Ilustrasi Bursa Saham
Dream - Koreksi indeks bursa saham Dow Jones, Amerika Serikat (AS) memaksa laju penguatan pasar modal Indonesia tertahan sejenak. Gerak sedikit mendatar indeks saham juga dipicu aksi tunggu pasar terhadap pengumuman pasangan Capres-Cawapres.
Pada pembukaan perdagangan saham, Jumat, 16 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 8,35 poin (0,17%) ke level 4,983,28. Pasar tampaknya harus sedikit bersabar menunggu indeks menembus level baru 5.000.
Namun masih menguatnya IHSG membawa indeks saham lainnya ikut beranjak naik. Hingga perdagangan pukul 09.45 WIB, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatat kenaikan tipis 0,19 (0,12%) ke level 164,33.
Sementara indeks saham bluechips syariah naik lebih tinggi 1,49 poin (0,22%) ke level 674,09.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal pembukaan ini mencapai 6,56 juta saham dengan nilai menembus Rp 1,29 triliun.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengungkapkan indeks Dow Jones mengalami koreksi lebih dari 2 persen dalam dua hari terakhir. Kondisi ini terjadi akibat data-data ekonomi dan data-data kinerja emiten yang kurang kondusif.
" Sentimen dari bursa regional ini, diperkirakan memiliki peluang untuk menekan IHSG pada perdagangan pagi," katanya.
Satrio memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan didominasi oleh sentimen Pemilu Presiden. Dengan Jokowi masih belum juga mengumumkan siapa calon wakil presiden yang dipilihnya, pelaku pasar diperkirakan masih akan terus mengambil posisi-posisi spekulatif.