman

Mengajak Sejumlah Pelatih dan Pemain Tim Sepak Bola Nasional

Lifebuoy© Lifebuoy

Dalam kampanye ini, Lifebuoy merangkul sejumlah pelatih dan pemain tim sepak bola nasional dan ribuan siswa/i Sekolah Dasar di Jabodetabek untuk menyiapkan anak Indonesia menjadi agen perubahan yang dapat menyebarluaskan pentingnya CTPS di lingkungan mereka masing-masing.

Saat ini kesadaran untuk mematuhi pedoman CTPS masih harus ditingkatkan. Data BPS 2021 menunjukkan bahwa bahkan di tengah pandemi, hanya 75,38% masyarakat yang menunjukkan kesadaran untuk mematuhi pedoman CTPS, artinya masih diperlukan edukasi berkelanjutan untuk menjadikan CTPS sebagai prioritas dalam kebiasaan sehari-hari.

Cuci Tangan Pakai Sabun Jadi Modal Utama Penunjang Kesehatan

Menurut Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia, peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia adalah momen yang sangat tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun sebagai salah satu modal utama dalam menunjang kesehatan. Terlebih di tengah pandemi COVID-19, kebiasaan CTPS telah terbukti menjadi perilaku sederhana yang memiliki dampak luar biasa dalam pencegahan penyakit menular.

“ Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menyebarluaskan edukasi CTPS sebagai salah satu pilar penting di dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Untuk itu, kami mengapresiasi Unilever Indonesia yang konsisten menggelar berbagai program edukasi kebiasaan CTPS sejak dini secara berkelanjutan. Mari kita wujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan membudayakan CTPS,” imbuhnya.

2 dari 4 halaman

Pentingnya Edukasi CTPS di 5 Momen Penting, Apa Saja?

Lifebuoy© Lifebuoy

Sementara Kevin Stefano, Senior Brand Manager Lifebuoy, PT Unilever Indonesia, Tbk. menanggapi, “ Lifebuoy memiliki purpose menjadi sahabat keluarga dalam memberikan perlindungan dari kuman dan menjaga agar anak tidak mudah jatuh sakit. Untuk itu, sejak 2004 Lifebuoy telah memberikan rangkaian edukasi berkelanjutan dan fasilitas CTPS yang memadai, di mana salah satu agenda yang rutin kami lakukan adalah menyebarluaskan edukasi pentingnya CTPS di 5 Momen Penting melalui peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia yang kami rayakan setiap tahunnya.”

Dengan kembalinya anak-anak beraktivitas di luar rumah seperti ke sekolah atau bermain, mereka menjadi rentan untuk terkena penyakit. Melalui penanaman kebiasaan CTPS, maka orang tua telah memberikan modal penting bagi anak untuk tidak hanya melindungi kesehatannya sendiri, namun juga orang-orang di sekitarnya.

Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan, “ Dengan menanamkan CTPS, kita bisa mencegah penularan COVID-19 yang saat ini masih terjadi, meskipun angka kematian sudah sangat menurun. Selain itu, CTPS juga dapat membantu mencegah penyakit-penyakit menular yang lain. Adapun 5 Momen Penting untuk CTPS adalah: sebelum makan, setelah bermain, setelah batuk atau bersin, setelah dari toilet, dan ketika pulang ke rumah. Mari budayakan kebiasaan ini, terutama untuk anak-anak.”

3 dari 4 halaman

Perkuat Pesan CTPS di 5 Momen Penting dengan Kampanye #JuaraCuciTangan

Lifebuoy© Lifebuoy

Menyadari bahwa menanamkan kebiasaan baik pada anak harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan, setiap tahunnya Lifebuoy merayakan Hari Cuci Tangan Sedunia melalui tema-tema yang menarik dan relevan bagi anak. Melanjutkan kampanye " C untuk Cuci Tangan"  yang diangkat tahun lalu, tahun ini Lifebuoy menghadirkan kampanye #JuaraCuciTangan untuk terus memperkuat pesan CTPS di 5 Momen Penting melalui sepak bola; olah raga yang digemari 77% masyarakat Indonesia dari berbagai usia, termasuk anak-anak.

Kegemaran anak Indonesia terhadap sepak bola antara lain terlihat dari fakta bahwa setidaknya ada 1.978 Sekolah Sepak Bola yang tersebar di 33 provinsi, dan jumlahnya dipercaya akan terus meningkat. “ Lifebuoy melihat bahwa edukasi CTPS melalui sepak bola sangat tepat dilakukan. Melalui kegemaran terhadap sepak bola, anak-anak dapat mempelajari nilai-nilai yang dapat membantu mereka lebih mudah memahami dan mempraktekkan pentingnya kebiasaan CTPS di 5 Momen Penting, jelas Kevin.

