Direktur Utama Surya Cipta Media, Sutanto Hartono Saat Menerima Penghargaan Bisnis Indonesia Award 2021
Dream - Perusahaan media, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menyabet penghargaan sebagai emiten terbaik sektor media dan hiburan di ajang Bisnis Indonesia Award (BIA) 2021.
Penghargaan BIA yang rutin digelar setiap tahun ini diselenggarakan Bisnis Indonesia Group sebagai bentuk penghargaan kepada perusahaan terbaik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Di tahun ini, BIA 2021 mengangkat tema “ Growth in Pandemic”.
Direktur Utama PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), Sutanto Hartono mengapresiasi dewan juri atas terpilihnya PT Surya Citra Media Tbk sebagai emiten terbaik di penghargaan Bisnis Indonesia Award 2021.
" Penghargaan ini tentunya memberikan dorongan bagi kami semua untuk terus melanjutkan proses transformasi," kata Sutanto dalam Pengumuman Bisnis Indonesia Award 2021 - Growth in Pandemic, Rabu, 15 September 2021.
Menurut Sutanto, perseroan sejak beberapa tahun terakhir mulai agresif mengembangkan produksi konten di berbagai platform media di bawah Surya Citra Media. Sebelumnya SCM lebih dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang media pertelevisian melalui SCTV dan Indosiar.
" Kami secara agresif kembangkan kemampuan untuk memproduksi berbagai konten di berbagai platform media. Serta mengembangkan berbagai aset digital termasuk publishing dan platform OTT Vidio.com yang telah jadi OTT terbesar di Indonesia,” kata dia.
Tak lupa Sutanto memberikan apresiasi khusus kepada seluruh pemirsa, pengguna, dan pelanggan semua platform di bawah Surya Citra Media.
Sebelumnya manajemen PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) optimistis kinerja 2021 bakal lebih baik dibandingkan 2020. Salah satunya disebabkan dukungan kondisi pemulihan ekonomi setelah adanya program vaksinasi COVID-19 dan strategi perseroan untuk mengadopsi digitalisasi.
Di kuartal I-2021, PT Surya Citra Media Tbk melaporkan pendapatan bersih Rp 1,40 triliun atau tumbuh 7,6 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,30 triliun. Perolehan pendapatan itu mendorong laba periode berjalan naik 6,4 persen menjadi Rp 349,07 miliar.
Kinerja kuartal I-2021 tersebut lebih baik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pada Maret 2020 terjadi penurunan karena pandemi COVID-19 dan berlanjut hingga kuartal II-2020. Pemulihan mulai terlihat di kuartal III hingga kuartal IV 2020.
Lebih jauh, Sutanto mengakui pandemi COVID-19 turut mendorong kenaikan adopsi digitalisasi. Seiring menjalankan bisnis televisi konvensional dan parabola, perseroan juga aktif mengembangkan platform digital.
" Kami juga aktif kembangkan platform digital milik KLY dengan berbagai portalnya dan Vidio. Kami melihat terjadi adopsi signifikan progress sepanjang pandemi dengan penggunaan vidio makin tinggi. Pandemi COVID-19 berlalu adopsi digital lifestyle akan terus meningkat," kata dia.
(Sumber: Liputan.com)
Advertisement
Dari Ring Tinju, Pekan Ini Manny Pacquiao Masuk Kabinet Filipina

Tumpukan Sampah Acara Ideafest 2026 Ternyata Diolah dengan Ekonomis

Ideafest 2026, Serunya Eksplorasi Ide di Rumah Indofood

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9

Dari Ring Tinju, Pekan Ini Manny Pacquiao Masuk Kabinet Filipina


SARGA.CO Perluas Gaung Pacuan Kuda Indonesia Lewat Indonesia’s Horse Racing