Wapres Ma'ruf Amin Ingin Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 22 Oktober 2020 17:12
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi
Lembaga pendidikan ini juga diharapkan bisa menjadi motor di tengah pandemi Covid-19.

Dream – Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, mendorong pesantren untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Apalagi, pesantren harus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tengah pandemi Covid-19.

Pada Kamis 22 Oktober 2020, Ma’ruf mengatakan ada beberapa pesantren yang mulai berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Dia ingin ini ditiru oleh seluruh pesantren yang ada di Tanah Air.

“ Kami ingin semua pesantren bisa menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, baik keuangan maupun riil,” kata Ma'ruf dalam “ Perayaan Hari Santri: Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas” secara virtual, Kamis 22 Oktober 2020.

Agar bisa memberdayakan masyarakat, pemerintah membantu pesantren dengan membangun bank wakaf mikro (BWM) dan baitul mal wat tamwil (BMT). Untuk BMT, Ma’ruf mengatakan lembaga keuangan syariah (LKS) ini bisa menjadi penghubung dengan bank-bank syariah untuk membiayai masyarakat. BMT mendapatkan pembiayaan dari bank syariah dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dari Kementerian Koperasi dan UKM.

“ Saya mendorong semua pesantren yang jumlahnya 22 ribu untuk membangun BMT,” kata dia.

1 dari 2 halaman

Apresiasi Pesantren yang Kembangkan OPOP

Selain itu, Ma’ruf mengapresiasi pesantren yang sudah mengembangkan konsep One Pesantren One Product (OPOP). Setiap pesantren bisa memiliki produk atau mengembangkan produk bisnis yang dijalankan masyarakat.

“ Saya mengapresiasi pesantren yang mengembangkan ekonomi baik sektor keuangan maupun sektor riil sehingga bisa menjadi role model (bagi pesantren lainnya),” kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 2 halaman

Kolaborasi Pesantren dan Masyarakat Diperlukan untuk Kerek Ekonomi

Dream – Kolaborasi masyarakat dengan pesantren penting dilakukan untuk mempercepat ekonomi rakyat, apalagi ada pandemi Covid-19. Pesantren pun diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi, daya tahan, dan daya kemampuan kreasi dalam menghadapi pandemi.

“ Ini adalah salah satu wujud jihad dalam memberdayakan dan meningkatkan kapasitas ekonomi kita,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam acara “ Perayaan Hari Santri: Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas” secara live streaming, Kamis 22 Oktober 2020.

Sri Mulyani mengharapkan pesantren dan santri bisa menjalankan peran penting sebagai hub bagi ekonomi dan motor ekonomi masyarakat sekitar. Apalagi, saat ini, ada sekitar 28 ribu pesantren dan 18 juta santri di seluruh Indonesia, berdasarkan data Kementerian Agama.

 

© Dream

 

Pesantren, lanjut dia, mendapatkan bantuan dari pemerintah mnelalui program pemulihan ekonomi pesantren. Ada anggaran Rp2,6 triliun yang disiapkan untuk menyiapkan pesantren beradaptasi dengan kebiasaan baru atau new normal selama pandemi. Anggaran ini disalurkan baik bantuan operasional pendidikan pesantren sebesar Rp2,38 triliun dan pembelajaran daring Rp211,7 miliar.

Selain itu, pemerintah juga membantu para santri untuk mendapatkan pembiayaan melalui kredit usaha rakyat. Pembiayaan ini bisa digunakan untuk membiayai kegiatan produktif, misalnya kredit ultra mikro (UMi).

 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar