Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Saham Tambang Berguguran, Indeks Syariah Terjun Bebas

Reporter : Syahid Latif
Senin, 13 Oktober 2014 16:33
Saham Tambang Berguguran, Indeks Syariah Terjun Bebas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 49,90 poin (1,01%) ke level 4913,05.

Dream - Tergerus harga saham emiten batubara melongsorkan bursa saham Indonesia ke zona merah. Sentimen ini menambah besar tekanan lantau bursa yang sudah disuguhi sentimen negatif dari kawasan regional dan global.

Pemodal asing masih terus melakukan aksi jual saham dengan nilai yang masih cukup tinggi. Asing sore ini menjual saham dengan nilai Rp 595,19 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 49,90 poin (1,01%) ke level 4913,05. IHSG tercatat mencapai level terendah barunya di awal pekan ini.

Anjloknya harga saham dari emiten batubara merupakan bagian dari 198 emiten yang mencetak koreksi harga. Beruntung masih ada 86 emiten bergerak menguat sementara 87 lainnya stagnan.

Transaksi perdagangan saham di awal pekan ini mencapai Rp 3,62 triliun dari aksi jual beli 31,03 juta saham.

Emiten pertambangan kali ini memimpin koreksi indeks saham dengan pelemahan mencapai 2,56 persen. Diikuti emiten industri aneka 1,92 persen dan perdagangan 1,63 persen.

Pelaku pasar memang tengah dihadapi kecemasan adanya perlambatan ekonomi dunia. Artinya, permintaan terhadap komoditas dan aktivitas ekspor impor akan melamban kembali.

Ambruknya IHSG diawal pekan ini membawa dua indeks saham syariah ke zona merah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 1,81 poin (1,13%) ke level 158,06.

Melemahnya ISSI dipicu koreksi harga saham yang dialami 131 emiten syariah sementara 56 lainnya masih bisa bermain di zona hijau.

Pelaku pasar memperjualbelikan tak kurang 23,49 juta saham dengan perputaran uang mencapai Rp 2,48 triliun.

Koreksi lebih tajam dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang berisi 30 emiten ini jatuh 8,75 poin (1,33%) ke level 647,24.

Pelemahan laju indeks saham memang tak hanya dialami pasar modal Indonesia. Indeks Strait Times Singapura bahkan ambruk 1,75 persen, lebih tinggi dari IHSG. Sebaliknya Hang Seng justru bergerak positif dengan menanjak 0,24 persen.

Kurs rupiah sore ini bergerak naik setelah menguat 452 poin (0,34%) ke level 12.180 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar