Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Juni lalu Inggris menjadi negara Non Muslim pertama yang menerbitkan utang syariah atau sukuk. The Hong Kong Monetary Authority pun juga menerbitkan sukuk pada September lalu. Hal ini juga diikuti negara Luxembourg dan Afrika Selatan yang rencananya akan menerbitkan instrumen syariah tersebut pada tahun ini.
Demam penerbitan sukuk ini pun melanda bank-bank non syariah di negara non Muslim seperti Bank of Tokyo-Mitsubishi dan Société Générale, sebuah bank asal Perancis. Semua pihak ingin masuk ke dalam pasar keuangan Islam yang saat ini asetnya mencapai US$ 2 triliun. Namun, apa kepentingan negara-negara Non Muslim dan perusahaan-perusahaan Non Muslim ini masuk dalam pasar keuangan Islam?
Produk keuangan Islam berpegang pada sistem dan norma syariah Islam yang mengharamkan riba dan pembiayaan dengan bunga. Hal inilah yang membedakan penerbitan sukuk berbeda dengan penerbitan obligasi lainnya. Begitu pun dalam pembiayaan pembelian rumah. Bank tidak meminjamkan uang ke nasabah, tetapi bank membeli rumah itu kemudian nasabah membayar uang yang dianggap biaya sewa sampai uang pembelian rumah itu terlunasi.
Keuangan Islam juga tidak mengharamkan penghitungan risiko secara spekulasi atau ketidakpastian. Hal ini dinilai sistem keuangan Islam lebih menguntungkan karena lebih pasti. Sementara dalam asuransi Islam Takaful, tertanggung dan perusahaan akan menerima keuntungan dari investasi tersebut.
Instrumen syariah ini terlihat tidak menarik, tetapi semakin populer dengan penerbitan-penerbitan sukuk yang dilakukan pemerintah negara Non Muslim. Sebagai bukti, pertumbuhan produk keuangan Islam, khususnya sukuk tumbuh rata-rata 35% dari 2002 hingga 2012. Kedua, semakin banyak investor yang mencari instrumen investasi bersertifikasi halal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya