Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dulu Dibully, Sekarang Jadi Dosen Di Usia Muda (Foto: TikTok @alano_1010)
Dream – Seperti cerita di film atau sinetron, seorang pemuda yang menjadi korban perundungan saat duduk di bangku Sekolah Dasar membuktikan kesuksesan hidupnya. Sempat disebut bodoh karena tak bisa membaca, bocah kecil itu menjelma menjadi seorang dosen.
Harus diakui perundungan di masa sekolah memang masih banyak terjadi. Sesuatu yang dianggap candaan berupa ejekan ternyata bisa meninggalkan bekas yang mendalam kepada korban. Beruntung mereka yang bisa bangkit dan membuktikan semua ejekan tersebut tidak benar.
Kepercayaan diri inilah yang kembali bangkit dalam sebuah cerita yang diunggah pemilik akun TikTok @alano_1010 ini. Dia mengaku menjadi korban perundungan saat duduk di bangku SD kelas 1.
Tak menyebutkan siapa pihak yang merundungnya, pemilik akun ini mengaku pernah dilempar batu karena dianggap bodoh ketika tak bisa membaca.
Untuk mengetahui kisah selengkapnya, berikut sebagaimana telah dilansir oleh Dream melalui akun TikTok @alano_1010.

Melalui sebuah video yang dibagikan oleh akun TikTok @alano_1010, seorang pria menceritakan masa kecilnya yang dilalui dengan banyak perundungan. Saat masih duduk di bangku SD, ia pernah dilempar batu karena dianggap bodoh tidak bisa membaca.
“ Kelas 1 SD dilempar pakai batu karena bodoh gak bisa membaca,” tulis keterangan di video tersebut.
Karena mendapatkan perlakukan buruk dalam waktu yang lama semasa di SD, pria ini memutuskan untuk pindah sekolah. Dan ia pun bisa bertahan di sekolah SD yang baru tersebut selama lima tahun.
“ Pindah sekolah karena kena bully di SD lama,” tulis di video.
“ Bertahan 5 tahun di SD yang baru,” tambahnya.
Saat naik ke bangku SMP, perlakuan buruk kembali diterima oleh si pria. Kali ini perundungan bahkan sampai ke tingkat body shamming. Dia diejek karena posisi giginya yang maju.
“ Ketika SMP adalah bully an yg paling menyakitkan. Salah satunya adalah karena gigi maju,” tulis di video.

Setelah menamatkan sekolah SMP-nya, pria ini pun bertekad untuk belajar dengan giat agar nanti bisa lulus mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
“ Ketika SMA belajar yang giat agar bisa lulus SNMPTN dan dapet beasiswa,” tulis di video.
Namun, di masa-masa remajanya itulah, di mana ia juga sedang merasakan rasanya jatuh cinta, namun tak sesuai dengan apa yang ia harapkan. Ia menyukai seorang wanita, tetapi justru malah ditolak oleh wanita tersebut.
“ Pernah ditolak cewek juga,” tulis di video dengan emotikon menangis.

Dalam video tersebut, akhirnya pria ini pun berhasil masuk ke perguruan tinggi.
Namun ternyata ia masih menemui masalah di jenjang pendidikannya tersebut. Si pria merasa sudah salah memilih jurusan kuliah yang membuat IPK-nya tergolong rendah.
Meski begitu, ia tidak menyerah begitu saja. Ia tetap berusaha keras untuk belajar agar bisa melanjutkan pendidikan S2 dengan beasiswa lagi.
“ Ketika S1 pernah merasa salah jurusan sehingga IP pernah 2,27. Namun tetap usaha terus agar bisa S2 dengan beasiswa lagi,” tulis di video.
Dan usaha kerasnya pun akhirnya membuahkan hasil. Ia mampu menamatkan kuliah S1 dan S2 dengan beasiswa penuh.
“ Lulus S1 dlm 3 thn 5 bln
Lulus S2 dlm 1 thn 5 bln
S1 + S2 = 4,8 tahun
Full Beasiswa,” tulis di video.

Setelah berhasil menamatkan jenjang kuliah S1 dan S2-nya dalam waktu singkat, pria ini pun akhirnya menjadi dosen di usia yang tergolong masih muda, yakni usia 22 tahun. Bahkan penampilannya saat ini pun tampak keren layaknya remaja-remaja kekinian.
“ Jadi Dosen pada Usia 22 tahun,” tulis keterangan di video.
Ia pun kini sudah meninggalkan rasa tidak percaya dirinya di masa lalu dan berubah menjadi orang yang lebih percaya diri. Bahkan ia juga memberikan motivasi kepada orang lain, terutama yang mendapat perlakuan sama seperti di masa kecilnya dulu, agar lebih bersemangat.
“ Tetap semangat dan percaya diri ya. Jangan down jika dibully. Jadikan cambukan untuk menjadi lebih baik lagi,” tulisnya di video.

Tak sedikit dari warganet yang ikutan bangga sekaligus termotivasi dengan pria tersebut. Hingga saat ini diketahui sudah ada 600 ribu lebih like dan 18 ribu lebih komentar yang diberikan warganet.
“ YANG BULLY UDAH JADI APA TUHH, UPSSS,” tulis rqtwwjba_
“ Orang pada hebat2 yaa perjuangan bikin salut, malu sama diri sendiri yg pemales,” tulis Ohvelly
“ kereeen si kamuu, semoga bisa jadi contoh buat nga menyerah dg keadaan,” tulis cancer
“ KEREN BGTTTTTTT,” tulis andin
“ Dri sini belajar untuk tidak menyepelekan seseorang,” tulis Citraa
“ Percayalah kalo pernah dibully,, disitulah jiwa jiwa akan glow up,,” tulis Imama06.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya