Terdampak Corona, Garuda Ajukan Perpanjangan Pembayaran Sukuk Global

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 20 Mei 2020 14:45
Terdampak Corona, Garuda Ajukan Perpanjangan Pembayaran Sukuk Global
Nilainya mencapai Rp7 triliun.

Dream – PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) mengajukan perpanjangan jatuh tempo sukuk global sebanyak US$500 juta (Rp7,4 triliun). Pengajuan perpanjangan jatuh tempo ini disebabkan oleh pandemi Covid-19.

“ Pandemi Covid-19 tidak dapat terelakkan, membawa dampak signifikan terhadap kinerja perseroan,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 20 Mei 2020.

Irfan optimistis maskapai pelat merah bisa melewati tantangan ini dengan baik dan bisa beradaptasi. “ Serta siap berakselerasi pada kondisi ‘The New Normal’ ini dengan memastikan business continuity berjalan maksimal,” kata dia.

Sekadar informasi, sukuk global ini akan jatuh tempo pada 3 Juni 2020 melalui consent solicitation exercise. Poin penting dalam proposal adalah permohonan perpanjangan jatuh tempo selama minimal tiga tahun kepada Sukukholders.

Proposal permohonan tersebut telah disampaikan melalui Singapore Exchange (SGX) dengan keterbukaan informasi di Indonesia Stock Exchange (IDX) dan kepada ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Persetujuan Sukukholders atas consent solicitation excercise ini akan diajukan dalam Rapat Umum Sukukholders yang akan dilaksanakan pada akhir masa grace period pada tanggal 10 Juni 2020.

“ Melalui permohonan persetujuan (consent solicitation exercise) atas Sukuk Global ini, Garuda Indonesia dapat memperkuat pengelolaan rasio likuiditas perseroan di skala yang lebih favourable sehingga kami dapat mengoptimalkan upaya peningkatan kinerja dengan lebih dinamis,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Garuda Indonesia Rumahkan Sementara Karyawan Kontrak

Dream - Maskapai Garuda Indonesia memutuskan untuk merumahkan sementara karyawan dengan status kontrak. Kebijakan ini berlangsung selama tiga bulan terhitung mulai 14 Mei 2020.

" Kebijakan merumahkan karyawan dengan status PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) tersebut merupakan upaya lanjutan yang perlu kami tempuh di samping upaya-upaya strategis lain yang telah kami lakukan, untuk memastikan keberlangsungan Perusahaan tetap terjaga di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Menurut Irfan, kebijakan tersebut ditempuh berdasarkan pertingan yang matang. Dengan memperhatikan kepentingan karyawan maupun Garuda Indonesia serta menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

 

 © Dream

 

" Di samping itu, implementasi kebijakan ini juga telah melalui kesepakatan dan diskusi dua arah antara karyawan dan Perusahaan," kata Irfan.

Selanjutnya, Irdan menjelaskan kebijakan ini berlaku sementara. Juga dievaluasi secara berkala memperhatikan kondisi Garuda Indonesia dan peningkatan operasional penerbangan.

" Selama periode tersebut karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak kepegawaian berupa asuransi kesehatan maupun tunjangan hari raya yang sebelumnya telah dibayarkan," kata dia.

Lebih lanjut, Irfan mengatakan keputusan berat ini harus diambil di tengah situasi sulit seperti sekarang. Mengingat operasional penuh sepenuhnya normal.

" Namun demikian, kami meyakini Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," kata Irfan.

2 dari 6 halaman

Janji Tak Salah Gunakan Wewenang, Bos Garuda Indonesia: Itu Tak Termaafkan!

Dream - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra, menyatakan jajaran direksi perusahaan siap meneken pakta integritas bersama seluruh karyawan. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan wewenang atasan ke bawahan.

" Kita akan lakukan tanda tangan pakta integritas. Kita tidak akan masuk ke ranah pribadi," ujar Irfan di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat 24 Januari 2020.

Irfan menegaskan tidak ada kata maaf apabila ada atasan yang melakukan tindakan di luar wewenangnya. Apalagi sudah masuk ke dalam ranah pribadi.

" Ini tak termaafkan soal ini," ucap dia.

Selanjutnya, terang Irfan, pakta integritas merupakan komitmen untuk menjadikan Garuda Indonesia sebagai perusahaan yang baik.

" Saya ada dua hal. Soal pelecehan we all commit (menentang) dan kedua, sepakat memberi contoh," kata dia.

Mengenai komitmen yang secara rinci akan tertuang di pakta integritas, Irfan belum dapat memberikan penjelasan. Dia mengatakan poin-poin yang akan ditandangani masih dalam pembahasan.

3 dari 6 halaman

Profil Irfan Setiaputra, `Sang Kapten` Baru Garuda Indonesia

Dream - Kursi kosong direktur utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) terisi sudah. Mantan bos PT Inti (persero), Irfan Setiaputra dipastikan akan menjadi kapten baru maskapai penerbangan milik pemerintah ini.

