Indeks Syariah Terjun Bebas Usai Libur Panjang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 22 April 2019 16:52
Indeks Syariah Terjun Bebas Usai Libur Panjang
Saham industri dan barang konsumsi mengalami koreksi paling dalam.

Dream - Bursa saham Indonesia tertekan hebat usai menikmati libur panjang akhir pekan. Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), bahkan langsung rontok saat menutup perdagangan harian, Senin 22 April 2019.

Sentimen hasil Pemilu 2019 yang relatif berjalan lancar sepertinya mulai ditinggalkan pelaku pasar. Sentimen munculnya aksi jual asing meski dalam nilai kecil turut mempengaruhi posisi pemodal lokal di bursa saham.   

Dikutip dari papan perdagangan BEII, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengalami koreksi cukup dalam yaitu 2,732 poin (1,43%) ke level 188,116. ISSI terus berada dalam tren menurun sejak pembukaan perdagangan dibuka.

ISSI mengawali perdagangan dengan menguat ke level 191,028 saat perdagangan dibuka dan hanya bisa bertahan di zona hijau selama 10 menit. Selanjutnya, ISSI tiarap di zona merah dan sempat jatuh ke posisi terendah di 187,884.

Koreksi paling dalam dialami Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang hanya bisa bertahan di zona positif selama beberapa detik usai pembukaan. Terpangkas sampai 14,213 poin, indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini rontok sampai 2,01% ke level 692,032.

Pelemahan cukup dalam juga dialami Indeks JII70 yang turun 4,627 poin (1,97%) ke level 230,152.

Tekanan cukup besar pada indeks sektoral membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan dalam. IHSG terkoreksi 92,478 poin (1,42%) ke level 6.414,743.

1 dari 1 halaman

Rupiah Juga Lesu

Lantai bursa kali ini diramaikan dengan aksi jual saham. Investor lebih suka melepas saham di sektor industri aneka, barang konsumsi, dan manufaktur.

Indeks sektor industri aneka anjlok 3,56 persen, barang konsumsi 2,77 persen, dan manufaktur 2,69 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah LPPF yang harga sahamnya menguat Rp160, AMFG Rp150, LPCK Rp105, GMTD Rp100, dan PTBA Rp100.

Sebaliknya, harga saham UNVR terkoreksi Rp1.125, INTP Rp600, SMGR Rp550, AALI Rp375, dan ASII 325.

Pada 16.10, rupiah melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 29 poin (0,21%) ke level Rp14.073 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham