Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sukuk Daerah Bisa Digunakan Untuk Alternatif Pembiayaan Daerah.
Dream – Pembangunan daerah tak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Dengan semakin tingginya tuntutan pembangunan di daerah, pemerintah lokal diharapkan mulai berpikir untuk mencari sumber pendanaan baru.
Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan, Suminto, menilai pemerintah daerah bisa mempertimbangkan penerbitan surat utang syariah (Sukuk) sebagai salah satu alternatif sumber pembiayaan.
“Sukuk daerah atau obligasi daerah perlu dipertimbangkan untuk mengatasi keterbatasan anggaran dalam mendorong akselerasi pembangunan daerah,” kata Suminto dalam “Seminar Nasional: Mencari Sumber Alternatif Pembiayaan Daerah yang Berbasis Syariah” di Jakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 4 April 2017.
Suminto menegaskan penerbitan sukuk daerah bukan bertujuan mendorong daerah-daerah berutang. Sumber pembiayaan alternatif ini dibuat agar pembangunan daerah dan nasional bisa sejalan sesuai dengan rencana pembangunan nasional, baik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Menurut Suminto, sukuk merupakan instrumen yang menggunakan pendekatan investasi daripada utang. Tapi, lanjutnya, upaya sosialisasi lebih mendalam lebih dibutuhkan kepada para pemangku kebijakan di daerah dalam aplikasinya.
Sementara itu, Ketua Program Pascasarjana Univesitas Paramadina, Handi Risza Idris, menggarisbawahi perlunya pemikiran baru terkait pengelolaan keuangan negara dan daerah. Handi mengatakan kini saat yang tepat untuk meninjau ulang atau merevisi dasar kebijakan pengelolaan keuangan negara dan daerah.
“Terobosan menggunakan sukuk daerah dapat menjadi alternatif yang sangat potensial meskipun membutuhkan kesiapan daerah berupa regulasi dan budaya pengelolaan daerah yang lebih baik,” kata dia.
Handi mengatakan sukuk daerah bisa memberikan manfaat, seperti anggaran yang tepat guna, transparansi, dan akuntabilitas. Instrumen keuangan syariah ini juga bisa memberikan pengawasan pengelolaan anggaran yang lebih baik dari pemerintah daerah.
Sementara Dosen Fakultas Bisnis Universitas Indonesia, Dodik Siswantoro, menilai proses reformasi administrasi yang dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz sebagai salah satu model yang bisa diteliti oleh pemerintah daerah. Corak instrumen-instrumen keuangan publik dalam ekonomi Islam yang menempatkan kelompok masyarakat kecil sebagai objek pertama dan utama pembangunan ekonomi, menjadi salah satu pelajaran yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan anggaran pemerintah.
“Pengelola keuangan daerah perlu mengambil inspirasi dan belajar dari penerapan model kebijakan fiskal Islam dalam konteks kontemporer,” kata dia.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari