Indeks Syariah Masih Loyo, 3 Sektor Ini Turun Paling Tajam

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 17 Juni 2019 16:53
Indeks Syariah Masih Loyo, 3 Sektor Ini Turun Paling Tajam
saham sektor ini paling terkoreksi.

Dream - Tekanan jual masih belum menjauh dari pasar modal Indonesia. Dengan posisi indeks saham yang menutup gap usai naik tinggi pasca sentimen peringkat S&P, investor menahan diri masuk lantai bursa. 

Aksi pemodal ini membuat sejumlah indeks saham berguguran di perdagangan awal pekan, Senin, 17 Juni 2019. Investor juga enggan melantai karena sentimen negatif dari bursa saham dunia. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini menjalani sesi perdagangan dengan lebih banyak bergerak di zona merah usai dibuka melemah ke level 182,650 di sesi pra-pembukaan. ISSI hanya bisa naik tipis di satu menit usai sesi pembukaan ke level 182.783.

Selebihnya, ISSI bergerak di zona merah dan terjatuh ke level 180,781 atau tutun 1,984 poin (1,08%) di sesi  penutupan perdagangan. 

Laju ISSI masih lebih baik dibandingkan dua indeks saham acuan lainnya. Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), langsung terpeleset di awal sesi perdagangan dan terkoreksi 9,269 poin (1,38%) ke level 660,838 di sesi penutupan.

Sementara Indeks JII70 terpangkas 3,114 poin (1,4%) ke level 219,277.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak bisa melawan sentimen negatif usai turun 59,740 poin (0,96%) ke level 6.190,525.

1 dari 1 halaman

Indek Sektor Industri Dasar Terkoreksi

Sentimen ini membuat investor melepas saham-sahamnya di hampir sebagian besar indeks sektoral. Yang paling banyak terjadi di sektor industri dasar, manufaktur, dan barang konsumsi.

Ketiga indeks sektoral ini merosot masing-masing sebesar 1,83 persen, 1,34 persen, dan 1,29 persen.

Penguatan indeks sektor pertanian sebesar 0,45 persen tak berpengaruh banyak terhadap perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SILO yang harga sahamnya meningkat Rp390, GMTD Rp300, TCPI Rp300, POLL Rp250, dan INTP Rp150.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah TGKA Rp750, FIRE Rp425, MNCN Rp325, CPIN Rp320, dan INDR Rp300.

Pada 16.20, sentimen global ini justru berpengaruh positif terhadap rupiah. Nilai tukar rupiah menguat 57 poin (0,39%) ke level Rp14.268 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar
Reaksi Mainaka yang Bikin Nia Ramadhani Menangis