Indeks Syariah Bergerak Naik di `Tanggal Cantik`

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 9 September 2019 16:52
Indeks Syariah Bergerak Naik di `Tanggal Cantik`
Bagaimana dengan kondisi rupiah?

Dream - Indeks syariah kompak berbalik menguat pada perdagangan di tanggal cantik, Senin, 9 September 2019. Saham di sektor pertambangan yang jadi buruan investor membuat indeks saham syariah ceria di awal pekan ini.

Aksi beli pemodal lokal cukup efektif meredam investor asing yang biasanya minim belanja di awal pekan ini. Asing awal pekan ini membukukan nett sell senilai Rp93,96 miliar. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali perdagangan awal pekan ini dengan menguat ke level 192,672 di sesi pembukaan. Dibandingkan sesi prapembukaan, laju ISSI memang sedikit turun dari sebelumnya di level 192,712. 

Dengan kondisi pasar yang tengah kondusif dan tren naik jangka pendek membuat ISSI tampak tenang bergerak di zona hijau. ISSI bergerak positif sepanjang sesi dan menutup perdagangan dengan menguat 1,231 poin (0,64%) ke level 193,286.

Laju positif sepanjang sesi perdagangan juga dicetak indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks ini naik 6,378 poin (0,91%) ke level 703,612.

Sementara Indeks JII70 menanjak 1,849 poin (0,78%) ke level 238,870.

Adanya aksi beli investor lokal mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat di awal pekan ini. IHSG bertambah 17,263 poin (0,27%) ke level 6.326,213.

1 dari 5 halaman

Pertambangan dan Infrastruktur Digaet Investor

Mayoritas indeks sektoral menguat. Investor lebih suka membeli saham di sektor pertambangan, infrastruktur, dan perdagangan. Ketiga indeks sektoral ini menguat masing-masing 1,65 persen, 1,16 prsen, dan 1,08 persen.

Yang terkoreksi adalah sektor industri aneka yang indeksnya melemah 1,06 persen, keuangan 0,71 persen, dan properti 0,12 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya melesat Rp1.725, UNVR Rp950, FIRE Rp580, ITMG Rp475, dan PICO Rp330.

Sebaliknya, saham GMTD terkoreksi Rp800, INTP Rp300, POLL Rp230, BTPS Rp140, dan MTPS Rp140.

Pada 16.06, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 22 poin (0,16%) ke Rp14.072 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

IHSG Naik Tipis, Indeks Syariah Malah K.O

Dream - Indeks syariah tak bisa menahan laju penguatannya. Setelah kemarin serempak melaju ke zona hijau, kali ini tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), justru ramai-ramai turun tahta ke teritori negatif.

Laju tiga indeks saham syariah ini berlawanan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru bergerak naik meski dengan penguatan tipis. 

Investor sepertinya menahan diri terjun ke lantai bursa karena tengah menanti data ekonomi terbaru dari dalam negeri. Sementara sentimen perang dagang AS-China untuk sementara tak terlalu dicemaskan pelaku pasar. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat 6 September 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak turun 0,593 poin (0,31%) ke level 192,055. ISSI sebetulnya memulai sesi perdagangan dengan menguat ke level 193,163 di sesi pembukaan.


Namun tekanan jual langsung membuat ISSI bergerak turun. Puncaknya terjadi satu jam jelang sesi penutupan pagi. ISSI menutup sesi I dengan turun ke level 192,523.

Di sesi kedua, kondisi tak berubah banyak. ISSI tetap bergerak di zona merah dan menutup perdagangan dengan koreksi.

Tekanan jual juga melanda indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 2,050 poin (0,29%) ke level 697,234. Sementara indeks JII70 melemah 0,256 poin (0,11%) ke level 237,021.

Berbeda dengan indeks syariah, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru naik tipis 2,147 poin (0.03%) ke level 6.308,950.

3 dari 5 halaman

Indeks Properti dan Infrastruktur K.O

Indeks sektor yang menjadi penggerak perdagangan kali ini adalah industri dasar yang naik 1,71 persen, pertambangan 0,83 persen, dan industri aneka 0,62 persen.

Investor lebih suka melepas saham di sektor properti dan infrastruktur. Dua indeks sektornya melemah masing-masing 1,78 persen dan 1,41 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SHID yang harga sahamnya naik Rp580, UNTR Rp550, ITMG Rp400, FIRE Rp220, dan POLU Rp160.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah POLL yang harganya terkoreksi Rp1.000, UNVR Rp975, MLPT Rp175, MINA Rp140, dan TLKM Rp110.

Pada 16.39, kurs rupiah terhadap dolar AS stagnan di angka Rp14.150.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Kompak Menguat, Bluechips Tambang Naik Harga

Dream - Indeks syariah berbalik menguat setelah kemarin sempat dibuat cemas oleh ulah investor asing yang melakukan aksi jual saham. Lantai bursa kembali disebur pelaku pasar yang tengah melakukan konsolidasi

Ketiga indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia sebagian besar menguat sepanjang perdagangan, Kamis, 5 September 2019. Hanya indeks Jakarta Islamic Index yang sempat terperosok masuk zona negatif meski hanya sesaat.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini menutup perdagangan dengan naik pelan 1,306 poin (0,68%) ke level 192,648. ISSI memulai perdagangan dengan menguat ke level 191.723 saat bel perdagangan dimulai.

Hingga berakhirnya sesi perdagangan, ISSI tetap melaju di teritori positif meski di awal perdagangan sempat dilanda tekanan jual.

Nasib berbeda dialami indeks JII yang sempat terpeleset ke zona merah. Dibuka di level 694,826, indeks berisi 30 emiten syariah unggulan ini sempat jatuh ke level terendah di 692,343. 

Namun menutup perdagangan, indeks JII menanjak 6,413 poin (0,93%) ke level 699,284.

Sementara indeks baru saham syariah, JII70 ditutup naik 1,628 poin (0,69%) ke level 237,277.

Adanya aksi konsolidasi pelaku pasar menjadi angin segar bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks acuan pasar modal Indonesia ini naik 37,139 poin (0,59%) ke level 6.306,803.

5 dari 5 halaman

Investor Tertarik Saham Industri Aneka

Kali ini, investor gencar membeli saham. Sektor yang paling banyak diburu adalah industri aneka dan pertambangan. Indeks sektor industri aneka meroket 2,58 persen dan pertambangan 1,30 persen.

Sebaliknya indeks pertanian merosot 0,56 persen dan barang konsumsi 0,02 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya melesat Rp1.200, ITMG Rp875, INTP Rp750, BYAN Rp700, dan UNTR Rp575.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah MAPA yang harga sahamnya terkoreksi Rp300, INPS Rp250, POLU Rp240, PDES Rp190, dan INCO Rp140.

Pada 16.30, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melorot 10 poin (0,07%) ke level Rp14.140.

Beri Komentar
Anak Millenial Wajib Tahu, Ini Tips Umroh Tenang Tanpa Utang