Waduh, Indeks Syariah Rontok Lagi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 26 November 2019 17:20
Waduh, Indeks Syariah Rontok Lagi
Sektor pertanian dan industri paling terpukul

Dream - Bursa saham Indonesia tak kuasa melawan aksi jual pemodal asing yang membuat sejumlah indeks acuan berjatuhan. Hingga sesi penutupan perdagangan hari ini, (Selasa, 26 November 2019), investor asing tercatat melepas portofolio saham di pasar reguler hingga mencapai  Rp1,5 triliun. 

Aksi jual saham tersebut membuat investor lokal berhati-hati terjun ke lantai bursa. Belum adanya kepastian dari kondisi perekonomia global, terutama perang dagang AS-Tiongkok, mendorong pelaku pasar menjauh dari bursa. 

Tekanan jual juga terjadi pada tiga indeks syariah yang kompak ditutup melemah. Indeks sektor komoditas pertanian dan industri terguling di tengah aksi jual ini.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat ditutup melemah 1,501 poin (0,82%) ke level 181,991. ISSI hanya menanjak di 20 menit perdagangan awal dan langsung mendekam di zona merah hingga sesi perdagangan berakhir.

ISSI memulai perdagangan dengan menguat ke level 184,075 dan sempat menembus posisi tertinggi di 184,241. Namun tekanan jual yang datang membuat ISSI terperosok ke level terendahnya di 181,991.

Dua indeks saham bluechips syariah lebih dulu masuk zona merah dibandingkan ISSI. Hanya bertahan di teritori positif selama 10 menit, indeks Jakarta Islamic Index (JII) mendekam lemah sampai akhirnya ditutup dengan koreksi 9,817 poin (1,45%) ke level 666,165.

Sementara indeks JII70 melemah 2,375 poin (1,04%) ke level 225,634.

Laju tiga indeks acuan saham syariah ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga menghadapi tekanan di sesi kedua perdagangan. IHSG terpangkas 44,574 poin (0,73%) ke level 6.026,126.

1 dari 5 halaman

Saham Industri dan Pertanian Paling Terpukul

Investor masih mencermati kondisi perdagangan global. Para penanam modal masih wait and see tentang kesepakatan perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok. Aksi ini membuat investor menjual sahamnya, terutama di sektor pertanian, industri, manufaktur, dan barang konsumsi.

Indeks sektor pertanian merosot 1,95 persen, industri dasar 1,85 persen, industri aneka 1,83 persen, manufaktur 1,72 persen, dan barang konsumsi 1,61 persen.

Hanya indeks keuangan yang menguat 0,14 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INPS yang harga sahamnya menguat Rp400, ENVY Rp340, PCAR Rp270, BOGA Rp220, dan NATO Rp200.

Saham UNTR terkoreksi Rp975, SONA Rp700, UNVR Rp575, BYAN Rp425, dan INDS Rp420.

Dari pasar uang, rupiah melemah terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS menguat 52 poin (0,37%) ke level Rp14.127 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Tertekan di Sesi Siang, Indeks Syariah Berguguran

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 25 November 2019. Sempat mondar-mandir di sesi pertama perdagangan, indeks syariah akhirnya terkapar sepanjang sesi siang.

Investor wait and see melihat pemodal dunia yang mencemaskan kondisi perekonomian global. Ketidakpastian perang dagang AS-Tiongkok membuat pasar modal dunia kemungkinan bakal tertekan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan ini dengan turun 0,795 poin (0,43%) ke level 183,492. Setelah menguat di 184,407, ISSI bergerak fluktuatif dan sempat menembus level tertinggi di 184,670.

 

 © Dream

 

Tekanan jual datang saat sesi perdagangan kedua dimulai. ISSI mulai kehabisan tenaga untuk bertahan di zona hijau. Hingga sesi penutupan, ISSI tak lagi sanggup keluar dari zona merah. ISSI sempat terseret ke level terendah di 182,667.

Kondisi yang sama juga dialami Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 3,704 poin (0,54%) ke level 675,982. Sementara indeks saham syariah paling bungsu, JII70 beringsut 1,136 poin (0,49%) ke level 228,009.

Munculnya tekanan jual membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus kembali melorot 29,480 poin (0,48%) ke level 6.070,762.

3 dari 5 halaman

Investor Masih Menanti

Investor menanti kejelasan negosiasi perang dagang. Diperkirakan kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok takkan terjadi tahun ini dan tertunda tahun depan.

Alhasil, investor lebih banyak melepas sahamnya, terutama di sektor infrastruktur dan industri aneka. Indeks sektor infrastruktur amblas 1,81 persen dan industri aneka 1,48 persen.

Penguatan industri dasar sebesar 1,11 persen, pertanian 0,75 persen, perdagangan 0,19 persen,dan manufaktur 0,06 persen tak bisa menopang pelemahan perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SHID yang harga sahamnya meningkat Rp340, ENVY Rp275, TCID Rp200, INTP Rp175, dan MAPA Rp125.

Sebaliknya, harga saham DSSA anjlok Rp2.775, IBST Rp1.650, INDR Rp430, UNTR Rp400, dan MSKY Rp150.

Pada 16.16, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Kurs dolar AS melemah 15 poin (0,11%) ke level Rp14.075 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Investor Hati-Hati Melantai, IHSG dan Indeks Syariah Menguat Terbatas

Dream - Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat pada Rabu 20 November 2019. Meski sesuai dengan prediksi para analis, penguatan indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat terbatas.

Faktor tekanan dari ketidakpastian sentimen global membuat investor masih berhati-hati.  Dikutip dari Liputan6.com, investor fokus pada pembicara Federal Reserve minggu ini termasuk presiden bank distrik John Williams, Loretta Mester dan Neel Kashkari.

Bankir sentral Eropa juga akan mengadakan pertemuan minggu ini termasuk Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, ketua Bundesbank Jens Weidmann, bersama dengan Yves Mersch, Luis de Guindos, Pablo Hernandez de Cos dan Philip Lane dalam pembahasan kebijakan moneter lanjutan.

 

 © Dream

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,047 persen (0,02%) ke 186,115. Laju ISSI terlihat melemah sejak sesi perdagangan dimulai. ISSI dibuka melemah di level 185,748 saat sesi prapembukaan perdagangan.

ISSI banyak menghabiskan waktu perdagangan di zona negatif. Hanya aksi beli jelang penutupan yang berhasil menyelamatkan laju ISSI. 

Penguatan jelang sesi penutupan juga dialami Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang naik tipis 0,061 poin (0,01%) ke level 687,115.

Sementara Indeks JII70 merangkak 0,077 poin (0,03%) ke level 232,231.

Adanya aksi beli di menit terakhir perdangan membantu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 3,019 poin (0,05%) ke level 6.155,109.

5 dari 5 halaman

Sektor Pertanian Bersinar

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Investor cenderung melirik saham komoditas perkebunan yang mendorong indeks ini meroket 2,05 persen.

Sebaliknya, indeks properti melorot 0,78 persen, industri dasar 0,76 persen, industri aneka 0,35 persen, dan manufaktur 0,28 persen.

Harga saham syariah PICO meningkat Rp890, BYAN Rp575, AALI Rp400, POLU Rp295, dan CPIN Rp225.

Emiten syariah pencetak top loser adalah ENVY yang harga sahamnya terkoreksi Rp620, UNVR Rp250, INTP Rp175, MAPA Rp175, dan SIPD Rp170.

Pada 16.08, dolar AS justru menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 8 poin (0,06%) ke level Rp14.098 per dolar AS.

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin