Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Tergerus harga saham emiten batubara melongsorkan bursa saham Indonesia ke zona merah. Sentimen ini menambah besar tekanan lantau bursa yang sudah disuguhi sentimen negatif dari kawasan regional dan global.
Pemodal asing masih terus melakukan aksi jual saham dengan nilai yang masih cukup tinggi. Asing sore ini menjual saham dengan nilai Rp 595,19 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 49,90 poin (1,01%) ke level 4913,05. IHSG tercatat mencapai level terendah barunya di awal pekan ini.
Anjloknya harga saham dari emiten batubara merupakan bagian dari 198 emiten yang mencetak koreksi harga. Beruntung masih ada 86 emiten bergerak menguat sementara 87 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham di awal pekan ini mencapai Rp 3,62 triliun dari aksi jual beli 31,03 juta saham.
Emiten pertambangan kali ini memimpin koreksi indeks saham dengan pelemahan mencapai 2,56 persen. Diikuti emiten industri aneka 1,92 persen dan perdagangan 1,63 persen.
Pelaku pasar memang tengah dihadapi kecemasan adanya perlambatan ekonomi dunia. Artinya, permintaan terhadap komoditas dan aktivitas ekspor impor akan melamban kembali.
Ambruknya IHSG diawal pekan ini membawa dua indeks saham syariah ke zona merah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 1,81 poin (1,13%) ke level 158,06.
Melemahnya ISSI dipicu koreksi harga saham yang dialami 131 emiten syariah sementara 56 lainnya masih bisa bermain di zona hijau.
Pelaku pasar memperjualbelikan tak kurang 23,49 juta saham dengan perputaran uang mencapai Rp 2,48 triliun.
Koreksi lebih tajam dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang berisi 30 emiten ini jatuh 8,75 poin (1,33%) ke level 647,24.
Pelemahan laju indeks saham memang tak hanya dialami pasar modal Indonesia. Indeks Strait Times Singapura bahkan ambruk 1,75 persen, lebih tinggi dari IHSG. Sebaliknya Hang Seng justru bergerak positif dengan menanjak 0,24 persen.
Kurs rupiah sore ini bergerak naik setelah menguat 452 poin (0,34%) ke level 12.180 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya