7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Time.com)
Dream - Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi pegawai di kawasan Asia Pasifik dalam bahaya. Lebih dari separuh atau 61 persen pekerja di kawasan ini mengaku tetap bekerja meski sedang berakhir pekan.
Lebih mengenaskan lagi, para pegawai tak bisa menghentikan rutinitas kerjanya bahkan ketika waktu bersama keluarga maupun liburan.
Mengutip temuan terbaru Visa Affluent Survey 2015 dengan 4.000 responden dari 8 negara Asia Pasifik, India merupakan negara yang memiliki penduduk dengan saat liburan paling sedikit. Lebih dari 52 persen penduduknya tetap bekerja meski hari libur.
Disusul Singapura sebesar 45 persen, dan Tiongkok 43 persen. Tercatat hanya 12 perse responden yang mengaku benar-benar menikmati hari libur atau waktu bersama keluarga selama setahun yang lalu.
Di Indonesia, sebanyak 18 pegawai pria mengaku masih bekerja meski tengah berakhir pekan. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan pegawai wanita dengan porsi 17 persen dari responden.
Selama libur bersama keluarga, responden mengaku tak bisa lepas dari kiriman pesan email kantor maupun tugas-tugas tertentu.
Sebanyak 83 persen pekerja di Indonesia bahkan masih mengecek email kantor selama bekerja. Lebih banyak dari Hong Kong sebesar 79 persen dan Jepang 77 persen.
Tak heran, sebanyak 54 persen kalangan berduit di Asia Pasifik kini mulai menggunakan jasa asisten. Bahkan di Indonesia, 66 persen pekerja dengan pendapatan tinggi menggunakan jasa seperti itu.
Para asisten ini biasanya menawarkan jasa bagi orang yang tak ingin kehilangan waktu berkualitas bersama keluarga. Mulai dari pertemuan keluarga hingga reservasi restoran bisa dilakukan lewat jasa ini. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?