Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Indeks JII Dan ISSI Melemah Ketika Perdagangan Berakhir.
Dream – Indeks syariah kembali tak sanggup menahan laju aksi jual pelaku pasar. Bergerak di dua zona sepanjang perdagangan, pelaku pasar tak cukup kuat mendorong Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali ke zona merah.
Masih adanya tekanan jual dari pemodal asing membuat investor lokal memilih menahan diri masuk lantai bursa.
Menutup perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu 30 Agustus 2017, indeks ISSI bertengger di level 186,642 atau bergerak flat dengan melemah tipis 0,006 poin (0%). ISSI sempat menyentuh level tertinggi 187,032 setelah dibuka menguat di 186,754.
Indeks bluechip syariah, JII juga tak bisa melawan volume jual investor. Indeks JII turun 0,817 (0,11%) ke level 751,104.
Transaksi perdagangan saham syariah kembali ke jalur normal setelah kemarin mencetak nilai Rp 6,62 triliun. Dengan 40,26 juta saham yang berpindah tangan, transaksi perdagangan saham syariah kali ini hanya mencatat nilai Rp 3,3 triliun.
Investor asing memang masih melakukan aksi jual saham. Namun nilai nett sell asing telah berkurang signifikan menjadi Rp 19,9 miliar.
Ketika perdagangan berakhir, indeks emiten sektor perdagangan terjun bebas 1,38 persen, diikuti barang konsumsi 0,97 persen dan manufaktur 0,67 persen.
Hanya empat indeks yang menguat, yaitu industri aneka 0,16 persen, properti 0,16 persen, infrastruktur 0,54 persen, dan keuangan 0,28 persen.
Emiten-emiten syariah top gainer adalah TPIA yang harga sahamnya turun Rp150, INCO Rp120, PGAS Rp30, ANTM Rp25, dan LPPF Rp25.
Sebaliknya, emiten-emiten syariah top loser adalah PTBA Rp550, UNTR Rp300, AALI Rp225, SMGR Rp100, dan AKRA Rp75.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terkoreksi tipis. Kursnya turun 1 poin (0,01%) ke level Rp13.341 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya