Tarif Ojek Online Bakal 2 Naik Minggu Lagi?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 20 Januari 2020 15:49
Tarif Ojek Online Bakal 2 Naik Minggu Lagi?
Akan ada penyesuaian tarif ojek online dalam waktu dekat.

Dream - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyebut akan ada penyesuaian tarif ojek online. Rencananya, penyesuiannya akan berlaku dalam dua minggu ke depan.

“ Mungkin akan kami lihat dalam dua minggu ke depan. Kalau mau adil, ya, sekitar satu bulan,” kata Budi Karya di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com yang melansir Antara, Senin 20 Januari 2020.

Dalam waktu dekat, Kementerian Perhubungan akan mengajak diskusi dari pihak penyedia aplikasi dan juga pihak mitra pengemudi. Pertemuan ini membicarakan penyesuaian tarif.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, mengatakan ada beberapa faktor dalam penghitungan tarif transportasi online. Salah satu faktor yang menyebabkan kemungkinan kenaikan harga adalah adanya hitungan asuransi yaitu BPJS Kesehatan.

" Sebelumnya sudah ditinjau juga dalam aturan, dan mungkin juga kenaikan dianggap wajar, ya sudah tidak apa-apa, kita bicarakan," kata Budi.

1 dari 7 halaman

Bagaimana dengan yang Di Daerah?

Ketua Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono, menegaskan bahwa penyesuaian tarif transportasi online (ojek online) hanya diperuntukan di daerah. Nantinya, pemerintah daerah yang akan mengatur besaran penyesuaian tarif tersebut.

" Penyesuaian tarif itu hanya diberikan kepada daerah, kota, kabupaten atau provinisi. Artinya gini teman-teman di daerah tidak merasa tarif ketinggian atau kerendahan. Jadi memberikan kesempatan kepada teman-teman di daerah memiliki tarif sendiri," katanya saat dihubungi Merdeka.com.

Untuk tahap pertama, ada beberapa daerah yang didorong pihaknya untuk segera melakukan penyesuaian tarif ojek online diantaranya yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Nantinya masing-masing daerah akan menentukan tarif mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 348 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat Yang Dilakukan Dengan Aplikasi.

" Untuk daerah nanti ada perbedaan mungkin ya. Karena sesuai dengan kondisi pendapatan masyarakat di daerah," kata Igun.

2 dari 7 halaman

Tak Memberikan Batas Waktu

Terkait dengan realisasi penyesuaian tarif, pihaknya tidak memberikan batas waktu terntu kepada Kementerian Perhubungan. Terlebih, kesiapan ini bukan hanya berada di pusat saja melainkan ada di pemerintah daerah.

" Pemerintah daerah juga harus siap untuk mengkaji bersama teman-teman daerah maupun mengkaji pertama aplikator di daedah. Jadi kita tidak memberikan deadline kapan tidak. Kesiapan dari daerah saja," jelas dia.

Seperti diketahui, tarif ojek online untuk Zona I (Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek) Rp 1.850 - Rp2.300 per km dengan biaya minimal Rp7 ribu-Rp10 ribu.

Sedangkan untuk zona II (Jabodetabek) mulai dari Rp2 ribu-Rp2.500 per km dengan biaya minimal Rp8 ribu-Rp10 ribu.

Untuk zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan lainnya) mulai Rp2.100-Rp2.600 dengan biaya minimal Rp7 ribu-Rp10 ribu.

3 dari 7 halaman

Tarif Baru Ojek Online Berlaku Hari Ini, Cek Ongkosmu di Sini

Dream – Tarif baru ojek online mulai berlaku hari ini, Senin 2 September 2019. Tarif baru ini berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Direktur Angkutan Darat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Darat, Ahmad Yani, keputusan tarif itu berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Permenhub 12/2019.

Soal rincian, untuk Zona I (Sumatera, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek) Rp1.850 - Rp2.300 perkilometer dengan biaya minimal Rp7 ribu—Rp10 ribu.

 

© Dream

 

Untuk Zona II (Jabodetabek), tarifnya mulai Rp2 ribu—Rp2.500 perkilometer. Biaya minimal sebesar Rp8 ribu—Rp10 ribu.

