Ilustrasi (Foto: Pieter Van Marion)
Dream - Saat berada di bandara atau sedang menatap langit, Anda pasti melihat bahwa hampir semua pesawat dicat warna dasar putih.
Meski ada coraknya, tetap saja warna dominan pesawat tersebut adalah putih.
Memang ada beberapa pesawat milik maskapai internasional yang warna dasarnya bukan putih. Ada yang biru, emas, merah, dan jingga.
Bahkan sebuah maskapai bernama Rainbow Airlines punya armada pesawat Boeing 777-200ER yang memiliki warna pelangi.
Lantas mengapa hampir semua maskapai menggunakan warna putih untuk pesawat mereka? Berikut ini mungkin beberapa alasannya.
© Dream
Mengecat bodi pesawat dengan aneka warna adalah pekerjaan yang sangat mahal. Karena itu banyak perusahaan seperti Virgin Airlines dan Japan Airlines memilih mewarnai pesawat dengan warna putih. Mereka hanya menggunakan warna selain putih untuk menulis nama perusahaan atau mencetak logo.
Jadi, warna selain putih digunakan maskapai agar tampil beda. Selain untuk memberikan identitas pada perusahaan, penggunaan corak juga bisa mewakili negara atau wilayah maskapai berasal.
Selain itu, putih adalah lambang kemudahan dan kesederhanaan. Warna ini yang paling banyak ditemukan dan tidak perlu waktu untuk menunggu ketersediaannya.
Dan ternyata, pesawat berwarna memerlukan lebih banyak bahan bakar.
Tergantung pada coraknya, biaya pekerjaan mengecat pesawat bisa mencapai US$ 200.000, jadi tidak heran maskapai harus menghemat pengeluaran. Belum lagi pemasangan stiker pada pesawat yang dihitung sebagai pekerjaan dengan biaya terpisah.
© Dream
Ketika memeriksa pesawat, lebih mudah untuk mengetahui adanya retak atau penyok. Selain itu, jika terjadi kebocoran bahan bakar, warna putih akan memperlihatkan bekas yang jelas pada badan pesawat.
Perusahaan harus memastikan mereka tidak terlalu banyak memberi lapisan cat sebagai tindakan pencegahan keselamatan.
© Dream
Saat terbang di ketinggian pesawat akan terkena berbagai kondisi atmosfer. Namun pesawat terbang berwarna cenderung memudar sehingga membutuhkan banyak pekerjaan untuk mengecatnya untuk mempertahankan estetika pesawat. Berbeda dengan pesawat berwarna putih yang tidak akan memudar secara signifikan, bahkan setelah menghabiskan cukup banyak waktu di udara.
Tergantung pada kebijakan perusahaan, sebuah pesawat biasanya menjalani perawatan warna setidaknya lima tahun sekali. Bisa lebih cepat jika situasinya mendesak.
© Dream
Pesawat berwarna putih akan memantulkan panas matahari sehingga membuat bagian dalam pesawat relatif lebih dingin jika dibandingkan pesawat berwarna. Karena itu pesawat selalu ditaruh di dalam hanggar jika tidak dipakai dalam jangka waktu lama.
© Dream
Pesawat berwarna kurang laku dan dihargai rendah jika dijual kembali. Sebab, pembeli atau penjual harus mengeluarkan uang ekstra agar warna pesawat kembali cemerlang.
Tidak hanya itu, pesawat yang penuh dekorasi warna membutuhkan lebih banyak cat yang memerlukan lebih banyak bahan bakar.
Perusahaan yang membeli pesawat baru akan berusaha menjaga kualitasnya, terutama yang dibeli lewat pinjaman. Jadi warna putih lebih aman.
Itulah beberapa alasan mengapa sebagian besar pesawat yang kita lihat berwarna dasar putih.
(Sumber: lifebuzz.com)