Bagaimana Caranya Untuk Tak Bangkrut Setelah Mudik Lebaran?
Dream – Lebaran Idul Fitri tahun 2019 masih empat bulan lagi. Namun, tak sedikit masyarakat sudah mempersiapkan mudik ke kampung halaman.
Founder and CEO Jouska Indoensia, Aakar Abyasa, mengakui mudik memang sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia. Para pemudik akan terdorong melakukan apa saja untuk bisa pulang ke kampung halaman di hari spesial tersebut.
“ (Mudik) memang sudah fenomena setiap orang setiap tahunnya," kata Aakar di Jakarta, ditulis Jumat 22 Februari 2019.
Karena menjadi kebutuhan, banyak masyarakat, terutama yang sudah berkeluarga, rela berutang untuk memenuhi keinginannya pulang mudik. Alasannya, pemudik biasanya menghabiskan uang lebih banyak ketika berada di kampung halaman.
Nah daripada pulang mudik malah jadi bikin hidup bangkrut, begini caranya untuk menyiasatinya.
Menurut Aakar hal utama yang perlu diingat adalah tidak mengeluarkan uang secara berlebihan ketika berada di kampung halaman.
“ Jangan pol-polan banget,” kata dia.
Aakar menyarankan untuk mempersiapkan dana mudik jauh-jauh hari. Perilaku menabung dana khusus mudik ini biasanya memerlukan waktu yang lama. Dengan begitu, dana mudik tak dianggap sebagai beban pengeluaran setiap bulan.
" Kita perlu waktu cukup lama, normalnya bisa kayak lima tahun. Jadi normalnya kalau mudik sehat nggak ninggalin utang,” kata dia.
Kalau kondisi keuangan sedang tidak baik, Aakar menyarankan untuk tak memaksakan pergi mudik. Sebab, hal ini akan menimbulkan utang. “ Kalau tak ada bujet sama sekali, tahan dulu pulang. Kan, bisa video call. Ada masanya susah-susah bentar, kata dia. (Sah)
Advertisement

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Kulit Kering dan Gatal atau Eksim? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Pelembap

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

10 Masalah Kesehatan yang Risikonya Bisa Dikurangi dengan Rutin Berolahraga

Raja Herbal dari Ketapang Sebagai Benih Kemandirian Ekonomi Desa
