Inggris Resmi Resesi, Terparah di Antara Geng Negara Maju!

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 12 Agustus 2020 18:24
Inggris Resmi Resesi, Terparah di Antara Geng Negara Maju!
Inggris mencatat kontraksi pertumbuhan ekonomi 20,4 persen selama kuartal II-2020.

Dream - Wabah Covid-19 kembali menyeret satu negara maju di dunia ke jurang resesi. Inggris menambah daftar negara di dunia yang dipastikan mengalami resesi teknikal setelah mengalami dua kali pertumbuhan ekonomi negatif di tahun ini.

Kontraksi ekonomi Inggris pada kuartal II-2020 dilaporkan menjadi rekor terburuk yang dialami Negeri Ratu Elizabeth itu.

Mengutip laporan Independent.co.uk, pertumbuhan ekonomi Inggris pada kuartal II-2020 mengalami kontraksi sebesar 20,4 persen. Ini adalah pencapaian terburuk di antara negara-negara maju di dunia.

Laporan tersebut sekaligus menegaskan Inggris mengalami resesi pertama kali sejak terakhir dialami pada krisis finansial tahun 2008-2009.

Pada tiga bulan sebelumnya, kuartal I-2020, ekonomi Inggris dilaporkan turun 2,2 persen.

Untuk diketahui resesi teknikal terjadi ketika pertumbuhan ekonomi sebuah negara mengalami kontraksi selama dua kuartal (yoy) berturut-turut. Amerika Serikat dan Uni Eropa telah mengonfirmasi perekonomian mereka masuk dalam resesi.

 

1 dari 3 halaman

Hasil Mengejutkan

Kabar tersebut cukup mengejutkan karena laporan Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris sebulan yang lain naik 8,7 persen. Namun kondisi ini memang lebih rendah dari posisi Februari 2020 sebesat 17,2 persen.

National Statistics, BPS-nya Inggris, melaporkan roda bisnis dari sisi produksi dan permintaan perlahan membaik setelah pelonggaran social distancing dan lockdown.

Sektor manufaktur, konstruksi, dan jasa tercatat mengalami pertumbuhan di bulan Juni. Namun tingkat pertumbuhan masih rendah dibandingkan kondisi sebelum pandemik.

Bisnis jasa yang paling terpukul selama Pandemik Covid-19 adalah sektor industri makanan dan minuman.

 

2 dari 3 halaman

Yakin Pulih Lagi

Pemerintah Inggris memastikan akan terus memantau data perkembangan ekonomi negaranya untuk melihat tanda-tanda pemulihan yang kemungkinan terjadi di bulan Juli dan Agustus. Keyakinan ini muncul mengingat restoran dan bisnis makanan dan minuman lain sudah mulai kembali menjalankan bisnisnya.

Konsumsi domestik Inggris juga dilaporkan melemah 23,1 persen pada kuartal II atau rekor terendah. Diperkirakan kebiasaan berbelanja masyarakat akan kembali ke mode tradisonal dalam beberapa pekan.

" Resesi yang disebabkan pandemik Corona telah mengarakan Inggris pada rekor penurunan pertumbuhan ekonomi kuartal ini," kata Deputi BPS Inggris, Jonatan Athow.

" Ekonomi kembali mulai hidup pada Juni seiring toko yang kembali buka, pabrik kembali berproduksi, dan pembangunan rumah mulai pulih.

 

3 dari 3 halaman

Resesi Cuma Sebentar

" Namun, PDB di bulan Juni masih tetap lebih rendah dibandingkan bulan februari, sebelum corona menyerang," katanya.

Para ekonom memperkirakan, meski resesi akibat pandemik kali ini cukup dalam, mereka yakin periodenya akan singkat.

" Stimulus fiskal dan moneter substansial yang telah diberlakukan harus memberikan dukungan berkelanjutan bagi perekonomian." kata Kepala Ekonomi EY Item Clum, Howard Archer.

Beri Komentar