Kado Tahun Baru, Harga Listrik dan BBM Turun

Reporter : Ramdania
Senin, 4 Januari 2016 15:16
Kado Tahun Baru, Harga Listrik dan BBM Turun
Tarif listrik dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi kompak turun di awal tahun.

Dream - Ada hawa segar di pembukaan tahun 2016 ini. Masyarakat Indonesia bisa menikmati penurunan tarif listrik per 1 Januari 2016 dan harga BBM per 5 Januari 2016. Hal ini karena menguatnya nilai tukar rupiah dan anjloknya harga minya mentah.

Dalam keterangan persnya, Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menerangkan penurunan tarif ini dipengaruhi oleh dua hal yakni menurunnya nilai kurs dolar Amerika Serikat (USD) serta anjloknya Indonesia Crude Price (ICP) periode November 2015. Selain itu karena keberhasilan perseroan melakukan efisiensi operasi yang menyebabkan menurunnya Biaya Pokok Penyediaan Listrik (BPP).

" Kontribusi terbesar penurunan tarif listrik Januari 2016 dibanding Desember 2015 adalah keberhasilan PLN melakukan efisiensi operasi," katanya.

Berikut rincian penurunan tarif listrik:

- Tarif listrik di tegangan rendah/TR (untuk Rumah Tangga), Bisnis skala menengah, Kantor Pemerintah skala menengah), turun dari 1509,38 Rp/kWh menjadi 1409,16 Rp/kWh.
- Tarif listrik di tegangan menengah/TM (untuk Bisnis skala besar, Kantor Pemerintah skala besar, industri skala menengah), turun dari 1104,73 Rp/kWh menjadi 1007,15 Rp/kWh.
- Tarif listrik di tegangan tinggi/TT (untuk Industri skala besar), turun dari 1059,99 Rp/kWh menjadi 970,35 Rp/kWh.

Selain listrik, pemerintah juga memutuskan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar mulai tengah malam nanti akan mulai turun. Harga bensin Premium turun Rp 150 menjadi Rp 7.150 per liter dari semula Rp 7.300 per liter. Sedangkan harga Solar turun Rp 250 menjadi Rp 5.950 per liter dari harga sebelumnya Rp 6.700 per liter. Perubahan harga ini berlaku mulai 5 Januari 2016.

Beberapa waktu lalu, Menteri ESDM Sudirman Said di Istana Negara menjelaskan, perubahan harga ini mempertimbangkan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Ia menyebutkan, harga ekonomi premium semula Rp 6.950 per liter. Pemerintah memungut dana untuk ketahanan energi sekitar Rp 200 untuk Premium sehingga harganya menjadi Rp 7.150.

" Kami simpan Rp 200 per liter dari Premium untuk dipupuk jadi dana ketahanan energi untuk mengembangkan energi baru terbarukan," ujarnya.

Sementara untuk harga Solar turun menjadi Rp 5.950 per liter. Hal itu mempertimbangkan harga keekonomian sebesar Rp 5.650 per liter dan menambahkan dana pungutan untuk ketahanan energi Rp 300 sehingga harganya menjadi Rp 5.950 per liter.

Harga baru untuk Premium dan Solar itu mulai berlaku pada 5 Januari 2016 untuk memberikan kesempatan kepada para distributor dan SPBU, pengecer untuk menghabiskan stok dan memberikan kesempatan Pertamina lakukan persiapan dan penataan sistem.

Selain BBM bersubsidi, pemerintah juga menurunkan harga BBM non subsidi jenis Pertamax dan Pertalite.

Harga Pertamax terhitung mulai besok akan turun Rp 200 menjadi Rp 8.450 per liter. Sebelumnya, Pertamina melepas Pertamax ke pasar di harga Rp 8.650 per liter.

Sementara untuk Pertalite, Pertamina menurunkan harga jual Rp 250 menjadi Rp 7.950 per liter. Sama dengan Pertamax, harga baru Pertalite mulai berlaku pada 5 Januari 2016.

Beri Komentar