Donald Trump Beri Sinyal `Perang Dagang` ke Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 6 Juli 2018 14:42
Donald Trump Beri Sinyal `Perang Dagang` ke Indonesia
Kenapa alasannya?

Dream – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ini menjadi sorotan publik. Trump disebut mengambil ancang-ancang untuk mencabut beberapa tarif khusus yang diberikan Amerika Serikat kepada Indonesia.

Dilansir dari Merdeka.com, Jumat 6 Juli 2018, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonnesia (APINDO), Hariyadi Sukamdani, mengatakan Trump telah mencabut generalized system of preferences (GSP) produk tekstil Indonesia. Pencabutan tarif khusus untuk tekstil ini sudah dilakukan sejak Januari lalu.

“ Jadi, memang Amerika Serikat menerapkan itu tidak hanya ke Tiongkok, tetapi juga ke semua negara yang dia defisit, termasuk Indonesia,” kata Hariyadi di Jakarta.

Yang dilihat defisit, langsung dipotong semuanya. “ Mudah-mudahan tidak sampai ke sana, ya,” kata Hariyadi.

Ketua APINDO Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani, mengatakan, saat ini ada 124 produk Indonesia yang sedang dikaji ulang oleh Amerika Serikat. Seperti kapas, udang, dan kepiting. Jika GSP dicabut, bea masuk produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat akan semakin mahal.

“ Tapi, prinsponya itu yang menjadi kuncinya. Kalau kehilangan GSP, ekspor ke sana akan lebih mahal karena tarifnya lebih tinggi,” kata dia. 


1 dari 1 halaman

Pemerintah Tak Takut Melawan

Dream - Sinyal Trump ini mendapatkan perhatian dari pemerintah. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan ancaman Amerika ini berdasarkan defisit hubungan perdagangan Amerika—Indonesia.

Padahal, ada kesalahan penghitungan dari pihak sana. Enggartiasto juga telah mengirim surat kepada pihak Amerika Serikat untuk menjelaskan.

" Yang GSP nya, kita termasuk dalam daftar negara yang memiliki surplus yang besar. Tapi kami juga sudah kirim surat dan kita sudah menyampaikan mengenai yang pasti ada perbedaan angka dulu, bagaimana menghitungnya, jumlah defisit mereka dengan surplus kita berbeda angkanya," kata dia.

Enggartiasto telah melakukan pendekatan dengan pemerintah Amerika Serikat. Bahkan, duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat pun turun tangan untuk melakukan pendekatan.

" Dan saya sendiri melakukan komunikasi dengan Amerika untuk meyakinkan, sebab pada dasarnya kita tidak setuju dengan perang dagang, semua pihak akan dirugikan, kita lebih senang dengan kolaborasi,” kata dia.

Kalau Amerika Serikat tetap menekan bea masuk, Enggartiasto siap untuk melawan.

“ Kalau dapat tekanan, hal itu bisa kita lakukan. Sama halnya dengan Amerika dan Tiongkok, tapi itu akan berdampak di seluruh dunia,” kata dia.

Salah satu perlawanan yang pernah dilakukan adalah terhadap pemerintah Norwegia. Negara itu melarang masuknya impor sawit dari Indonesia, maka pihak Indonesia juga mengancam tidak akan megizinkan komoditi andalan mereka yaitu ikan salmon masuk ke Indonesia.

Akhirnya, perlawanan itu berhasil dan pihak Norwey batal melakukan pemblokiran kelapa sawit. Untuk itu, di optimistis bisa mencegah perang dagang Amerika dengan Indonesia.

" GSP ini kita masih dalam pembicaraan untuk tidak masuk dalam watch list itu, dan nanti kita akan bahas,” kata dia. (ism)

Beri Komentar