Tajir Melintir, Pemilik Perusahaan Pembuat Vaksin Covid-19 Ini Tak Punya Mobil

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 16 November 2020 12:47
Tajir Melintir, Pemilik Perusahaan Pembuat Vaksin Covid-19 Ini Tak Punya Mobil
Alasannya benar-benar makjleb.

Dream – Ugur Sahin menjadi sorotan publik berkat vaksin Covid-19 yang diproduksi perusahaannya, BioNTech, dan Pfizer. Calon vaksin ini diklaim efektif 90 persen untuk melindungi tubuh dari infeksi corona. Capaian ini tentu membuat kekayaan Sahin terdongkrak.

Dikutip dari Forbes, Sabtu 14 November 2020, Sahin tercatat memiliki kekayaan senilai total US$4,2 miliar (Rp59,5 triliun). Meskipun tajir, ada yang menarik dari Sahin dan sang istri—cofounder BioNTech—Ozlem Tureci.

Pasangan ini tidak memiliki mobil, padahal termasuk dalam 100 orang kaya Jerman—berdasarkan media Jerman, Welt am Sonntag.

“ Saya tidah punya mobil,” kata Sahin kepada Washington Post, dikutip Dream.

Bahkan, dia tidak berencana untuk membeli pesawat. Pria ini mengayuh sepeda untuk pergi ke kantor setiap hari.

“ Perubahan hidup itu adalah memberikan suatu dampak di bidang medis,” kata Sahin.

Sekadar info, hasil positif dari vaksin Covid-19 ini membuat pasar global menggeliat dan saham perusahaan menanjak. Ya, BioNTech, perusahaan farmasi ini membuat vaksin dengan teknologinya dan membawanya ke pasar.

Saat pandemi ini, vaksin ini ibarat kebutuhan dan punya potensi yang besar.

1 dari 3 halaman

Uji Klinis Tahap 3 Vaksin Sinovac Tunggu Hasil Monitoring Relawan

Dream – Tim uji klinis untuk calon vaksin Covid-19 di Indonesia akan meneruskan uji klinis fase 3 yang memasuki masa monitoring.

Tahap monitoring yang dikerjakan kepada seluruh relawan untuk melihat efikasi (khasiat), imunogenicity, serta memastikan keamanan dari calon vaksin Covid-19. Tahap monitoring ini diharapkan rampung pada Mei 2021.

Dikutip dari keterangan tertulis PT Bio Farma (Persero), Jumat 13 November 2020, laporan interim diserahkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Isinya, data keamanan, imunogenisitas dan efikasi 3 bulan pada awal Januari 2021 untuk mendapatkan persetujuan penggunaan dalam keadaan darurat (Emergency Use Authorization / EUA).

 

© Dream

 

Sekadar informasi, kegiatan uji klinis tahap 3 untuk vaksin Covid-19 ini, merupakan bagian dari uji klinis yang dilaksanakan empat negara (multicenter), seperti Brazil, Chile, Indonesia, dan Turki dengan total 30 ribu relawan.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, uji klinis secara multicenter bertujuan untuk melihat tingkat keampuhan vaksin ini, pada berbagai ras di dunia.

“ Jadi Indonesia adalah bagian dari Uji Klinis Global tahap 3 untuk calon vaksin Covid-19 dari Sinovac, dengan total relawan lebih dari 20 ribu. Di Indonesia sendiri, dilaksanakan di Bandung dengan jumlah relawan sebanyak 1.620 yang berasal dari multi etnis yang ada di Indonesia, bahkan beberapa relawan ada yang berasal dari keturunan Eropa,” kata Honesti.

2 dari 3 halaman

Sinovac Monitoring Langsung Uji Klinis Fase 3

Pihak Sinovac pun ikut melaksanakan monitoring Uji Klinis Fase 3, ke tempat – tempat yang ditunjuk sebagai multicenter untuk uji klinis fase 3.

Di Indonesia, uji klinis fase 3 telah dilaksanakan pada 2-6 November 2020. Tujuan tim Sinovac sudah melaksanakan kunjungan ke Indonesia, untuk ikut memantau pelaksanaan Uji Klinis Tahap 3 di Puskesmas yang dijadikan tempat uji klinis, setelah sebelumnya mereka mengadakan kegiatan yang sama di negara Turki.

Ilustrasi New Normal, Social Distancing, Physical Distancing© Ilustrasi New Normal, Social Distancing, Physical Distancing (Foto: Shutterstock)

“ Alhamdulillah, tim Covid-19 dari Sinovac yang dipimpin oleh Mr. Yuansheng Hu sebagai Senior Manager Clinical Department mengunjungi Indonesia, untuk membahas mengenai sejauh mana pelaksanaan uji klinis fase 3 berlangsung di Indonesia, dan memastikan bahwa vaksin ini, akan memiliki keamanan, dan keampuhan serta kualitas yang memenuhi standar”, ujar Honesti.

Hingga saat ini, uji klinis fase 3 untuk calon vaksin Covid-19 ini, tidak ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius atau Serious Adverse Event (SAE).

Terkait pemberitaan penghentian Uji Klinis fase 3 di Brazil pasca ditemukannya kejadian Serious Adverse vent (SAE) atas relawan disana, otoritas pengawas obat berwenang di Brazil, yakni Brazil's National Health Surveillance Agency (Anvisa), memastikan kejadian itu tidak berhubungan dengan suntikan calon vaksin Covid-19, sehingga uji klinis fase 3 untuk calon vaksin Covid-19 di Brazil bisa diteruskan kembali.

3 dari 3 halaman

Cara Kerja Vaksin

Ilustrasi New Normal, Social Distancing, Physical Distancing© Ilustrasi New Normal, Social Distancing, Physical Distancing (Foto: Shutterstock)

Vaksin adalah produk biologis yang diberikan kepada seseorang untuk melindunginya dari penyakit yang melemahkan, bahkan mengancam jiwa.

Vaksin membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi secara efisien dengan mengaktifkan respons tubuh terhadap penyakit tertentu. Lalu, bagaimana cara kerja vaksin?

Setelah melakukan vaksin, tubuh akan mengingat virus atau bakteri pembawa penyakit, mengenalinya, serta tahu bagaimana cara untuk melawannya.

Yang pasti vaksin akan melindungi diri, juga melindungi orang lain dan tentu saja melindungi negeri ini dari wabah penyakit.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar