Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Indeks Syariah Melemah Saat Penutupan Perdagangan, Jumat 10 November 2017.
Dream – Indeks syariah terjerembab ke zona merah ketika perdagangan berakhir pada Jumat 10 November 2017. Aksi beli selektif pemodal di tengah minimnya sentimen positif membuat sejumlah indeks sektoral rontok.
Tekanan semakin mendera setelah pemodal aksi meningkatkan aksi lepas saham syariah mereka.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), menunjukan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,931 poin (0,50%) ke level 184,700. Tanda-tanda pelemahan ISSI terlihat saat pasar saham dibuka. ISSI langsung melemah di level 185,248 meski sempat menembus zona hijau dan menyentuh level tertinggi 185,711.
Kondisi serupa juga terjadi pada indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang merosot 3,119 poin (0,42%) ke level 731,754.
Di tengah pelemahan, transaksi perdagangan saham memang mencatat kenaikan. Dari 62,19 juta saham yang beralih tangan, pasar saham syariah Indonesia dibanjiri aliran dana sebesar Rp4,64 triliun, bertambah sekitar Rp300 miliar dari perdagangan kemarin.
Namun kenaikan transaksi saham syariah itu dibarengi dengan langkah pemodal asing yang kembali melepas portofolionya. Nett sell asing naik tajam menjadi Rp493 miliar hingga sesi paska penutupan perdagangan.
Aksi jual saham banyak terjadi pada sektor perdagangan, infrastruktur, dan industri dasar. Alhasil yang masing-masing indeksnya terkoreksi 1,19 persen, 0,90 persen, dan 0,90 persen.
Indeks industri aneka yang menguat 0,65 persen, barang konsumsi 0,44 persen, dan manufaktur 0,18 persen tak cukup ampuh menahan gempuran aksi jual investor.
Harga saham TPIA yang naik Rp350, ASII Rp75, INDF Rp75, PTBA Rp75, dan WSKT 40 menjadi saham-saham bluechip syariah pencetak top gainer hari ini.
Sebaliknya, deretan top loser indeks JII dihuni UNTR yang harganya turun Rp1.375, UNVR Rp125, AALI Rp100, LPPF Rp100, dan SMGR Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 3 poin (0,02%) ke level 13.519 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