4 dari 4 halaman

Banyak Hal Penting yang Bisa Dipelajari Anak Lewat Sepak Bola

Lifebuoy© Lifebuoy

Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi., Psikolog Klinis sekaligus Pengurus Pusat Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia menanggapi, “ Melalui sepak bola, anak belajar untuk disiplin dan konsisten berlatih agar bisa menjadi juara. Jika dihubungkan dengan kebiasaan CTPS, anak jadi terbiasa untuk lebih disiplin dan konsisten membersihkan diri sebagai ritual yang tidak terlepaskan dari bermain sepak bola. Selain itu, sepak bola juga mengajarkan anak tentang pentingnya teamwork untuk mencapai tujuan. Terkait kebiasaan CTPS, anak jadi memahami pentingnya kerja sama dalam saling mengingatkan teman atau anggota keluarga agar rutin mencuci tangan sehingga tujuan bersama dapat tercapai, yaitu untuk terhindar dari penyakit.”

Demi menyebarluaskan kampanye ini, Lifebuoy menggelar rangkaian kegiatan secara online maupun offline. Sebagai langkah awal, Lifebuoy menciptakan yel-yel CTPS ala sepak bola yang disebarluaskan oleh 5 KOL anak yang mewakilkan figur #JuaraCuciTangan, yaitu: Arjuna Zayan Sugiono, Ryshaka Dharma Situmeang, Abimanyu Praja Soesetyo, Dia Sekala Bumi, dan Kenji Zizou Bachdim. Melanjutkan semangat mereka, Lifebuoy mengajak ribuan siswa/i Sekolah Dasar di Jabodetabek untuk mengirimkan video tentang cara kreatif menerapkan CTPS di 5 Momen Penting.

Setelah melalui proses seleksi, mereka yang mengirimkan video paling kreatif hari ini mendapatkan coaching clinic dari Coach Bima Sakti dan Kim Kurniawan. Di kegiatan ini, anak-anak tidak hanya diajarkan teknik dan taktik bermain bola, namun juga keutamaan CTPS di 5 Momen Penting. Agar anak-anak peserta coaching clinic dapat menyebarluaskan pengetahuan yang mereka dapat dengan lebih mudah, Lifebuoy membagikan booklet berisi teknik-teknik dasar sepak bola disertai edukasi tentang CTPS di 5 Momen Penting.

Coach Bima pun berbagi antusiasmenya, “ Upaya Lifebuoy untuk menyebarluaskan edukasi cuci tangan pakai sabun melalui olah raga sepak bola adalah hal yang unik dan patut untuk didukung. Saya percaya coaching clinic ini mampu menginspirasi anak-anak untuk tidak hanya menjadi atlet sepak bola berprestasi, namun juga lebih peduli dengan kebersihan dan kesehatan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun.”

Lifebuoy© Lifebuoy

Menanggapi hal tersebut, Kim Kurniawan mengungkapkan, “ Disiplin adalah modal utama yang harus dimiliki seorang atlet, termasuk dalam menjaga kesehatan. Selain itu, teamwork juga menjadi modal bagi saya dan tim untuk meraih kemenangan. Kami saling menjaga kekompakan dan memastikan bahwa setiap pemain bisa memberikan performa terbaik di lapangan dengan kondisi yang prima. Untuk itu, kami selalu bekerja sama untuk saling mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, termasuk dengan rutin mencuci tangan. Pengalaman inilah yang salah satunya akan saya tekankan untuk menginspirasi anak-anak peserta coaching clinic hari ini.”

Anna Surti Ariani berpendapat, “ Ada beberapa hal yang bisa dicapai melalui coaching clinic ini. Pertama adalah peer to peer learning, dimana anak-anak bisa saling belajar atau mengajarkan satu sama lain dalam lingkungan dan situasi yang mereka sukai. Selanjutnya, berbekal pengalaman yang menyenangkan ini akhirnya anak-anak bisa menjadi agent of change untuk menyebarluaskan apa yang mereka pelajari ke orang-orang di sekitar mereka, termasuk tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.”

Menariknya lagi, rangkaian kegiatan coaching clinic ini akan direplikasi ke 5 kota lainnya, yaitu Bandung, Solo, Semarang, Bali, dan Medan hingga 2023 mendatang. Kevin pun berharap agar seluruh rangkaian kampanye ini akan mampu menginspirasi sebanyak mungkin anak Indonesia untuk menjadi #JuaraCuciTangan di 5 Momen Penting dan bertindak sebagai agen perubahan bagi lingkungan di sekitar mereka.

Tunggu apa lagi, segera ikutan kompetisi #JuaraCuciTangan dari Lifebuoy sekarang juga. Setiap orang tua bisa mengirimkan video kreatif anaknya dalam menerapkan CTPS. Jika beruntung, mereka pun berkesempatan mendapatkan coaching clinic yang diberikan Lifebuoy bersama Bima Sakti hanya sampe 30 November!

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More