Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengajari Anak Tentang Konsep Uang

Reporter : Abidah
Minggu, 9 Agustus 2026 06:00
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengajari Anak Tentang Konsep Uang
Mengajari anak mengenai konsep uang merupakan hal yang penting diketahui dan dilakukan oleh orang tua. Ketahui kapan waktu tepat untuk melakukannya.

DREAM.CO.ID - Banyak orang tua menunda percakapan soal uang sampai anak mereka cukup besar untuk " benar-benar memahaminya" , biasanya menunggu hingga usia sekolah dasar atau bahkan remaja. Padahal, penelitian di bidang perkembangan anak menunjukkan jendela pembentukan kebiasaan finansial jauh lebih sempit dan lebih dini dari yang dikira kebanyakan orang tua.

Dilansir dari GoHenry, riset dari University of Cambridge menemukan bahwa kebiasaan uang seorang anak sebagian besar sudah terbentuk pada usia tujuh tahun. Louise Hill, co-founder dan COO GoHenry, menyebut usia ini mungkin terasa terlalu dini untuk memulai percakapan serius soal uang, tapi justru inilah momen ideal memperkenalkan nilai uang kepada anak.

Penelitian dari Money Advice Service yang dikutip GoHenry menambahkan bahwa sebagian besar anak sudah bisa mengenali nilai uang dan memahami hubungan antara bekerja dan menghasilkan uang pada usia tujuh tahun. Pada titik ini, kebanyakan anak juga sudah mampu merencanakan, menunda keputusan, dan memahami bahwa sebagian pilihan belanja bersifat permanen, bukan bisa dibatalkan begitu saja.

Alasan di balik pentingnya usia dini ini berkaitan dengan cara kerja otak anak. Otak berkembang paling cepat sejak lahir hingga usia lima tahun, dan pada saat anak mulai masuk taman kanak-kanak, sekitar 90 persen perkembangan otaknya sudah terjadi. Ini menunjukkan bahwa semakin dini pembelajaran dimulai, semakin besar peluang kebiasaan finansial yang baik tertanam kuat.

1 dari 3 halaman

Sudah Bisa Dimulai Sejak Usia Balita

Sudah Bisa Dimulai Sejak Usia Balita © Dream

Dilansir dari National Financial Educators Council, begitu anak sudah cukup besar untuk berhitung, biasanya sekitar usia dua tahun, orang tua sebaiknya mulai mengenalkan konsep uang secara sederhana. Pada rentang usia ini hingga sekitar tujuh tahun, pendekatannya masih berupa pengenalan dasar: mengenali bentuk koin dan uang kertas, bermain pura-pura berbelanja, atau menghitung kembalian dalam permainan sederhana.

Riset dari Cambridge University bahkan mendorong orang tua mulai mengajarkan konsep uang sejak usia tiga tahun. Southern Bank turut mengonfirmasi hal serupa, menyebut usia ideal untuk mulai mengenalkan konsep uang berada di rentang tiga hingga enam tahun, saat anak mulai memahami bahwa uang digunakan untuk membayar sesuatu, serta mulai menangkap konsep harga dan nilai barang secara dasar.

Sementara itu, tinjauan dari Penn State Extension tahun 2025, menemukan bahwa anak-anak berusia lima tahun sudah memiliki opini yang bermakna soal belanja dan menabung. Riset dari West Virginia University turut melaporkan bahwa anak yang menerima pelajaran uang sebelum usia tujuh tahun cenderung mengembangkan kebiasaan finansial yang lebih kuat sepanjang hidupnya.

 

2 dari 3 halaman

Usia 8 hingga 14 Tahun: Fase Kritis Pembentukan Perilaku

Begitu anak melewati usia tujuh tahun, fase pembelajaran berikutnya justru tidak kalah penting. National Financial Educators Council menyebut rentang usia 8 hingga 14 tahun sebagai periode krusial dalam perkembangan perilaku finansial anak. Pada tahun-tahun ini, anak mulai membentuk kebiasaan menabung dan berbelanja yang bisa bertahan hingga jauh ke masa dewasa. Salah satu cara paling efektif memanfaatkan periode ini adalah lewat pengelolaan uang saku yang tepat, di mana orang tua tetap terlibat aktif membimbing anak memahami urusan finansial, bukan sekadar memberi uang tanpa penjelasan.

Tidak peduli berapa usia anak saat ini, entah tiga atau tiga belas tahun, bagian terpenting dari mengajarkan literasi finansial adalah membangun percakapan yang terbuka, jujur, dan rutin soal uang. Sebuah survei global literasi finansial tahun 2015 pada remaja usia 15 tahun menemukan bahwa remaja yang membicarakan uang bersama orang tuanya cenderung mendapat skor literasi finansial lebih tinggi, dan mereka yang membahas soal uang di rumah satu hingga dua kali seminggu mencetak skor paling tinggi dari semuanya.

Louise Hill dari GoHenry menekankan bahwa orang tua punya kekuatan nyata membentuk literasi finansial anak lewat berbagai kesempatan sehari-hari, bukan hanya lewat satu momen pengajaran formal. Menurutnya, semakin awal percakapan ini dimulai semakin baik, karena pesan yang paling efektif diserap adalah pesan yang diulang berkali-kali dengan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari.

3 dari 3 halaman

Jadi, Kapan Waktu yang Tepat?

Jawabannya bukan menunggu satu titik usia tertentu, melainkan menyesuaikan level pembelajaran dengan tahap perkembangan anak. Perkenalkan konsep dasar seperti nilai koin dan uang kertas sejak balita, bangun pemahaman tentang menabung dan memilih prioritas belanja sebelum usia tujuh tahun, lalu perdalam lewat pengelolaan uang saku dan tanggung jawab finansial yang lebih besar pada rentang usia 8 hingga 14 tahun.

Yang terpenting, jadikan uang sebagai topik obrolan biasa di rumah, bukan sesuatu yang ditutupi atau ditunda sampai anak " cukup umur" untuk memahaminya, karena pada saat itu tiba, kebiasaan finansial mereka mungkin sudah lebih dulu terbentuk tanpa bimbingan yang tepat.

Beri Komentar