Irfan akan menggantikan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) yang dilengserkan setelah muncul kasus barang bawaan ilegal saat kedatangan pesawat Airbus baru.

Sosok Irfan di perusahaan pelat merah bukan orang baru. Pria berpostur tinggi besar pernah menjabat bos perusahaan telekomunikasi, PT INTI sebelum memutuskan mundur. 

Irfan adalah lulusan sarjana Teknik Informatika ITB angkatan 1989. Irfan pernah memimpin beberapa perusahaan swasta dan BUMN. Sebut saja IBM, LinkNet, Cisco, dan INTI. 

Pada tahun 2000, Irfan mendapatkan penghargaan IBM Star of the STARS Award, IBM Professional Achievement Award, dan Best CEO versi majalah SWA.

Kemudian pada Maret 2009, dirinya ditunjuk menjadi Direktur Utama PT INTI oleh Menteri BUMN saat itu, Sofyan Djalil. Merasa gajinya lebih kecil daripada jabatan sebelumnya, Irfan mengundurkan diri. 

Selanjutnya, Irfan menjadi direktur utama PT Titan Mining Indonesia selama 2012-2014, lalu CEO PT Cipta Kridatama pada 2014-2017, dan COO PT ABM Investama Tbk pada 2015-2016. 

Pria ini melanjutkan karier di Reswara Minergi Hartama. Di perusahaan tersebut, Irfan menjabat sebagai president director dan CEO pada Mei 2017-Desember 2017. Sejak 2019, Irfan menjadi bos Sigfox Indonesia. Perusahaan ini merupakan pengelola jaringan internet of things (IoT) terbesar di dunia. 


(Sumber: Liputan6.com/Athika RahmaLinkedIn)

4 dari 6 halaman

Pesan Khusus Erick Thohir ke Dirut dan Komisaris Baru Garuda Indonesia

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berharap Irfan Setiaputra bisa menjalankan tugasnya sebagai direktur utama baru PT Garuda Indonesia dengan amanah. Pemerintah juga mengharapkan operasional Garuda Indonesia ke depan akan menjadi lebih baik. 

“ Saya berharap Pak Irfan Setiaputra bisa menjalankan amanah dengan baik,” kata Erick di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 22 Januari 2020.

Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia Tbk telah menyetujui penunjukan Irfan Setiaputra sebagai direktur utama baru PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero).

Di jajaran dewan komisaris, RUPSLB menyetujui Triawan Munaf sebagai komisaris utama dan Yenny Wahid menjadi komisaris independen. 

 

 © Dream

 

Erick mengatakan, Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham pemerintah di Garuda Indonesia telah berupaya mencari figur terbaik untuk mengelola maskapai pelat merah ini.

Dengan ditunjukan Irfan, Erick berharap Garuda Indonesia akan menjadi perusahaan yang lebih baik dan “ terbang” lebih tinggi.

Khusus untuk komisaris baru, Kementerian BUMN berharap akan muncul masukan stratego pemasaran serta upaya pemulihan citra Garuda Indonesia yang sempat tercoreng. 

“ Khusus untuk Ibu Yenny Wahid, figur perempuan yang sangat mumpuni, bu Yenny merupakan komisaris independen perwakilan publik yang dapat dipercaya,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Sah! Irfan Setiaputra jadi Dirut Garuda Indonesia, Yenny Wahid Komisaris

Dream - Jajaran direksi dan komisaris baru PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) akhirnya resmi ditetapkan. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui pengangkatan Irfan Setiaputra sebagai direktur utama baru menggantikan Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara).

Irfan bukan orang baru di kalangan perusahaan milik pemerintah. Pria tinggi jangkung ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Dirut PT Inti (Persero) di era Menteri BUMN, Sofyan Djalil. 

 

 © Dream

Selain Dirut baru, pemegang saham Garuda Indonesia juga menyetujui penunjukan Triawan Munaf menjadi komisaris utama maskapai penerbangan pelat merah ini. Triawan sebelumnya merupakan mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Nama terkenal lain yang duduk di jajaran komisaris Garuda Indonesia adalah Yenny Wahid, putri dari Presiden Keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. 

Mengutip laman Liputan6.com, Rabu 22 Januari 2020, berikut adalah daftar lengkap jajaran komisaris dan direksi Garuda Indonesia.

6 dari 6 halaman

Komisaris

1. Komisaris Utama: Triawan Munaf

2. Wakomut Komisaris: Chairal Tanjung

3. Komisaris Independen : Yenny Wahid

4. Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan

5. Komisaris: Peter Gontha

Direksi

1. Direktur Utama : Irfan Setiaputra

2. Wakil Direktur Utama : Dony Oskaria

3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Fuad Rizal

4. Direktur Operasi : Tumpal Manumpak Hutapea

5. Direktur Human Capital : Aryaperwira Adileksana

6. Direktur Teknik : Rahmat Hanafi

7. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT : Ade R. Susardi

8. Direktur Niaga dan Kargo : M. Rizal Pahlevi

(Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Beri Komentar