Sebut 4 Unicorn Indonesia Milik Singapura, Kepala BKPM Minta Maaf

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 31 Juli 2019 11:12
Sebut 4 Unicorn Indonesia Milik Singapura, Kepala BKPM Minta Maaf
Dia keliru membaca data Temasek-Google.

Dream Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), Thomas Trikasih Lembong meralat ucapannya.

Pria yang karib disapa Tom Lembong itu sempat menyebut Gojek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka bukan unicorn milik Indonesia, tapi Singapura. 

Dikutip dari cuitan di akun Twitter-nya @tomlembong, Rabu 31 Juli 2019, Tom meralat ucapannya.

Menurutnya, Tokopedia dan Bukalapak telah memberikan klarifikasi kepadanya soal pernyataan empat unicorn Indonesia dimiliki Singapura. Gojek juga telah memberikan pernyataan kepada publik, mereka tak menggunakan induk perusahaan di Singapura.

Maaf dan ralat. @tokopedia dan @bukalapak sudah klarifikasi ke saya, @gojekindonesia sudah klarifikasi ke publik mereka tidak pakai induk perusahaan di Singapura, tapi sepenuhnya PT PMA di Indonesia,” cuit Tom.

1 dari 5 halaman

Pakai Data 2016

Mantan Menteri Perdagangan ini juga menyodorkan lampiran Temasek-Google yang berjudul “ E-conomy SEA: Unlocking The US$200 Billion Digital Opportunity in Southeast Asia.”

Dalam laporan itu, disebutkan Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam tidak memiliki startup unicorn. Malah, Singapura punya 4 startup unicorn.

Sayangnya, tak disebutkan nama startup-startup yang dimiliki Singapura. Ditambah lagi, laporan itu diterbitkan oleh Temasek-Google pada 2016.

“ Saya bicara terlalu jauh, mengomentari bahan Google-Temasek ini,” cuit dia.

 

 Klarifikasi bos BKPM tentang Indonesia tak punya unicorn.

2 dari 5 halaman

Ternyata, Investor Besar Empat Unicorn Ada di Singapura

Dream – Pemerintah sering membanggakan empat unicorn asal Indonesia. Keempat unicorn ini adalah PT Aplikasi Karya Anak Indonesia (Gojek Indonesia), Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Sayangnya, keempat unicorn ini diklaim sebagai milik Singapura. Hal ini terungkap dari riset holding raksasa Singapura, Temasek. 

“ (Berdasarkan) riset Google Temasek (tentang) pertumbuhan ekonomi ASEAN, malah empat unicorn kita diklaim sebagai unicorn mereka,” kata Kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong dikutip dari Merdeka.com, Selasa 30 Juli 2019.

Thomas mengaku heran riset tersebut menyebutkan Indonesia tidak sama sekali memiliki unicorn. Malah, Singapura tercatat punya empat unicorn yang selama ini milik Indonesia.

" Saya tidak mengerti juga, ada tabel tentang unicorn, Indonesia ada 0 tapi di Singapura ada 4," kata Thomas.

3 dari 5 halaman

Ternyata Ini Arti di Balik Logo Baru Gojek

Thomas mengatakan investor besar keempat unicorn itu ternyata berasal dari Singapura.

" Faktanya adalah 4 unicorn kita, induknya memang di Singapura semua. Uang yang masuk ke-4 unicorn kita, masuknya lewat Singapura," kata dia.

Thomas mengatakan modal yang masuk ini bukan dalam investasi. Tapi, induknya langsung membayar ke perusahaan melalui iklan di Indonesia atau membayarnya langsung ke vendor atau supplier di Indonesia dari Singapura.

Dengan demikian jika keempat unicorn tersebut mendapat suntikan dana, maka diperhitungkan sebagai investasi di Singapura bukan di Indonesia.

" Jadi, sedikit membingungkan, kan ada pengumuman Grab akan investasi sekian, (unicorn) Gojek baru fund raising baru dapet lagi berapa miliar dolar. Kok tidak nongol-nongol lagi dalam bentuk arus modal masuk berbentuk investasi. Jawabannya masuk berbentuk investasi ke Singapura, ke induknya," kata dia.  

4 dari 5 halaman

Berubah Drastis, Inilah Logo Baru Gojek

Dream – Gojek telah menyegarkan tampilan logonya. Kini kamu takkan lagi melihat gambar sopir ojek di jaket driver online pesanan kamu. 

Logo Gojek menghilangkan gambar sopir ojek dan motornya dan berganti lingkaran tak sempurna dengan titik di bagian tengah.

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, perusahaan pencipta Gojek akan mengganti logo di atribut mitra pengemudi, seperti jaket dan helm.

Perusahaan yang dipimpin Nadiem Makarim ini juga meningkatkan kualitas helm dan jaket pengemudi sehingga lebih aman.

Menurut Nadiem, Gojek saat ini sudah berubah total dari awal mula pendiriannya. Tak hanya melayani jasa ojek online, Gojek kini mewadahi bermacam-macam merchant. Perubahan inilah yang memelrukan simbol atau logo baru yang bisa mewadahi semuanya.

“ Banyak merchant yang komplain kenapa sih logo kita nggak di-present. Untuk itulah kami memilih simbol yang universal dan bisa diinterpretasikan macam-macam,” kata Nadiem di Jakarta, Senin 22 Juli 2019.

5 dari 5 halaman

Ini Arti Logo Baru Gojek

Nadiem mengatakan logo anyar Gojek dia beri nama “ solve”. Gambarnya sesuai dengan imej Gojek, yaitu one stop solution.

“ Dengan satu aplikasi, pengguna bisa menyelesaikan masalah melalui 20 layanan yang disediakan Gojek,” kata dia.

Jika diperhatikan lagi, logo ini menyerupai ikon driver yang terdapat di fitur layanan GoRide di aplikasi Gojek.

“ Kami bangga dengan para mitra Gojek yang mampu berkembang bersama kemajuan teknologi. Mereka berperan aktif dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi digital dengan membantu mempermudah hidup jutaan masyarakat setiap hari,” kata Nadiem.

(Sah, Laporan: Alfi Salima Putri)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik