THR dan Gaji ke-13 PNS Cair Bulan Juni

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 22 Mei 2017 18:28
THR dan Gaji ke-13 PNS Cair Bulan Juni
Tahun ini, aparatur sipil negara (ASN) akan mendapatkan gaji ke-13 dan THR.

Dream – Pemerintah akan memberikan gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Ray (THR) kepada Aparatur Negeri Sipil (ASN), termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Rencananya, gaji ini akan diberikan pada bulan Juni 2016.

“ Insya Allah sama-sama bulan Juni,” kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, di Jakarta, Senin 22 Mei 2017.

Askolani mengatakan, pemberian gaji ke-13 dan THR ini tidak diberikan serentak, melainkan ada jadwalnya. THR PNS, tambah dia, diberikan sebelum Lebaran, sementara gaji ke-13 sebelum tahun ajaran baru sekolah yang jatuh pada Juli 2017.

“ Nanti lihat schedule-nya,” kata dia.

Askolani menambahkan, pemerintah menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pemberian THR dan gaji ke-13 untuk PNS. Pemerintah juga menanti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk penetapannya.

“ PP-nya tinggal menunggu arahan Presiden,” tambah Askolani.

1 dari 2 halaman

Sri Mulyani Sindir Acara Kumpul-kumpul PNS

Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, meminta Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak segan menyentil rekan kerjanya sendiri. Dia menegaskan PNS tidak menghamburkan anggaran untuk acara kumpul-kumpul.

Dilansir dari Merdeka.com, Rabu 10 Mei 2017, Sri Mulyani mengingatkan acara kumpul PNS seperti Rapat Koordinasi Nasional Kepegawaian di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, menggunakan anggaran negara, baik transportasi maupun akomodasi.

“ Jangan habiskan anggaran (untuk) sering kumpul. Kalau tidak ada gunanya, ini merugikan keuangan negara dan waktu. Anda kumpul di sini, tiket dibayar negara,” kata dia.

Mantan pejabat Bank Dunia ini juga tegas meminta PNS memanfaatkan acara kumpul PNS untuk kegiatan yang bermanfaat. Diharapkan juga acaranya bisa memajukan perekonomian.

“ Kalau ada kementerian yang lebih bagus, mengapa pemerintah daerah tidak mencontoh dalam birokrasi,” kata dia.

Sri Mulyani pun meminta materi rapat koordinasi kepada PNS yang tidak hadir dalam acara ini. “ Tularkan informasi pengetahuan kepada teman-teman dan anak buah Anda,” kata dia.

[crosslink_1]

2 dari 2 halaman

Dari Sehari Sampai Setahun, Ini Daftar Cuti Para PNS

Dream - Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS). PP itu memuat sejumlah ketentuan yang salah satunya mengenai cuti bagi PNS.

" Cuti bagi PNS yang ditugaskan pada lembaga yang bukan bagian dari kementerian atau lembaga diberikan oleh pimpinan lembaga yang bersangkutan kecuali cuti di luar tanggungan negara,” bunyi Pasal 309 ayat (3) PP tersebut, dikutip dari setkab.go.id, Selasa, 25 April 2017.

Selama ini, PNS diketahui memiliki tujuh jenis cuti yang menjadi hak abdi negara seperti tertuang dalam PP tersebut. Jenis cuti itu seperti cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti karena alasan penting, cuti bersama, dan cuti di luar tanggungan negara.

Cuti tahunan dapat diajukan oleh PNS dan calon PNS yang telah bekerja selama 1 tahun. Lamanya hak cuti adalah 12 hari dalam setahun.

Untuk menggunakan hak ini, PNS dan calon PNS mengajukan permintaan tertulis kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). PPK kemudian memberikan izin cuti yang diminta.

Jika hak cuti tidak digunakan di tahun yang bersangkutan, hak tersebut dapat dipakai di tahun berikutnya. Ketentuannya, lama masa cuti adalah 18 hari, termasuk cuti pada tahun berjalan.

" Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan 2 (dua) tahun atau lebih berturut-turut, dapat digunakan dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk hak atas cuti tahunan dalam tahun berjalan,” bunyi Pasal 313 ayat (2) PP ini.

Cuti besar diberikan kepada PNS yang telah bekerja selama minimal lima tahun. Lama masa cuti adalah tiga bulan.

PNS yang menggunakan hak cuti ini tidak dibolehkan menggunakan hak cuti tahunan di tahun yang bersamaan.

Cuti sakit diberikan pada PNS yang mengalami sakit lebih dari 1 hari sampai dengan 14 hari. PNS yang bersangkutan diwajibkan mengajukan permohonan cuti kepada PPK dengan melampirkan surat keterangan dokter pemerintah.

Sedangkan PNS yang sakit lebih dari 14 hari dapat mengajukan cuti sakit paling lama 1 tahun. Masa cuti tersebut dapat ditambah paling lama 6 bulan jika diperlukan, didasarkan surat keterangan tim penguji kesehatan yang ditetapkan menteri bersangkutan.

Khusus untuk PNS yang melahirkan juga mendapatkan hak cuti. Cuti melahirkan diberikan pada PNS wanita untuk melahirkan anak pertama hingga anak ketiga selama tiga bulan. Untuk kelahiran anak keempat, PNS bersangkutan diberikan hak cuti besar.

Cuti karena alasan penting diberikan kepada PNS apabila ada anggota keluarganya baik ibu, bapak, istri atau suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit keras atau meninggal dunia. Juga pada PNS maupun anggota keluarganya yang melangsungkan perkawinan, dengan lama masa cuti ini ditetapkan 1 bulan.

Cuti bersama diberikan mengikuti ketentuan yang ditetapkan Presiden. Cuti bersama ini tidak mengurangi hak PNS atas cuti tahunan.

Sementara cuti di luar tanggungan negara diberikan kepada PNS dengan alasan pribadi dan mendesak. Lama cuti ini ditetapkan paling lama 3 tahun.

" Jangka waktu cuti di luar tanggungan negara sebagaimana dimaksud dapat diperpanjang paling lama I (satu) tahun apabila ada alasan-alasan yang penting memperpanjangnya," bunyi Pasal 334 ayat (3) PP ini.

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan