Tertekan Regional, Indeks Syariah Masih Melemah

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 16 Juni 2016 16:20
Tertekan Regional, Indeks Syariah Masih Melemah
Sebagian besar indeks sektoral ditutup di zona merah.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia ditutup melemah mengikuti arus negatif bursa regional. Meski melemah, aksi jual sempat muncul dipicu belanja kecil-kecilan pemodal asing.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 16 Juni 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,492 poin (0,31%) ke level 158,819.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 3,318 poin (0,50%) ke level 657,037.

ISSI membuka perdagangan kali ini di zona negatif. Seiring tak adanya sentimen positif yang muncul dari domestik dan global. ISSI tercatat sempat turun ke level terendah di 158,520.

Adanya aksi beli pemodal asing mendorong indeks ISSI sedikit bertenaga. Alhasil, ISSI digiring masuk zona hijau dengan level tertinggi di 159,605.

Namun memasuki sesi kedua, pemodal kembali dihantui sentimen negatif. Indeks syariah pun kembali tumbang ke zona merah.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,94 triliun dengan 23,64 miliar saham yang berpindahtangan.

Aksi jual menyeret 108 emiten syariah ditutup melemah. Sementara 56 emiten ISSI bisa bergerak menguat dan 61 lainnya bertahan stagnan.

Sebagian besar indeks sektoral juga bergerak melemah dipimpin industri aneka yang merosot 1,82 persen, pertanian 0,85 persen, dan perdagangan 0,82 persen.

Sementara indeks sektoral yag bergerak nai adalah infrastruktur 0,93 persen, barang konsumsi 0,39 persen, dan keuangan 0,17 persen.

Lima emiten bluechips syariah yang mencetak kenaikan harga tertinggi pada transaksi kali ini adalah ICBP yang naik Rp 125, TLKM Rp 70, LPPF Rp 50, INCO dan SSMS masing-masing Rp 5 per saham.

Sementara jajaran top losser indeks JII dihuni saham INTP yang turun Rp 400, UNTR Rp 375, UNVR Rp 225, AALI dan PTBA masing-masing Rp 200 per saham.

Beri Komentar