Syekh Mansour Pemilik Manchester City (tengah)
Dream - Klub sepakbola milik dua saudagar Arab, Syekh Mansour (Manchester City) dan Nasser Al-Khelaifi (Paris St-Germain) menghadapi denda sebesar 50 juta pounds (Rp980 miliar) dan pembatasan skuat, lantaran tidak mematuhi peraturan keuangan UEFA.
Dalam laporan BBC yang dikutip Arabian Businees, Rabu 7 Mei 2014,
dua klub itu termasuk di antara sembilan klub yang diperiksa badan sepak bola Eropa karena tidak memenuhi batas peraturan keuangan, Financial Fair Play (FFP) yang ditetapkan.
" Klub-klub yang mengeluarkan anggaran besar merusak pertandingan bola," kataPresiden UEFA, Michel Platini.
Menurut UEFA, dana tak terbatas dari sang pemilik klub untuk belanja pemain mahal dan gaji tinggi, membuat iklim sepakbola menjadi tidak fair. Selain itu, bisa menimbulkan kerugian cukup besar sebuah klub--berdasarkan peraturan UEFA, kerugian klub-klub bola tidak boleh lebih dari 37 juta pounds (Rp725 miliar) selama dua musim.
Sembilan klub tidak cuma terancam denda, tapi pembatasan skuat Liga Champions yang ditetapkan UEFA. Kemungkinan hanya dapat menggunakan antara 18 sampai 21 pemain dan bukan 25 pemain seperti biasa.
Semua klub ini juga harus mengikuti peraturan pembatasan gaji pemain dan menjamin tidak ada kenaikan gaji bagi pemain yang turun di Liga Champions.
Klub-klub yang melanggar ketetapan memiliki waktu sampai hari Jumat untuk menyepakati kesepakatan dengan UEFA. Bila tidak sepakat, kasus ini akan diajukan ke panel khusus pada bulan Juni yang akan menetapkan sanksi yang tak dapat dirundingkan lagi.
Namun klub-klub itu dapat mengajukan banding terakhir ke Mahkamah Arbitrase Olahraga di Swiss.
Diketahui, Manchester City mencatat kerugian hampir 149 juta pounds dalam dua musim terakhir, yaitu 97 juta pounds (Rp1,8 trilun) pada 2012 dan 51,6 juta pounds (Rp1 triliun) di tahun berikutnya.
Dengan bertaburan pemain bintang, Manchester City dan Paris St-Germain memang cukup mendominasi liga lokal. Man City kemungkinan besar merebut gelar Premier League untuk kedua kali dalam tiga tahun terakhir. Begitu juga PSG yang sekarang menguasai sepakbola Perancis.