Untuk zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya), tarifnya sekitar Rp2.100—Rp2.600. Biaya minimalnya sebesar Rp7 ribu—Rp10 ribu.

Sumber: Merdeka.com

4 dari 7 halaman

Sudah Berlaku di Beberapa Kota

Sebenarnya, tarif baru ini sudah berlaku di banyak kota di Indonesia. Namun belum semuanya. Dilaporkan, tarif baru hanya berlaku di 123 kota.

Dengan adanya keputusan ini, maka tarif baru tersebut akan berlaku di 224 kota di seluruh Indonesia. Rinciannya, 224 kota wilayah operasi Grab serta 221 kota untuk Gojek.

Penyesuaian tarif baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi atau driver. Selain itu, diharapkan pula adanya peningkatan jumlah pengguna dari berbagai layanan berbasis online ini. 

5 dari 7 halaman

Jangan Kaget, Tarif Ojek Online Naik Drastis Mulai Hari Ini

Dream - Sejak 30 April 2019 malam, banyak pengguna ojek online yang mengeluhkan kenaikan tarif secara signifikan. Kenaikan tarif mencapai Rp5000 hingga Rp10.000 dari biasanya.

Rupanya hal ini karena mulai diberlakukannya aturan tarif ojek online terbaru yang diterapkan di 5 kota besar. Penerapan mulai efektif per hari ini, Rabu, 1 Mei 2019.

Keputusan tarif baru itu telah diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 347 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

 

© Dream

 

" Peraturan terkait ojek online termasuk tarif (biaya jasa) mulai diberlakukan di 5 kota mewakili 3 zona, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, seperti dikutip Rabu 1 Mei 2019.

Adapun ketentuan tarif baru ini memang akan dibagi ke dalam 3 zona. Antara lain, Zona I Sumatera, Jawa dan Bali kecuali Jabodetabek, Zona II Jabodetabek, dan Zona III untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku. Ketentuan tarif ojek online ini juga berlaku nett untuk pengemudi, dengan pemberlakuan biaya jasa minimal di bawah 4 km.

6 dari 7 halaman

Detail Penyesuaian Tarif

Untuk Zona I, Tarif Batas bawah Rp 1.850 per km dengan tarif batas atas Rp 2.300 per km. Biaya jasa minimal yang dikenakan Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Sementara pemberlakuan tarif batas bawah untuk Zona II yakni Rp 2.000 per km dengan ketentuan tarif batas atas Rp 2.500 per km. Biaya jasa minimal yang dikenakan Rp 8.000 sampai dengan Rp 10.000.

Dibalik Batalnya Pengemudi Gojek Batal Mogok© MEN

Sedangkan pemberlakuan tarif batas bawah untuk Zona III Rp 2.100 per km dan tarif batas atas Rp 2.600 per km, dengan biaya jasa minimal Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Penetapan biaya jasa batas bawah, batas atas maupun biaya jasa minimal ini merupakan biaya jasa yang telah mendapatkan potongan biaya tak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi.

Biaya tak langsung merupakan biaya jasa yang ada di dalam pihak aplikator sebanyak maksimal 20 persen, dengan sisa 80 persen menjadi hak pengemudi.

7 dari 7 halaman

Biaya Jasa Minimal

Selain biaya langsung dan tidak langsung, ada juga biaya jasa minimal (flag fall) yakni biaya jasa yang dibayarkan oleh penumpang untuk jarak tempuh paling jauh 4 km.

Pengojek Diminta Jemput Putri, `Kok Namanya Faris?`© MEN

Lebih lanjut, Budi mengatakan, penerapan tarif ojek online di 5 kota ini akan dievaluasi dalam satu pekan ke depan untuk memperoleh masukan dari respon yang ada. Penentuan lima kota tersebut merupakan upaya mitigasi risiko dan manajemen dalam penerapan regulasi.

" Artinya, kalau di lima kota itu kita lihat bagaimana dinamikanya. Kalau dinamikanya baik dan tidak ada reaksi (negatif), langsung kita berlakukan (di kota lain)," ujar dia.

Laporan: Maulandy Rizky Bayu Kencana/ Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar