Waspada Penipuan Berkedok Pendaftaran SMS Notifikasi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 6 Desember 2018 13:45
Waspada Penipuan Berkedok Pendaftaran SMS Notifikasi
Penipuan ini mengatasnamakan BNI.

Dream – Belakangan ini, ada penipuan berkedok pendaftaran layanan SMS Noitifikasi melalui komunikasi telepon. Penipuan ini akan “ memaksa” nasabah PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero)/BNI untuk mendaftarkan nomor teleponnya.

Padahal, untuk mendaftar SMS notifikasi, nasabah hanya bisa melakukannya di kantor cabang BNI. Pihak bank tak pernah berkomunikasi via telepon.

Sekretaris Perusahaan BNI, Ryan Kiryanto, mengatakan pihaknya tak pernah memiliki program atau paket pendaftaran layanan SMS Notifikasi melalui komunikasi telepon.

" Untuk mendapatkan layanan SMS Notifikasi, nasabah perlu melakukan pendaftaran melalui Cabang BNI terdekat," kata Ryan, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 6 Desember 2018.

Menurut Ryan, bank pelat merah ini tak pernah meminta data kartu debit bank, seperti 16 digit VCN, 3 digit CVC, dan valid thru.

" BNI juga tak pernah meminta nasabah untuk menyampaikan BNI Debit Online (VCN), baik melalui media telepon, SMS, email, ataupun media komunikasi lainnnya," kata dia.

1 dari 2 halaman

Jaga Keamanan Data

Ryan meminta nasabah untuk menjaga keamanan data pribadi. Dengan begitu, rekening tidak kebobolan.

Berikut ini adalah caranya.

  1. Jaga selalu kerahasiaan data Anda seperti Data VCN, PIN/ Password Transaksi, Informasi Saldo Rekening.
  2. Jangan menyampaikan data tersebut ke pihak tidak berwenang termasuk petugas BNI.
  3. Jika informasi data tersebut diketahui oleh pihak yang tidak berwenang, konsekuensi bagi nasabah adalah data tersebut dapat disalahgunakan.
  4. Mengganti password atau PIN secara reguler untuk menghindari penyalahgunaan pihak yang tidak bertanggung jawab

2 dari 2 halaman

Bunyi Pesan Berantai Berisi Penipuan Mengatasnamakan Pegawai BNI

Sebelumnya, tersebar melalui aplikasi pesan bahwa marak terjadi penipuan yang mengatasnamakan pegawai BNI. Penipuan tersebut cukup canggih karena hanya melalui telepon saja maka oknum penipu bisa menguras isi rekening.

Berikut petikan pesan berantai tersebut:

hati" penipuan dan pencurian uang semakin canggih lewat IT cyber.

Siang tgl 1 desember 2018 sy ditelp,

#" selamat siang ini dg ibu Dhasvianty,

#betul ini sy, ini dari mana?

# sy dari pihak bank BNI memberitahukan bahwa peraturan terbaru dari bank BNI bahwa setiap transaksi melalui sms bangking ibu kan dipotong Rp. 550?

#sy jwb betul

#ibu untuk peraturan terbaru dari BNI untuk transaksi sms bangking BNI ke 3346 dipotong 150rb/bln, apakah ibu bersedia

#sy jawab tidak bersedia

#baik ibu sy akan membantu ibu untuk melakukan registrasi ke 3346, tolong ibu ketik REQ VCN ke 3346.

#sy berpikir 3346 memang no resmi dari pihak Bank BNI yg sy biasa pakai berarti aman n sy ketik, muncul pemberitahuan dari 3346 sms bangking, ada angka2 tapi tidak sy beritahu ke pihak penipu

# bu registrasi sy cek dikomputer gagal,spy ibu tidak kena tarif baru 150rb/bln tolong ibu ketik TRF dengan angka2 sekian

#sy mulai curiga n sy bertanya, mas setau sy tg namanya TRF itu artinya transfer

#dia jawab bukan bu, TRF itu TARIF

#sy ketik lah TRF dg angka sekian2, muncul balasan sms banking bahwa benar itu transfer n kl sy setuju sy harus ketik 2 angka pin atm, sy sadar n tdk mau ketik pin, sy langsung tutup telp n cek saldo masih tetap tdk berkurang, sy lega n tidur ngeloni sikecil

#2 jam kemudian sy kaget dapat pemberitahuan dari sms bangking bahwa uang sy dibank ditarik 4x transaksi sampai ludes

#sy bingung kok bisa padahal sy tdk ada sama sekali memberitahukan no pin, no rekening dan nomor2 yg lain

#dan ternyata menurut pihak bank tadi siang ketika sy hanya ketik REQ VCN, penipu yg memang ahli IT sudah meretas tabungan sy dibank BNI, bahkan sy dilarang mengisi saldo lagi ditabungan no rekening yg sama krn penipu itu masih bisa mengambil uang sy dibank, krn penipu telah membuat kartu ganda atm sy dg nomor atm yg baru,

#dari pihak bank memberitahu bahwa ini model penipuan terbaru n tercanggih saat ini

#bahkan seminggu yg lalu adik dari pegawai bank BNI tabungannya jg dikuras 46juta, dan 2 karyawan bank BNI sendiri jg tabungannya dikuras 15jt dan 20jt

#pegawai bank tadi menjelaskan ke sy sambil menangis krn baru jg adiknya 1 rmh mengalami apa yg sy alami

#tolong ya ibu beritahu/ceritakan modus terbaru penipuan ini ke semua teman2, saudara2 ibu, semua sahabat n tetangga, agar jgn ada korban lagi

#kami pihak bank sudah berusaha mengamankan rekening dan data nasabah tapi yg namanya pihak penipu akan terus menciptakan teknologi terbaru spy bisa meretas, mencuri n menipu uang nasabah direkening bank.

#+6282133336454 ini no hp penipu itu n sampai sekarang masih aktif bahkan kemaren sore sy telp masih diangkat dan ketawa2 dan sy sms masih aktif.jadilah semakin banyak korbannya.

Sebagai peringatan!

Tidak ada bank yg resmi, dimanapun yg menelpon kpd nasabahnya.Dimana-mana bank selalu pasif, tidak mau telpon duluan. Selalu menunggu nasabah datang mengurus, kecuali sistem pelayanan online. Khususnya ada trouble cartu credit , cartu atm.

Itu ada peraturannya di buku tabungan dan di lembar pengisian aplikasi.

#Copas_semoga berguna


(Sumber: Liputan6.com/Nurmayanti)

Beri Komentar