Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Pensiun
Dream - Jepang boleh saja lebih unggul hampir dalam segala hal dibandingkan Indonesia. Namun tak berarti, negara nusantara ini tak mempunyai kelebihan dari Negeri Matahari Terbit.
Temuan Indeks Pensiun Global Mercer Melbourne (MMGPI) menunjukan skor Indonesia berada di angka 45,2 atau naik dari tahun sebelumnya di level 42,0.
Dari 35 negara yang dinilai dalam MMGPI ini, Indonesia berada di peringkat 22 dunia. Posisi Indonesia lebih baik dari negara maju selevel Jepang dengan skor 44,4 di peringkat 23, Korea dengan skor 43,6 (24), dan India dengan skor 43,5 (25).
MMGPI mengatakan tren kenaikan ini terutama disebabkan oleh pengakuan negara tentang usia minimum untuk mendapatkan manfaat. Semua perbaikan yang signifikan ini diperlukan untuk menanggulangi pencakupan dan keberlanjutan sistem yang ada pada saat ini.
Dalam proses penilaian ini, MMGPI mengukur 5 sistem penghasilan pensiun terhadap lebih dari 50 indikator di bawah sub-indeks kecukupan, keberlanjutan, dan integritas.
Sistem pensiun Indonesia masih terus diperingkatkan dalam kategori " D" dalam pengakuan sebagian kelengkapan yang diinginkan. " Tetapi juga dipandang sebagai kelemahan utama lainnya," ujar Neil Narale, Pemimpin Bisnis Pensiun ASEAN Mercer dalam keterangan tertulis yang diperoleh Dream.co.id, Selasa, 14 Oktober 2014.
Narale mengatakan, Indonesia mendapat nilai tinggi dalam integritas sistem pensiun. Hal ini menunjukkan regulasi yang kuat atas pengaturan dan perlindungan manfaat karyawan.
Namun, lanjut Narale, nilai Indonesia akan lebih baik jika diikuti upaya memperbaiki tingkat minimum bantuan bagi orang miskin, memperbaiki regulasi rencana pensiun swasta dan menangani masalah mengenai perkiraan lama hidup yang lebih panjang.
Dalam pemeringkatan kali ini, Denmark masih tetap menduduki posisi puncak pada tahun 2014 dengan nilai keseluruhan 82,4. Sistem pensiun Denmark dianggap terdanai baik dengan cakupannya yang luas, tingkat aset dan kontribusi yang tinggi, penyediaan manfaat memadai serta ditunjang sistem pensiun swasta dengan regulasi yang dikembangkan.
Menguntit di belakang Denmark sebagai negara dengan sistem pensiun terbaik adalah Australia dengan skor 79,9, Belanda 79,2, Finlandia 74,3, Swiss 73,9, Swedia 73,4, Kanada 69,1, Chili 68,2, dan Iggris 67,6
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam