Bela Israel, AS Keluar dari Dewan HAM PBB

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 20 Juni 2018 17:02
Bela Israel, AS Keluar dari Dewan HAM PBB
Keputusan itu diambil setelah selama setahun belakangan mengancam keluar, menyerukan reformasi, serta menuduh Dewan HAM PBB telah melakukan bisas anti-Israel.

Dream - Amerika Serikat menyatakan keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB). Pernyataan itu diumumkan oleh Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, dan Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, pada Selasa 19 Juni 2018.

Dikutip dari laman ABC News, Rabu 20 Juni 2018, keputusan itu diambil setelah selama setahun belakangan mengancam keluar, menyerukan reformasi, serta menuduh Dewan HAM PBB telah melakukan bias anti-Israel.

Ancaman mundur serta seruan reformasi dan tuduhan AS itu dilakukan sehari setelah komisioner Dewan HAM PBB mengkritisi kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump, khususnya mengenai pembangunan tembok pembatas AS-Meksiko untuk mencegah imigran.

Haley mengecam Dewan HAM PBB ini sebagai, " organisasi munafik dan memikirkan diri sendiri yang membuat ejekan terhadap hak asasi manusia," dan ," tidak sesuai dengan namanya."

Sementara, Pompeo mengatakan bahwa Dewan HAM PBB sebagai, " latihan dalam kemunafikan yang tak tahu malu." Selain itu, dia menyebut badan ini sebagai penghambat kemajuan dan perubahan karena melindungi rezim yang represif.

Setelah mengulang peringatan yang didasarkan pada perintah Trump itu, Haley mengatakan, " sayangnya, sekarang jelas bahwa seruan kami untuk melakukan reformasi tidak diperhatikan."

Pemerintah AS menyatakan bahwa dewan ini, yang mengeluarkan laporan tentang Israel di setiap sesi, secara terus menerus melakukan bias terhadap sekutu AS tersebut.

AS juga mengritik dewan yang dibentuk tahun 2006 ini karena memasukkan negara yang mereka nilai represif sebagai anggota. Dalam pengumuman itu, Haley menyebut sejumlah negara yang dimaksud, antara lain Venezuela dan Negara Republik Demokratik Kongo.

" Ketika apa yang disebut Dewan Hak Asasi Manusia tidak dapat membawa diri untuk mengatasi pelanggaran besar-besaran di Venezuela dan Iran dan menyambut Republik Demokratik Kongo sebagai anggota baru, Dewan tidak lagi layak untuk namanya," kata Haley. 

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone