Saham Pelat Merah Berguguran, Indeks Syariah Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 5 September 2017 16:41
Saham Pelat Merah Berguguran, Indeks Syariah Melemah
Saham-saham syariah tak mampu mengerek kinerja perdagangan.

Dream - Hingga enam hari perdagangan, indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum kunjung menguat. Meski beberapa kali dibuka menguat, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) mengakhiri perdagangan di zona merah. 

Tekanan jual pemodal asing yang semakin menguat memaksa investor lokal memilik menahan diri masuk pasar. Padahal sejumlah bursa regional sudah mulai kembali ke zona positif. 

Pada penutupan perdagangan harin BEI, Selasa 5 September 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,219 poin (0,12%) ke level 184,351. Indeks ISSI yang dibuka menguat sempat menyentuh level tertinggi di 184,884.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 0,053 poin (0,01%) ke level 740,194. Indeks ini sempat terangkat ke level tertinggi di 741,240.

Transaksi perdagangan saham kali ini memang sedikit mengalami peningkatan. Tercatat 60,13 juta saham diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp3,25 triliun. Frekuensi jual beli saham juga semakin marak. 

Namun peningkatan transaksi itu tertekan oleh aksi jual pemodal asing yang kembali meningkat. Nett sell asing pada saham-saham syariah naik menjadi Rp 496 miliar. 

Sebagian besar indeks sektoral sebetulnya bergerak menghijau. Sektor pertambangan menjadi motor perdagangan dengan menguat 1,63 persen, diikuti sektor pertanian 0,69 persen, industri aneka 0,58 persen, dan barang konsumsi 0,58 persen.

Penguatan itu sayangnya tak bisa menahan tekanan jual investor pada saham-saham di sektor industri dasar, properti, dan infrastruktur, sehingga masing-masing indeksnya turun 0,53 persen, 0,70 persen, dan 0,50 persen.

Emiten-emiten keping biru syariah top gainer hari ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp750, PTBA Rp450, AALI Rp150, TPIA Rp150, dan AKRA Rp100.

Sebaliknya, saham-saham syariah emiten BUMN justru mendominasi daftar top loser JII. Merek adalah SMGR yang harga sahamnya turun Rp275, ICBP Rp100, PGAS Rp100, PTPP Rp50, dan WSKT Rp40.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 10 poin (0.07%) ke level Rp13.328 per dolar AS. Rupiah bergerak naik turun sejak menghijau di level Rp13.315 per dolar AS.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya