Kisah Sukses Bisnis Lewat `Perusahaan Religius`

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 14 April 2016 09:45
Kisah Sukses Bisnis Lewat `Perusahaan Religius`
Konsep ini juga disebut-sebut bisa membawa berkah bagi pengusaha yang menerapkannya,

Dream - Pengusaha mengaku mendapatkan manfaat dari penerapan spiritual company. Ada yang mendapatkan kemudahan berusaha dan ada pula yang mendapatkan rezeki yang tak terduga.

Lalu, apa itu spiritual company?

Spiritual company ini adalah suatu konsep di mana perusahaan menerapkan nilai-nilai spiritual dalam menjalankan usahanya. Dalam hal ini, Ustaz Yusuf Mansur mengatakan peran Allah diikutsertakan dalam kehidupan berbisnis.

" Spiritual company itu menjadikan Allah sebagai best strategic partner," kata Yusuf dalam acara Corporate Gathering PPPA Daarul Quran: Membangun Spiritual Company di Financial Club Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu 13 April 2016.

Dengan menerapkannya, nilai-nilai agama semakin dikedepankan dalam menjalankan perusahaan. Misalnya, menerapkan aturan menunaikan salat wajib tepat waktu.

Yusuf sendiri mengaku prihatin dengan perbedaan perlakuan perusahaan ketika menyambut tamu penting perusahaan dengan menyambut panggilan Allah untuk salat. Dia mengambil contoh, karyawan bank seringkali menghentikan aktivitas ketika menyambut kedatangan pimpinan bank. Akan tetapi, mereka tidak menghentikan pekerjaan untuk salat ketika azan berkumandang.

" Masak sih perlakuan kita begitu (kepada Allah)?" kata dia.

Yusuf melanjutkan, spiritual company membawa dampak positif bagi perusahaan yang menerapkannya. " Ada ketenangan (yang dirasakan perusahaan) dan juga Insya Allah ada keberkahan," kata dia.

Ucapan ini bukanlah isapan jempol belaka. Ada pengusaha yang merasakan manfaat dari penerapan spiritual company. Pemilik " Ayam Bakar Mas Mono" , Agus Pramono, menerapkan beberapa aturan terkait beribadah bagi karyawan muslim. Menutup outlet saat waktu salat Jumat tiba dan absensi karyawan dengan salat dhuha adalah salah satu kebijakannya.

Dengan penerapan itu, pria yang akrab dipanggil Mas Mono ini mendapatkan manfaat berupa karyawan yang lebih loyal, kemudahan dalam membuka cabang, dan omzet yang meningkat.

Tak hanya itu, pengusaha lainnya yang juga merasakan manfaatnya adalah Budi Harta Winata, pemilik PT Artha Mas Graha Andalan. Pemilik pabrik konstruksi baja ini mewajibkan seluruh karyawannya yang beragama Islam untuk menunaikan salat wajib secara berjamaah dan karyawatinya mengenakan jilbab.

Hasilnya? Budi menyebut budaya salat berjamaah di perusahaannya pun terbentuk. Tak hanya itu, dia juga mengaku selama mendirikan usahanya, karyawannya tidak pernah melakukan aksi demo. Dia pun juga mengaku bisnisnya semakin berkembang setelah konsep spiritual company dijalankan.

Selain menerapkan aturan salat wajib berjamaah, Budi juga menerapkan aturan sedekah omzet setiap tanggal 1 Januari di tokonya. Saat pertama kali diterapkan, sedekah omzet menimbulkan keberatan dari berbagai pihak, termasuk istrinya. Istrinya malah meminta hanya sebagian omzet yang disedekahkan, tapi Budi meminta seluruhnya. Saat pertama kali diterapkan, omzet yang diperoleh toko distributor baja miliknya sekitar Rp13 juta. Tapi, apa yang terjadi, Budi mendapatkan balasan yang nilainya sepuluh kali dari nilai sedekahnya omzetnya.

" Lalu, besoknya, ada orang yang membeli baja saya. (Nilai pembeliannya) mencapai Rp150 juta," kata dia.

Beri Komentar