Duet Emiten BUMN & Astra Angkat Indeks Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 8 September 2017 16:50
Duet Emiten BUMN & Astra Angkat Indeks Syariah
Hampir semua indeks sektoral menguat.

Dream - Indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa menatap akhir pekan dengan ceria. Meski dibuka melemah di awal perdagangan, Indeks Saham Syariah Indonesia dan Jakarta Islamic Index (JII) menutup transaksi dengan bertengger di zona positif.

Tekanan aksi jual pemodal asing yang melonjak tinggi masih mampu ditahan pelaku pasar. Sebagian besar indeks sektoral juga banyak yang ditutup menguat. 

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat, 9 September 2017. indeks ISSI menguat 1,112 poin (0,60%) ke level 185,514. Melemah ke level 184,361 di sesi pembukaan, ISSI sempat menyentuh level terendah di 184,318.

Sama dengan ISSI, indeks keping biru syariah, JII, juga bergerak naik 5,204 poin (0,70%) ke level 746,394. Indeks berisi 30 emiten bluechips syariah ini melemah di level 740,808 ketika perdagangan baru dibuka. 

Jelang akhir pekan ini terjadi aksi jual cukup besar dari pelaku pasar. ISSI mencatat nett sell asing menebus di atas Rp 1 triliun, tepatnya Rp 2,49 triliun. 

Secara keseluruhan, transaksi jual beli saham syariah mengalami kenaikan tinggi hingga Rp 6,19 triliun dengan 120,3 juta saham yang beralih tangan. 

Hampir semua indeks sektoral menghijau. Investor lebih senang memainkan uangnya di saham-saham sektor industri aneka, pertambangan, dan industri dasar yang masing-masing naik 1,86 persen, 1,48 persen, dan 1,03 persen.

Hanya ada satu indeks yang melemah, yaitu indeks perdagangan yang turun 0,67 persen.

Emiten-emiten bluechip syariah penghuni top gainer hari ini didominasi saham-saham pelat merah dan kelompok Astra. Pemuncak top gainer dihuni saham SMGR yang harga sahamnya naik Rp475, diikuti PTBA Rp275, AALI Rp225, UNVR Rp200, dan ASII Rp175.

Sebaliknya, emiten-emiten JII top loser adalah yang UNTR yang harga sahamnya turun Rp375, TPIA Rp125, WSKT Rp30, CTRA Rp25, dan PGAS Rp25.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 23 poin (0,92%) ke level Rp13.187 per dolar AS. Kurs rupiah menghijau sejak perdagangan dimulai. Mengawali perdagangan, nilai tukar rupiah terhadap dolar " perkasa" di level Rp13.276 per dolar AS dan menyentuh level tertinggi di Rp13.154 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone