Tren Baru! Saudagar Tajir Bosan Mobil Supermewah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 26 Januari 2015 10:16
Tren Baru! Saudagar Tajir Bosan Mobil Supermewah
Kalaupun kalangan hartawan ini membeli mobil mewah baru, mereka akan merombaknya.

Dream - Kalangan masyarakat kelas kini tengah dilanda demam bosan mobil mewah. Kalangan kaya ini memilih memodifikasi mobil paling gress yang baru dibelinya agar tetap mempertahankan sisi eksklusifitasnya.

Tren ini pula ditangkap pabrikab mobil mewah dengan menawarkan jasa modifikasi dan personalisasi. Pabrikan mobil mewah seperti Ferrari dan Rolls-Royce bahkan rela menyediakan jasa ini agar bisa memenuhi permintaan pelanggan.

Namun, mantan CEO Lotus mengatakan kepada CNBC bahwa mayoritas pabrikan mobil tidak bisa memodifikasi kendaraan. Masalahnya, pabrikan tak sanggup memenuhi permintaan desain karena memakan biaya lebih banyak dibandingkan membeli baru.

" Saya percaya produsen mobil mencoba untuk menuju ke arah ini, tetapi dibatasi oleh proses produksi. Implikasi biaya, waktu, dan rekayasa adalah faktornya," Dany Bahar, pendiri perusahaan desain interior custom Ares Performance seperti dikutip CNBC, Senin, 27 Januari 2015.

Jumlah klien yang datang ke Ares dilaporkan melampaui proyeksi Bahar. Dari prediksi 25 mobil, Ares telah menangani 62 mobil sepanjang 2014. Tahun ini mantan bos Lotus ini mengatakan perusahaan kemungkinan akan menangani sekitar 150 mobil.

Pasar mobil mewah terus menguat. Rolls-Royce mengatakan 2014 merupakan tahun penjualan tertinggi dalam sejarah 111 tahun kehadirannya di dunia otomotif. Tren baru juga muncul seiring pabrik mobil yang berusaha memasuki pasar premium.

Seorang analis mengatakan pertumbuhan pasar mobil mewah dan meningkatnya jumlah kendaraan yang dijual telah jenuh dan menurunkan eksklusivitas mobil mewah. Hal ini mendorong produsen untuk meluncurkan desain yang lebih unik.

" Masalahnya semakin banyak mobil mewah dan kendaraan yang dijual sehingga memengaruhi merek mobil mewah," kata Winston Chesterfield, associate director di Ledbury Research kepada CNBC.

Bahar mengatakan pelanggan miliardernya lebih senang membeli mobil baru untuk dimodifikasi di bengkelnya di Modena, Italia. Mereka biasanya membeli mobil baru dan mengapalkannya langsung dari pabrik ke bengkelnya itu.

Ia mengatakan bahwa dua pertiga dari pelangganya berasal dari Timur Tengah dan Rusia. Salah satu permintaan aneh yang pernah diterima Bahar adalah saat seorang pelanggan pria minta celana jean kekasihnya dijahit di jok kemudi mobilnya.

Beri Komentar